Budaya  

Menyayangkan, Inohong Sunda Gagal Paham Tentang Maklumat Sunda

Jajat Sudrajat

Bandung, porosmedia.com – Penanggung Jawab Kepemudaan di Galuh Pakuan, sekaligus salah satu pencetus Maklumat Sunda, Bezie Galih Manggala menyayangkan sikap Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan tokoh-tokoh yang berkumpul di Paguyuban Pasundan, Kota Bandung, Sabtu (5/2/2022).

Bezie menilai Ridwan Kamil dan tokoh-tokoh lain yang mengeluarkan 6 pernyataan sikap di Paguyuban Pasundan gagal paham dan tidak benar-benar membaca serta memahami Maklumat Sunda.

“Tokoh yang berkumpul di Paguyuban Pasundan jelas-jelas telah salah memahami isi dari Maklumat Sunda, dan tentunya menghasilkan pernyataan sikap yang keliru,” kata Bezie.

“Sangat disayangkan sekali, padahal diantara para inohong tersebut, ada seorang Wakil Rakyat, Akademisi dan juga seorang Gubernur, tapi pernyataannya sama sekali tidak nyambung dengan tujuan-tujuan Maklumat Sunda, seolah dibuat terburu-buru, dan tidak berdasarkan itikad untuk merespon secara rasional,”sambungnya.

Bezie tidak terima jika dia dan rekan-rekannya yang menyampaikan Maklumat Sunda dianggap sebagai orang yang berusaha membuat polemik dan kontroversi. Apa lagi, dituduh melakukan perbuatan yang mengancam persatuan bangsa.

Baca juga:  Puasa Tinggal Hitungan Hari Lagi: Ini Tradisi Sambut Ramadhan Bagi Masyarakat Sunda

“Pada pernyataan poin nomor 1 saja, sudah muncul statement yang tidak nyambung. Mereka tidak memahami betul tujuan dari disampaikannya Maklumat Sunda tersebut,” ujarnya.

Ia menjelasakan, tak ada satu poin pun dalam Maklumat Sunda yang mendorong untuk memisahkan diri dari NKRI.

“Naskah Maklumat Sunda, tidak ada satupun kata yang menuju pada upaya intoleransi dan disintergasi, Maklumat Sunda menekankan persatuan dan persaudaraan dalam tubuh bangsa Indonesia,” kata Bezie.

Selain itu, kata dia, maklumat Sunda lebih menekankan pada keinginan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan menjamin kesejahteraan orang Sunda baik yang saat ini masih hidup maupun generasi yang akan datang.

Selain itu, ujar tokoh Galuh Pakuan itu, Maklumat Sunda menolak pembangunan yang hanya demi memuaskan keserakahan para oligarki.

Bezie juga menyayangkan, Gubernur Jabar dan tokoh-tokoh yang hadir di Paguyuban Pasundan seolah merendahkan tokoh-tokoh dan pimpinan organisasi yang hadir dalam pembacaan Maklumat Sunda di Subang.

Disisi lain, kata dia, mengklaim hanya mereka saja yang layak dianggap sebagai Inohong atau tokoh Sunda. Dimata Bezie, sikap seperti itu justru akan memicu eskalasi ketidakpuasan dan menimbulkan perpecahan dikalangan orang Sunda.

Baca juga:  Obrolan Penting dari DS pada Rembug Bedas ke-94 di Gedung Islamic Center

“Bukankah Maklumat Sunda diselenggarakan dengan terlebih dahulu disebarkannya undangan terbuka terhadap siapapun yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat Sunda?

Acara ini dihadiri oleh banyak ormas dan LSM serta tokoh-tokoh yang datang jauh-jauh dari berbagai pelosok tatar Sunda, hanya berbekal poster diselenggarakannya acara Maklumat Sunda, misalnya tokoh maenpo dari Cianjur, ormas-ormas dari Bandung, tokoh-tokoh adat kabuyutan.

GERPIS sepertinya telah jauh sekali melampaui pemahaman bahwa kita memerlukan adanya silaturahmi tokoh-tokoh Sunda, GERPIS mengundang semua elemen bangsa Sunda untuk rempugan dalam menentukan nasib bangsa Sunda,”tuturnya.

Sebaliknya, Bezie curiga, Ridwan Kamil dan tokoh tokoh yang hadir di Paguyuban Pasundan hanya corong para oligarki dan didorong oleh kepentingan politik sesaat tanpa peduli dengan kesejahteraan orang Sunda dalam jangka panjang.

“Jangan-jangan hanya jadi corong oligarki dan partai politik saja,”pungkas Bezie. (jt)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *