Porosmedia.com, Bandung – Para pegiat pengolahan sampah organik berbasis maggot yang tergabung dalam Maggot Bandung Bersatu (MBB) menggelar forum silaturahmi (Kopdar ke-5) bertajuk “Menjalin Silaturahmi Antar Pegiat Rumah Maggot se-Bandung Raya” di Rugot Guyub Pakemitan, Kelurahan Pakemitan, Kecamatan Cinambo, Kota Bandung, Minggu (20/9/2026).
Dalam kegiatan tersebut, para pegiat pengolahan sampah menyuarakan sejumlah aspirasi terkait keberlangsungan program maggotisasi, mulai dari dukungan operasional, jaminan kesehatan, hingga penyelesaian kendala lahan operasional di wilayah.
Ketua Maggot Bandung Bersatu, Ahmad Yusuf (Pak Ucup), menyatakan bahwa pengolahan sampah organik melalui metode maggotisasi memiliki peran vital dalam mereduksi volume sampah rumah tangga di Kota Bandung. Namun, ia berharap Pemerintah Kota Bandung dapat memberikan perhatian lebih terhadap kesejahteraan dan jaminan kesehatan para petugas di lapangan.
”Kami berharap program maggotisasi terus didukung secara berkelanjutan. Saat ini insentif operasional dari kewilayahan mencapai sekitar Rp1.250.000 per bulan untuk empat orang pegiat di setiap kelurahan. Ke depannya, kami berharap Pemkot Bandung dapat memperhatikan aspek kesehatan para pegiat, seperti pemberian jaminan BPJS Kesehatan, mengingat risiko pekerjaan yang bersentuhan langsung dengan sampah,” ujar Ahmad Yusuf.
Selain masalah insentif dan kesehatan, Ahmad Yusuf juga menyoroti berbagai dinamika lapangan terkait ketersediaan lahan operasional di tingkat kelurahan yang kerap memicu kendala sosial maupun teknis dengan warga setempat.
Menanggapi hal tersebut, Camat Ujungberung sekaligus Plt Camat Cinambo, Abriwansyah Fitri, AP, S.Sos, M.AP., memberikan apresiasi tinggi terhadap konsistensi dan inovasi para pegiat maggot yang terus berkembang, salah satunya melalui pakan olahan pelet.
”Maggotisasi merupakan salah satu inovasi pengelolaan sampah yang berkesinambungan. Kami sangat mengapresiasi semangat para pegiat MBB yang terus berinovasi mengolah sampah organik secara swadaya. Inovasi ini sangat membantu mengurangi beban permasalahan sampah di Kota Bandung,” ungkap Abriwansyah.
Abriwansyah menambahkan bahwa Walikota Bandung mendukung penuh setiap inovasi masyarakat terkait pengelolaan lingkungan. Pihaknya juga berencana untuk melakukan koordinasi dan diskusi lebih lanjut dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung guna memperkuat pembinaan serta menjaga keberlangsungan paguyuban pengolah maggot di wilayahnya.







