<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ukraina - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/ukraina/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/ukraina/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 23 Sep 2025 00:31:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Ukraina - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/ukraina/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>NATO tanpa dukungan finansial dari Amerika is Nothing….!!!</title>
		<link>https://porosmedia.com/nato-tanpa-dukungan-finansial-dari-amerika-is-nothing/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 23 Sep 2025 00:31:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Poros Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Nato]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=35375</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com – Secara resmi Rusia sudah menyatakan perang melawan NATO….!!! Hal ini dikarenakan keterlibatan NATO...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/nato-tanpa-dukungan-finansial-dari-amerika-is-nothing/">NATO tanpa dukungan finansial dari Amerika is Nothing….!!!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com</a> – Secara resmi Rusia sudah menyatakan perang melawan NATO….!!! Hal ini dikarenakan keterlibatan NATO dalam perang Ukraina yang hingga saat ini belum kunjung usai.</p>
<p>End Game….!!!<br />
Benjamin De Rothschild ? (15/1/21)<br />
Evelyn De Rothschild ? (7/11/22)<br />
Jacob De Rothschild ? (26/2/24)<br />
William De Rothschild ? (27/11/24)<br />
NATO De Rothschild ?<br />
NASA De Rothschild?<br />
BlackRock De Rothschild?</p>
<p>Forum ini telah memberi ulasan daftar kematian dan kehancuran dalam episode END GAME pada tulisan setahun lalu, dimana NATO telah diambang kehancuran….!!!<br />
Kini, NATO sudah masuk dalam keranjang untuk dibubarkan….!!!<br />
Dan dengan adanya deklarasi perang oleh Rusia, daftar antrian kehancuran tersebut sepertinya semakin mendekati kenyataan.</p>
<p>Saat fase awal pecah perang Rusia dan Ukraina, banyak analis yang meramalkan bahwa perang ini hanya akan berlangsung dengan durasi singkat.<br />
Padahal perang ini memang dirancang untuk durasi panjang sebagaimana ulasan forum ini pada 4 tahun lalu.<br />
Dengan tujuan menguras cadangan energi juga Dollar milik Amerika dan Thanos….!!!</p>
<p>Ya, perang ini memang akan berdurasi panjang untuk menguras kapital Rezim Bankir sebagai bagian dari penataan ulang dunia (Great Reset).<br />
Dampaknya akan terasa dalam skala global yang akan memicu terjadinya krisis ekonomi, pangan dan energi.<br />
Bahkan bisa berujung terjadinya shutdown global….!!!</p>
<p>Langkah antisipasi yang dilakukan oleh pemimpin kita dalam menghadapi potensi krisis tersebut di atas diantaranya yaitu, bergabung dengan BRICS yang di dalamnya terdapat New Development Bank (NDB) sebagai tandingan Bank Dunia dan IMF.<br />
Kita juga mendirikan Sovereign Wealth Fund (SWF) Danantara untuk kekuatan baru moneter dan ekonomi kita.<br />
Itu makanya para Proxy Barat ditanah air, semakin garang “Mengaum” bak singa lapar kehilangan “Pakan daging segar”…!!!<br />
Mereka menyerang Punakawan…!!!</p>
<p>Program ketahanan energi juga dilakukan dengan membangun Kilang Raksasa di Aceh oleh Sultan Samudera Pasai Teuku Badruddin Syah.<br />
Selain itu, di Jawa Timur ada juga pembangunan kilang yang bekerja sama dengan Rosneft Rusia.<br />
Dan untuk mengantisipasi terjadinya krisis pangan, kita juga memprioritaskan ketahanan pangan salah satunya melalui program food estate.</p>
<p>Dan jika terjadi shutdown global yang bisa memaksa berlakunya darurat militer, maka dalam mengantisipasi kebutuhan rakyat khususnya di bidang pangan, kita telah membangun jaringan infrastruktur dan pendistribusian melalui program MBG (makan bergizi gratis) sebagai miniatur sekaligus simulasi jika kegentingan global tersebut benar-benar terjadi.</p>
<p>Yang sinis dengan MBG, banyak-banyak belajar Geopolitik jika Darurat Militer terpaksa dijalankan…!!!</p>
<p>Itulah kenapa rangkaian program prioritas tersebut di atas, akan selalu distigma skeptis oleh para musuh negara yang berharap kita akan gagal dalam menghadapi dan menyongsong tatanan dunia baru di mana Nusantara juga akan menjadi mercusuarnya.</p>
<p>Maka titenono (tandailah) mereka<br />
