Berita  

Pasrah, Mengeluh ke Siapa? 83 KK di Gemuruh Bandung, Rumahnya kena Gusur

Jajat Sudrajat

Bandung, porosmedia.com – 4 hari Lagi 83 KK Di Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung rumahnya kena gusur. Menurut warga, kami harus mengadu ke siapa. Hanya pasrah akan rencana pemerintah.

Sofyan Mustafa Ketua RW setempat mengaku bingung setelah mendapat ultimatum pemerintah Kecamatan untuk segera membongkar sendiri rumah warganya, Rabu ( 02/03/2022) di rumahnya.

Memang betul. Sebagian warganya tinggal di bantaran sungai Cikapundung. Karena itu, wajar juga jika mendapatkan surat mengosongkan rumah mereka dari kecamatan.

Namun pemerintah juga harus mempertimbangkan, tentang aduan warga kami. Paska atau pra pembongkaran mereka harus pindah kemana.

Gunakan perasaan, minta Sofyan. Pasalnya, sehati hari, tinggal dengan mereka dan tahu hajat meraka. apalagi paska digusur.

“Pada dasarnya warga mendukung program Citarum Harum. Tapi mereka berharap pemerintah bijaksana dan memberi solusi atas permasalahan pelik yang dihadapi warga,” ujarnya.

Opi panggilan ketua RW menambahkan  kebanyakan warga yang akan digusur tergolong warga miskin dan rawan miskin. Apalagi, lanjutnya, banyak warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Baca juga:  H. Enang Sahri Lukmansyah : Reses Sarana Menyampaikan Harapan dan Keinginan Masyarakat

“Kebanyakan warga sedang menghadapi kesulitan ekonomi. Jangankan pindah dan ngontrak rumah, buat makan sehari-hari juga mereka kerap kesulitan,” tutur Opi sambil mengurut dada. Matanya pun tampak berkaca-kaca.

Hal senada disampaikan warga RW 06 lainnya, Supriyono. Dia memohon agar Tim Satgas Citarum Harum dan Satpol PP memberi kelonggaran waktu.

“Kami cuma diberi waktu seminggu (sampai Rabu, 9 Februari). Kami harus pindah kemana?” keluhnya.

Diakui Supriyoni, dia dan tetangganya pernah dikumpulkan sama satpol PP dan tentara beberapa minggu lalu di GOR Fitra dan diberi tahu bahwa rumah tempat dia dan keluarganya tinggal adalah bangunan liar di tanah pemerintah. Bingung dan ketakutan dikumpulkan aparat berseragam dia dan warga lain mengaku hanya bisa pasarah.

“Saya harus ngadu sama siapa? Siapa yang bisa nolong kami?,” tanyanya, tampak putus asa. [Jt]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *