Tips dan Trik Merawat Kucing di Musim Hujan

Tips dan Trik Merawat Kucing di Musim Hujan
Foto via: Tanipedia.co.id

Porosmedia.comPada artikel kali ini, kontributor akan membahas mengenai Tips dan Trik Merawat Kucing. Siapa di sini yang suka pelihara kucing?

Kucing memang salah satu hewan rumahan yang lucu dan relatif mudah diajak tinggal bersama manusia. Mereka memiliki bulu lembut dan mata yang bisa berubah tergantung cahaya yang diterima. Saat berada di tempat yang relatif gelap, pupil mata mereka akan membulat dan membuat mata mereka tampak berkilau lucu sekali.

Sebenarnya merawat kucing cukup mudah, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh si pemilik kucing saat merawat anak-anak bulu ini. Terutama saat musim hujan. Bulu kucing akan lebih mudah basah dan lembab di musim hujan sehingga mereka akan mudah terkena cat flu. Kucing juga akan mudah bersin dan batuk akibat angin malam di musim hujan, sehingga mereka akan mudah terkena penyakit berbahaya seperti pneumonia (radang paru-paru).

Jika sudah terkena penyakit ini, mereka akan mudah terjangkit penyakit lain seperti calicivirus atau bahkan distemper (panleukopenia). Pneumonia juga mudah sekali menular di antara para kucing. Sehingga bila ada salah satu kucing di rumah yang terkena pneumonia, bisa dipastikan yang lainnya juga pasti terdampak.

Tips dan Trik Merawat Kucing di Musim Hujan

Nah, supaya para anabul aman dari penyakit-penyakit berbahaya di musim hujan, yuk kita lakukan tips dan trik merawat kucing di bawah ini :

1. Pastikan Kucing Tidur di Dalam Rumah pada Malam Hari

Ini dia nih, tips yang sederhana tapi kadang susah dijalankan. Masih banyak para pemilik yang kadang enggan memaksa si anak bulu untuk diam di rumah pada malam hari, dengan alasan berisik, ketiadaan kandang, atau karena kebiasaan buang air sembarangan yang bikin rumah jadi kotor dan bau. Padahal sudah ada kotak kotorannya, tapi masih saja suka pipis sembarangan.

Sekadar info nih ya, penggunaan kotak kotoran memang lebih sering mengakibatkan rumah jadi bau. Karena itu, biasanya banyak dijual cairan pewangi dan disinfektan untuk melengkapi penggunaan kotak kotoran kucing di dalam rumah.

Ada satu cara lagi kalau benar-benar ingin rumah terbebas dari bau kotoran si anak bulu, tapi dengan cara ini para pemilik harus siap sedia untuk sedikit repot di rumah. Yakni tidak perlu menyediakan kotak kotoran alias litterbox. Lah, terus gimana dong si anabul buang kotorannya? Jawabannya adalah toilet training!

Jadi, si pemilik membiasakan setiap anabul untuk ke toilet di setiap pagi dan sore hari. Awalnya ditemani dulu sampai si anabul terbiasa. Lama kelamaan mereka akan terbiasa untuk pergi sendiri ke toilet untuk buang kotoran di waktu-waktu tersebut. Banyak juga trik-trik pelatihan toilet training kucing di youtube.

Baca juga:  9 Kebiasaan yang Dapat Merusak Kesehatan Mata

Salah satu referensi-nya bisa kalian tonton di salah satu video youtube milik channel Bad Cat.

 

2. Kandangi Si Anabul di Malam Hari dan Terangi Kandangnya dengan Lampu

Nah, tips dan trik merawat kucing yang kedua ini memang agak repot, tapi dijamin deh, si anak bulu akan merasa nyaman di dalam kandang karena hangat dan tidur sampai pagi. Lampu yang bisa dipakai untuk menerangi kandang si anabul ini minimal lampu bohlam 15 watt. Tapi kalau tidak ada bisa diganti dengan lampu senter yang dibiarkan menyala semalaman atau senter dari ponsel untuk menerangi kandang si anabul.

Sekadar info tambahan, lampunya tidak perlu dimasukkan ke kandang. Soalnya kadang si anabul itu iseng dan senang bermain dengan lampu tersebut. Bisa-bisa kabelnya putus atau malah dia yang terkena setrum. Sinar lampunya diarahkan ke celah kandang juga sudah cukup efektif kok. Jangan lupa untuk kembali mematikan lampu di pagi hari supaya si kucing tidak kepanasan.

3. Rajin Membersihkan Kandang

Ini juga salah satu tips sederhana yang kadang banyak diabaikan oleh para pemilik kucing. Memang bersihin kandang itu repot, apalagi kalau kucingnya banyak. Males banget, deh 😖. Tapiii, demi kesehatan si mpus kesayangan, ayo ayo bersihkan kandangnya! Terutama dari debu dan bulu-bulu kucing serta sisa makanan yang bisa membuat kuman tertarik.

 

4. Rajin Mencuci Tempat Makan dan Minum Kucing

Siapa nih yang jarang mengganti atau mencuci tempat makan dan minum si mpus kesayangan? Ini penting lhoo! Tempat makan dan minum yang jarang dicuci akan menjadi “sarang” berkembang biak yang menyenangkan bagi para jamur dan bakteri. Hii.. ngeri ya? Makanya, kita sebagai pemilik harus rajin mengganti atau mencuci tempat makan dan minum anabul dengan air dan sabun setiap hari. Dijamin deh, mereka akan lebih terjaga kesehatannya.

