Ada Alasan di Kasus Firli dan Yasin Kenapa Belum Dilanjut, Simak yuu

Jajat Sudrajat

Porosmedia.com – Pemeriksaan pertama Firli Bahuri Ketua Komisi Pemberanrasan Korùpsi (KPK) sebagai saksi kasus dugaan pemerasan terhadap mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), pada 24 Oktober 2024 oleh Polda Metro dan Bareskrim Polri. Walaupun pemeriksaan tambahan (kedua) kepada Firli telah dilakukan pada kamis, 16 November 2023, tapi sampai saat ini masih menggantung dan belum jelas juga status hukumnya. Pihak penyidik Polri beralasan tahap pemeriksaannya masih dalam penguatan fungsi koordinasi belum supervisi.

Dalam kasus tersebut, penyidik telah memeriksa sekira 70 orang saksi serta 5 ahli sejak surat perintah penyidikan terbit pada 9 Oktober 2023. Penyidik dalam pemeriksaannya menggunakan Pasal 12 huruf e, Pasal 12 huruf B, dan atau Pasal 11 UU No.19 tahun 2019 tentang Tipikor, jo Pasal 65 ayat 1 KUHP.

Pihak Bareskrim tampaknya masih ada keraguan dalam penetapan Tersangka kepada Firli, walaupum alat bukti pendukumg sesuai Kitab Undang-undang Hikum Acara Pidana (KUHAP) sudah terpenuhi.
Sesuai Pasal 1 angka 14 KUHAP ; Tersangka adalah seorang yang karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan patut diduga sebagai pelaku tindak pidana.

Baca juga:  Mental Kuat Bukan Hanya Sekadar Keberanian Menghadapi Tantangan

Syarat penetapan sebagai Tersangka didasarkan Pasal 184 ayat (1) KUHAP, alat bukti yang sah terdiri dari ;
Keterangan saksi, Keterangan ahli, Surat, Petunjuk, Keterangan terdakwa

Kemudian juga disempurnakan dengan putusan Mahkamah Konstitusi ( MK) No.21/PUU-XII/2014, penetapan tersangka harus berdasarkan minimal 2 alat bukti, sebagaimana termuat dalam Pasal 184 KUHAP dan disertai dengan pemeriksaan calon tersangkanya.

Keterlibatan Firly berdasarkan photo yang beredar di lapangan bulu tangkis bersama SYL, merupakan salah satu bukti yang tidak terhindarkan. Juga saksi-saksi dan bukti lain yang mendukung, lebih menguatkan adanya keterlibatan Firli.
Kali ini Firli tampaknya juga akan berusaha lagi melakukan taktik dan strategi hukumnya, guna menghindari adanya kasus dugaan pemerasan kepada SYL yang melibatkannya.

Selama lebih 10 tahun menjabat pimpinan KPK, kecuali dikenakan sanksi ringan, Firly selalu dapat terhindar dari kasus dugaan korupsi yang melibatkannya. Ada lebih 10 kasus dugaan korupsi kontroversial yang melibatkan (cawe-cawe) Firli. Jangan sampai sebagai negara hukum (recht staat), ada kesan di masyarakat orang seperti Firly kebal hukum. Pelemahan KPK di era Firli selama ini sudah mengalami degradasi peran dan kinerjanya, tampaknya akan lebih tercemar dan terpuruk lebih dalam lagi, jika Firli tetap sebagai pemimpinnya.

Baca juga:  Danrem 102/Pjg Dan Dandim 1012/Buntok Bersama Forkompimda Ikuti Vicon Launching Peresmian Sumur Bor Serta Pemberian Baksos

Jkt, 18/11/23
_Juju Purwantoro_
_Advokat DPP Partai UMMAT_