Porosmedia.com – Ironi negeri ini tidak pernah benar benar usai.
Rakyat dulu melawan penjajah demi merebut tanah dan masa depan.
Hari ini kekayaan alam terus dikeruk atas nama pembangunan dan kemajuan.
Namun yang menanggung akibatnya tetap rakyat.
Ketika hutan hilang yang muncul justru hutang yang terus menggunung.
Bencana ekologis datang silih berganti dan mengorbankan rakyat.
Banjir longsor kekeringan dan krisis pangan menjadi kenyataan harian.
Di saat yang sama satwa endemik kehilangan habitatnya dan terancam punah selamanya.
Rakyat kehilangan ruang hidup.
Alam kehilangan keseimbangan.
Dan generasi mendatang mewarisi kerusakan yang tidak mereka ciptakan.
Jika para pahlawan bangsa masih menyaksikan negeri ini, mungkin mereka akan menangis melihat tanah yang dulu diperjuangkan kini terluka.
Pertanyaan itu tak terelakkan.
Siapa yang menjadi kaya.
Siapa yang menikmati.
Dan siapa yang harus menanggung akibatnya.
Sadarlah wahai kalian yang diberi amanah oleh rakyat.
Kemerdekaan bukan sekadar bebas dari penjajah, tetapi keberanian menjaga tanah air
melindungi kehidupan
dan memastikan kekayaan alam benar benar untuk kesejahteraan rakyat, bukan sumber luka yang diwariskan tanpa akhir.







