Porosmedia.com, Kab. Kuningan – Peta pembangunan infrastruktur di Jawa Barat Timur mulai memasuki babak baru. Kabupaten Kuningan diproyeksikan tidak lagi sekadar menjadi wilayah perlintasan sekunder, melainkan menjadi titik sentral dalam konektivitas Tol Lintas Selatan yang terintegrasi dengan pengembangan Kawasan Strategis Ekonomi Rebana.
Kepastian mengenai proyek strategis nasional (PSN) ini dikonfirmasi langsung oleh Bupati Kuningan, H. Dian Rachmat Yanuar. Menurutnya, pembahasan intensif di tingkat Provinsi Jawa Barat telah mematangkan rencana trase tol yang akan melintasi wilayah berjuluk Kota Kuda tersebut.
Dalam keterangannya usai menghadiri agenda pelepasan angkutan balik mudik gratis di Terminal Tipe A Kertawangunan, Rabu (25/3), Dian mengungkapkan bahwa proyeksi fisik jalan tol ini dijadwalkan mulai bersinggungan dengan wilayah Kuningan pada periode 2028 hingga 2030.
”Rencana ini sudah dibahas dalam rapat khusus di Bandung. Berdasarkan skema gambar yang ada, trase jalan tol akan melewati Kuningan bagian barat, dimulai dari kawasan Ciperna dan terkoneksi hingga ke Tasikmalaya, Ciamis, dan Banjar,” ujar Dian kepada awak media.
Langkah konkret pertama diperkirakan dimulai pada 2028 melalui proses pembebasan lahan. Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan pun menaruh harapan besar agar tahapan ini tidak menemui kendala regulasi maupun teknis di lapangan, sehingga manfaat ekonomi bisa segera terserap oleh masyarakat lokal.
Kehadiran jalan tol ini diharapkan menjadi solusi atas hambatan aksesibilitas yang selama ini dinilai melambat di wilayah Jabar bagian timur dan selatan. Bupati Dian menekankan bahwa percepatan pembangunan adalah kunci bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita menyambut baik. Mudah-mudahan akses semakin mudah dan Kuningan ke depan semakin berkembang. Rencananya pembebasan lahan mulai 2028-2029. Kami berharap bisa lebih cepat dari target,” tambahnya.
Selain fokus pada jalan bebas hambatan, Dian juga melempar wacana strategis mengenai pentingnya jalur kereta api yang menghubungkan Bandung, Cirebon, hingga Tasikmalaya melalui Kuningan. Baginya, moda transportasi berbasis rel akan menjadi pendukung utama sektor pariwisata Kuningan yang memiliki daya tarik visual alamiah.
Namun, ia menyadari bahwa untuk saat ini, proyek jalan tol adalah rencana yang paling realistis dan memiliki landasan perencanaan yang kuat di tingkat pusat maupun provinsi.
”Yang sudah pasti, dalam beberapa tahun ke depan, jalan tol akan hadir di Kuningan,” tegasnya menutup pembicaraan.
Sumber & Foto : Fajar Cirebon







