Porosmedia.com – 12 Agustus 2025 akan tercatat sebagai salah satu momen penting bagi insan pers Jawa Barat. Di tengah langit mendung yang menyelimuti, halaman sebuah gedung menjadi saksi ketika para pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Barat berkumpul, bukan sekadar untuk berfoto, tetapi untuk menegaskan satu hal: pers yang merdeka, profesional, dan berintegritas tidak boleh surut oleh arus zaman ataupun tekanan.
Di sana, wajah-wajah yang hadir tidak hanya menunjukkan senyum kebersamaan, tetapi juga sorot mata yang memancarkan tekad. Ada kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang menyatu di dada mereka. Kebanggaan karena menjadi bagian dari barisan yang terus menjaga pilar demokrasi. Tanggung jawab karena sadar bahwa setiap kata yang ditulis, setiap berita yang disampaikan, dan setiap sikap yang diambil akan menentukan kepercayaan publik terhadap profesi ini.
Keberanian dalam dunia jurnalistik bukanlah sekadar lantang bersuara. Keberanian adalah tentang berpihak pada kebenaran meski tidak populer, menegakkan kode etik meski mengundang risiko, dan menolak tunduk pada kekuatan yang mencoba membungkam fakta. Dan pada hari itu, PWI Jabar mengirim pesan yang jelas: kekuatan pers terletak pada persatuan, integritas, dan keberanian yang tak tergoyahkan.
Foto bersama itu mungkin hanya membekukan satu detik dari pertemuan, tetapi maknanya melampaui waktu. Ia menjadi simbol bahwa di tengah tantangan, tekanan, bahkan godaan untuk menyimpang, selalu ada insan pers yang memilih untuk berdiri tegak. Persatuan bukan sekadar jargon — ia adalah fondasi yang memastikan bahwa wartawan tidak berjalan sendiri di medan yang sering kali penuh risiko.
Semangat 12 Agustus 2025 ini harus menjadi pengingat bagi semua jurnalis: profesi ini bukan sekadar pekerjaan, tetapi panggilan untuk melayani kebenaran dan kepentingan publik. Pers yang bersatu, teguh, dan profesional adalah benteng terakhir bagi demokrasi yang sehat.
Di tengah dunia yang terus berubah, di mana informasi begitu cepat bergulir, para pengurus PWI Jabar telah menunjukkan bahwa integritas bukan barang usang. Justru, ia adalah kompas yang akan menuntun kita melewati badai dan membawa pers menuju masa depan yang lebih kokoh dan terhormat.
Karena pada akhirnya, keberanian terbesar bukanlah berteriak paling keras, tetapi bertahan paling lama di sisi kebenaran.