 

5. Menjemur Jika Ada Panas Matahari

Di musim hujan seperti sekarang ini, matahari jarang bersinar terik, apalagi di wilayah pegunungan. Oleh karena itu, kalau kebetulan ada panas matahari jangan lupa jemur si meong ya! Terutama sekitar pukul 10.00 – 11.00 pagi menjelang siang. Sebenarnya matahari pagi lebih bagus, tapi tidak setiap daerah sudah mendapat paparan sinar matahari di pagi hari. Untuk kucing berwarna putih juga biasanya agak sulit dijemur di pagi hari (karena warna bulunya putih jadi memantulkan sinar matahari, bukannya dapat panas malah kedinginan 😭. Sinar matahari di atas pukul 10 pagi itu biasanya sudah mampu memberikan panas kepada warna putih, sehingga sudah bisa diandalkan untuk menghangatkan si meong. Mereka cukup dijemur sebentar saja, sekitar 10-15 menit. Yuk dijemur mpusnya!

 

Baca juga:  Cara Penanganan Diare Pada Anak Menurut Dokter RSA UGM

6. Berikan Obat Cacing dan Obat Kutu Minimal 3 Bulan sekali

Nah, ini yang tidak kalah penting dalam tips dan trik merawat kucing. Jangan remehkan kutu atau pinjal di tubuh anabul kesayangan ya. Meskipun tidak mengganggu manusia, tapi pada dasarnya pinjal atau kutu kucing ini adalah parasit yang bisa menularkan cacing pita. Ctenocephalides felis adalah kutu yang menjadi inang perantara juga bagi cacing pita Dipylidium caninum pada kucing kesayangan. Cacing pita ini sangat berbahaya karena tahan terhadap hampir semua obat cacing kecuali yang memiliki kandungan praziquantel.

Rekomendasi obat cacing yang paling ampuh untuk para anabul adalah Drontal Cat yang memiliki kandungan praziquantel. Sangat bagus kalau diberikan setiap bulan supaya para anabul tetap sehat karena obat cacing hanya membasmi cacing dewasa saja. Tapi kalau keterbatasan dana, minimal disarankan memberikan Drontal Cat setiap 3 bulan sekali.

Dosisnya adalah 1 tablet Drontal Cat untuk setiap 4 kg berat badan kucing. Tetapi kalau anabul masih bayi di bawah 3 bulan, disarankan pakai obat cacing Albenworm cair. Hal ini juga berlaku untuk kucing hamil, jangan diberikan Drontal Cat karena dikhawatirkan bisa berbahaya terhadap kandungan si mpus. Bisa diberikan Albenworm sirup dengan dosis 0,3 ml selama tiga hari berturut-turut, sekitar setengah jam setelah makan malam.

Sedangkan untuk rekomendasi obat kutu yang ampuh adalah yang mengandung selamectin. Kalau saya pribadi merekomendasikan Revolution (cats atau dogs sama saja, hanya dosis yang berbeda) atau Frontline. Alhamdulillah benar-benar ampuh untuk kucing-kucing saya. Awalnya mereka selalu garuk-garuk dan di perutnya berseliweran kutu (sampai bosan nangkepinnya secara manual 😆). Tapi semenjak pakai Revolution, mereka nggak pernah garuk-garuk lagi dan kutunya lenyap.

Baca juga:  Pesan Buat Para Kandidat Calon Pemimpin Kota Bandung

Untuk dosisnya (karena saya pakai Revolution, jadi saya hanya akan memberi tahu dosis Revolution saja). Berhubung kucing saya saat ini ada 5 ekor dan agak mahal kalau harus membeli 5 tube Revolution, jadi saya menggunakan taktik hemat yang diberitahu dokter hewan langganan saya. Beliau menyarankan saya untuk beli 1 tube Revolution Dogs untuk anjing dengan berat 40 kg (warna teal/hijau). Dosis dalam tube tersebut cukup besar (240 mg) sehingga bisa dibagi-bagi untuk kelima ekor kucing saya yang notabene badannya kecil. For your information, di petunjuk dosisnya tertera untuk kucing yang berat badannya di bawah 5 kg sebenarnya sudah cukup sekitar 15 mg saja untuk setiap kucing.

Hanya saja, pertimbangannya bisa berbeda kalau untuk pemilik kucing yang cuma punya satu kucing. Lebih baik pesan Revolution cats yang paling kecil saja (warna pink) atau bisa coba Frontline yang harganya relatif lebih murah. Untuk bayi kucing berusia di bawah 3 bulan sebaiknya jangan diberi Revolution ataupun Frontline karena bisa berbahaya dan menyebabkan kematian. Begitu pula untuk kucing yang sedang hamil. Sebaiknya tunggu hingga si bayi lahir atau berikan obat kutu lain yang relatif aman untuk kucing hamil dan menyusui.

7. Jaga Prokes Ketat

Tips dan trik merawat kucing terakhir, jangan lupa melakukan protokol kesehatan di dalam rumahmu agar si kucing dan juga pemiliknya selalu sehat wal’afiat. Meskipun kucing tidak dibiarkan berkeliaran di luar rumah, tetap saja pemilik harus selalu ganti baju, lalu cuci tangan dan kaki dengan sabun setiap kembali dari luar rumah sebelum berinteraksi dengan para anabul. Jika si kucing biasa bermain di luar rumah, dibiasakan cuci kaki dan bersihkan mata serta hidungnya setiap kali masuk kembali ke rumah.

Nah, sudah semua nih tips dan trik merawat kucing. Kalau semuanya dijalankan dengan serius, insyaAllah anabul-nya sehat selalu ya 😊. Jangan lupa untuk selalu berdoa agar dikaruniai kesehatan bagi keluarga dan juga anabul kita. Amiin. Wallahu’alam bisshawwab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *