Porosmedia.com – Get @reshare_app • @balqishumaira77 Lo tau nggak, Zul? Iya, Zulkifli Hasan. Gue ngomong langsung sebut nama aja karena udah terlalu lama rakyat dicekik sambil disuruh pura-pura buta. Gini ya, gue udah bosen liat pejabat senyum manis di depan kamera, foto panen raya, foto bagi sembako, tapi di balik senyum itu ada tanda tangan yang bikin hutan Sumatera jungkir balik kayak digilas truk tambang.

Dan buat orang-orang yang masih sibuk ngegosipin aib seleb, dengerin baik-baik: banjir yang merendam kampung lo, longsor yang ngubur rumah orang, gajah yang ditemukan mati kayak sampah—itu bukan cerita horor. Itu dampak dari kebijakan pejabat atas nama izin, regulasi, dan surat keputusan.
Dan salah satu pejabat yang namanya nempel banget di sejarah pembabatan hutan Indonesia ya Zulkifli Hasan. Mau manis-manisin pake jabatan Menteri Perdagangan, mau diingat sebagai Ketua PAN, mau dielu-elukan sebagai tokoh politik santun—tetep aja ada jejak tinta yang bikin hutan Tesso Nilo tinggal serpihan peta.
Gue nggak pakai basa-basi.
Gue ngomel apa adanya.
Karena yang gue lihat sekarang bukan cuma rusaknya hutan, tapi rusaknya akal sehat bangsa ini, yang rela ngasih karpet merah buat pejabat yang izin-izinnya punya imbas segede bencana alam.
Lo tau Tesso Nilo?
Taman Nasional yang harusnya ikon, paru-paru Sumatera, rumahnya gajah Sumatera, harimau, tapir, semua satwa yang nggak salah apa-apa.
Sekarang?
Tinggal kayak luka menganga. Dulu hutannya sekitar 83 ribu hektar. Hari ini yang tersisa cuma bayangan masa lalu. Sawit ilegal masuk dari segala arah. Perambahan merajalela. Hutan primer hancur kayak kertas disobek-sobek. Masyarakat jadi korban, satwa jadi korban, alam jadi korban.
Dan lo tau siapa yang dulu duduk di kursi Menteri Kehutanan waktu izin-izin pelepasan kawasan marak dikeluarkan?
Zulkifli Hasan.
Sumber : Singky Soewadji (Apecsi)







