Porosmedia.com, Jakarta – UMKM Mimide asal Indramayu sukses mengukuhkan posisinya di kancah nasional dengan menyabet gelar Juara 1 dalam ajang Bogasari Young Flour Foodpreneur 2026. Kompetisi bergengsi ini berlangsung di Jakarta pada 4 hingga 6 Februari 2026, mempertemukan para inovator pangan berbasis tepung dari seluruh Indonesia.
Keberhasilan Mimide merupakan buah manis dari kolaborasi strategis antara akademisi, industri, dan masyarakat. Sebagai unit binaan Inkubasi Hilirisasi dan Komersialisasi Fakultas Teknologi Industri Pertanian Universitas Padjadjaran (IHK FTIP Unpad) serta PT Pertamina Eksplorasi dan Produksi (EP), Mimide dinilai unggul dalam inovasi produk dan dampak sosial.
Mimide hadir dengan produk unggulan berupa kue nastar yang memanfaatkan potensi lokal khas Indramayu, yaitu Mangga Gedong Gincu, sebagai bahan baku utama. Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai tambah pada komoditas lokal, tetapi juga membawa misi sosial yang kuat.
Dalam proses produksinya, Mimide memberdayakan tenaga kerja purna migran di wilayahnya. Langkah ini diambil untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memberikan peluang kesejahteraan bagi masyarakat yang sebelumnya bekerja di luar negeri.
Kepala IHK FTIP Unpad, Dr. In-In Hanidah, menjelaskan bahwa prestasi ini tidak diraih secara instan. Tim IHK FTIP Unpad memberikan pendampingan komprehensif yang meliputi:
Penguatan Branding: Mempertajam identitas merek agar lebih kompetitif.
Business Plan: Menyusun strategi bisnis yang berkelanjutan.
Digital Marketing: Optimalisasi pemasaran melalui platform digital dan e-commerce.
Dukungan Lapangan: Keterlibatan mahasiswa KKN Unpad di Desa Jayalaksana dalam membantu operasional kompetisi.
Pada babak Grand Final Pitching Business Strategy, Mimide tampil memukau di hadapan dewan juri ahli, di antaranya Chef Edwin Lau, Chef Ryan Grady, dan Fildzah Sabrina.
Head of Communication, Relation & CID Pertamina EP Zona 7, Wazirul Luthfi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mendorong UMKM naik kelas melalui validasi produk yang sesuai dengan potensi wilayah dan target pasar.
”Kami berkolaborasi dengan IHK Unpad sebagai inkubator sekaligus akademisi untuk mendampingi UMKM, tidak hanya dari sisi bisnis, tetapi juga revisi konsep produk agar tetap relevan dengan kebutuhan pasar,” ujar Wazirul.
Senada dengan hal tersebut, Dr. In-In Hanidah berharap pencapaian Mimide dapat menjadi model inspiratif bagi pelaku usaha lain. “Ini adalah bukti konkret bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor usaha mampu menciptakan UMKM yang tangguh, berkelanjutan, dan berdampak nyata,” pungkasnya.
Prestasi Mimide menjadi sinyal positif bagi masa depan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal di Jawa Barat, khususnya Indramayu.
Sumber Referensi: Humas FTIP Unpad







