Peserta Sesparlu Kemenlu Terpukau Inovasi Jasmine Integrated Farming Antapani dalam Kelola Sampah Mandiri

Avatar photo

Porosmedia.com, Bandung – Sejumlah peserta Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-78 melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Jasmine Integrated Farming yang dikelola warga RW 19 Kelurahan Antapani Tengah, Kota Bandung, Selasa (31/3/2026).

​Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan praktisi lapangan setelah sebelumnya para peserta melakukan audiensi di Balai Kota Bandung pada Senin, 30 Maret 2026.

​Perwakilan peserta Sesparlu, Ketrin Triwidiastuty, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi warga dalam mengelola sampah secara mandiri dan berdaya guna. Menurutnya, inovasi berbasis masyarakat ini memiliki potensi besar untuk diperkenalkan di kancah global.

​“Kami sangat terkesan. Ini adalah edukasi yang luar biasa mengenai pengolahan sampah berbasis masyarakat. Praktik baik ini tidak hanya perlu diketahui warga Bandung, tetapi sangat layak digaungkan ke tingkat internasional sebagai model solusi lingkungan,” ujar Ketrin di sela kegiatan panen sayur kangkung di lokasi.

Sebagian peserta Sesparlu saat berkunjung ke Jasmine Integrated Farming di RW 19 Antapani Tengah, Kota Bandung (31/3/2026) – Percontohan pengelolaan sampah perkotaan secara mandiri.
Memanen kangkung di Jasmine Integrated Farming
Peserta Sesparlu kagumi program olah sampah di Jasmine Integrated Farming – masyarakat diberdayakan dengan sukarela.
Doddi Iryana Memed, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jasmine Integrated Farming (paling kiri) bersama para pengurus. “Bila mengingat saat merintis 2019 lalu, betapa berat merubah pola pikir dan pandang masyarakat dalam mengelola sampah, sekarang banyak perubahan.

​Ketrin menambahkan, keberhasilan warga RW 19 Antapani Tengah selaras dengan isu ketahanan pangan yang menjadi salah satu fokus dalam program Sesparlu kali ini. Ia menyoroti bagaimana warga mampu menjaga konsistensi program sejak tahun 2019 hingga meraih berbagai apresiasi, baik di tingkat lokal maupun regional.

Baca juga:  Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz Siap Diberangkatkan

​Di lokasi yang sama, Ketua Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Jasmine Integrated Farming, Doddi Iryana Memed, mengungkapkan bahwa kunci utama dari keberlanjutan program ini adalah kolaborasi dan militansi warga, khususnya kaum ibu.

​“Berkat kegigihan pengurus dan dukungan penuh warga, program ini bisa terus berjalan. Hal yang paling membahagiakan adalah saat melihat apa yang kami kerjakan mulai menginspirasi dan dicontoh oleh wilayah lain,” kata Doddi.

​Ia juga menekankan transformasi paradigma dalam pengelolaan sampah. “Dulu sampah adalah persoalan yang rumit, kini justru memberikan manfaat lingkungan sekaligus nilai ekonomi bagi masyarakat,” tambahnya.

​Lurah Antapani Tengah, Muhamad Rosada, turut memberikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Ia berharap kesuksesan RW 19 dapat menjadi pemantik bagi wilayah lain untuk mereplikasi sistem serupa.

​“Harapan kami, model pengelolaan sampah mandiri seperti ini bisa segera direplikasi secara masif, minimal di seluruh wilayah Kota Bandung, agar permasalahan sampah di hulu bisa tuntas,” tutur Rosada.

​Sebagai informasi, Jasmine Integrated Farming kian menjadi magnet bagi penggiat lingkungan dan pejabat publik. Sebelum kunjungan Sesparlu, lokasi ini juga sempat ditinjau oleh pesohor Irfan Hakim bersama Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pada 22 Februari 2026.

Baca juga:  Ramadan di Tunisia, Menghidupkan Kemanusiaan Kita

​Puncaknya, pada 28 Februari 2026, Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, turut hadir meninjau langsung inovasi tersebut. Dalam arahannya, Menteri Hanif mengapresiasi kekompakan warga dalam menciptakan solusi lingkungan di tengah kawasan permukiman padat.