Porosmedia.com, Jatinangor – Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Padjadjaran (Unpad) menunjukkan kontribusi nyata dalam misi kemanusiaan dengan menerjunkan tim ahli guna membantu proses identifikasi korban bencana tanah longsor yang melanda wilayah Bandung Barat.
Sejak 26 Januari 2026, Tim Forensik Odontologi FKG Unpad telah bergabung secara resmi dengan tim Disaster Victim Identification (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat. Selama 20 hari masa penugasan, tim ini bekerja intensif untuk mengidentifikasi jenazah korban melalui data-data odontologi atau kedokteran gigi.
Berdasarkan data yang dihimpun, dari total 101 jenazah yang diperiksa, tim gabungan berhasil mengidentifikasi sebanyak 80 korban secara akurat. Menariknya, 53 di antaranya berhasil diidentifikasi berkat pemeriksaan struktur gigi dan area maksilofasial—sebuah bukti krusial bahwa metode odontologi forensik memiliki efektivitas yang sangat tinggi dalam kondisi bencana.
Tim yang diterjunkan terdiri dari tenaga ahli berpengalaman dan akademisi, yakni 1 dosen pembimbing, 4 mahasiswa program S2, serta 45 mahasiswa program profesi (koas). Dalam menjalankan tugasnya, tim melakukan serangkaian prosedur medis forensik yang ketat, meliputi:
- Pemeriksaan mendalam pada struktur gigi dan tulang wajah (maksilofasial).
- Penyusunan odontogram pascakematian.
- Pendokumentasian data postmortem.
- Digital Superimposition, yakni proses pencocokan foto korban saat masih hidup (antemortem) dengan data fisik setelah kematian (postmortem).
Pihak Unpad menegaskan bahwa peran ini bukan sekadar menjalankan prosedur teknis medis. Identifikasi korban merupakan langkah krusial untuk memastikan setiap jenazah dapat dikenali secara sah secara hukum dan bermartabat secara kemanusiaan.
”Identifikasi ini penting untuk memastikan hak-hak keluarga terpenuhi, baik dari sisi hukum, administrasi, maupun kepastian bagi anggota keluarga yang ditinggalkan,” tulis pernyataan resmi yang dikutip dari akun resmi Universitas Padjadjaran.
Kehadiran FKG Unpad dalam misi ini mempertegas komitmen institusi pendidikan tersebut untuk terus hadir dan memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam penanganan situasi darurat bencana melalui keahlian spesifik yang dimiliki.