(musuh negara) itu….!!!</p>
<p>Sekali lagi…titenono…..!!!<br />
Detail apa yang sedang terjadi disuruh belahan dunia….!!!</p>
<p>Irom</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/nato-tanpa-dukungan-finansial-dari-amerika-is-nothing/">NATO tanpa dukungan finansial dari Amerika is Nothing….!!!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dunia Sibuk Bela Ukraina, Kezaliman di Palestina Semakin Merajalela</title>
		<link>https://porosmedia.com/dunia-sibuk-bela-ukraina-kezaliman-di-palestina-semakin-merajalela/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Yuni.kaisa]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 Apr 2022 04:54:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Poros Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Kezaliman]]></category>
		<category><![CDATA[Palestina]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=12033</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com &#8211; Dunia memiliki perhatian besar pada serangan bertubi-tubi yang digencarkan Rusia terhadap Ukraina. Jelas...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/dunia-sibuk-bela-ukraina-kezaliman-di-palestina-semakin-merajalela/">Dunia Sibuk Bela Ukraina, Kezaliman di Palestina Semakin Merajalela</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a> &#8211; </strong>Dunia memiliki perhatian besar pada serangan bertubi-tubi yang digencarkan Rusia terhadap Ukraina. Jelas ini adalah masalah kemanusiaan yang harus segera diselesaikan dan semua mata merasakan duka yang dalam.</p>
<p>Namun dibelahan bumi yang lain bernama Palestina, saudara kita juga mati-matian berjuang sendiri mengatasi serangan militer yang dilakukan Israel yang telah terjadi selama kurang lebih satu abad.</p>
<p>Pada Senin (04/04/2022) lalu, Perdana Menteri Palestina Mohammed Ishtay berharap dunia bisa meminta Israel untuk menghentikan serangan militer mereka terhadap warga sipil Palestina.</p>
<p>Pesan ini ia sampaikan selama rapat kabinet Otoritas Palestina yang digelar di Kota Ramallah, Tepi Barat sebelum akhirnya disampaikan secara resmi.</p>
<p>&#8220;Eskalasi Israel terhadap warga Palestina, yang meliputi pembunuhan, penyiksaan, penangkapan serta membolehkan pemukim melakukan kejahatan, menimbulkan ancaman yang luar biasa terhadap keamanan dan stabilitas di kawasan,&#8221; kata Ishtaye.</p>
<p>Negara di dunia diharapkan bisa mendorong Israel untuk segera mengakhiri pelanggaran ekstremis Israel terhadap kesucian Masjid Al-Aqsa. Terlebih, mereka juga dituduh menyerang masjid selama Ramadhan.</p>
<p>&#8220;Israel mengizinkan para pemukim membawa senjata dan membunuh warga Palestina hanya karena mereka tersangka,&#8221; katanya di sidang kabinet.</p>
<p>Ia juga menuntut tanggung jawab penuh Israel atas konsekuensi serius yang disebabkan oleh hal ini.  Sabtu lalu, tiga anggota Jihad Islam Palestina  dilaporkan meregang nyawa saat berada di Kota Jenin.</p>
<p>Militer Israel mengklaim, tiga orang itu memiliki senjata dan berencana menyerang Israel di tepi barat. Ketegangan antara Israel dan Palestina juga terus memanas selama beberapa hari belakangan.(Warta Ekonomi,07 April 2022)</p>
<p><strong>Ukraina di Bela, Palestina Berduka</strong></p>
<p>Di Bagian barat Ukraina, ratusan warga sipil dilaporkan meninggal dunia usai dihantam serangan militer milik Rusia.</p>
<p>Dalam insiden kejahatan kemanusiaan tersebut, Walikota Bucha, Anatoliy Fedoruk mengatakan ada sekitar 280 orang yang sudah dimakamkan oleh pihak berwenang di lokasi kejadian.</p>
<p>Dalam proses evakuasi korban, para tentara Ukraina menggunakan kabel untuk menarik mayat warga sipil yang tergeletak di jalanan.</p>
<p>Peristiwa naas yang terjadi di Kota Bucha, Ukraina ini pun mengundang banyak perhatian dunia. Salah satunya Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson.</p>
<p>Serangan Rusia di Kota Bucha bagi Jhonson, merupakan perbuatan tercela, dan Ia berjanji akan melakukan segala upaya untuk membuat tentara Putin kelaparan.</p>
<p>Bagi Johnson, Rusia tidak lagi bisa mengelak bahwa perbuatannya di Bucha adalah kejahatan perang yang sudah direncanakan.</p>
<p>&#8220;Lebih banyak bukti bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin dan tentaranya melakukan kejahatan perang di Ukraina,&#8221; ujarnya mengutip Pikiran-Rakyat.com dari Al-Jazeera, Senin (04/04/2022).</p>
<p>Selain itu kecaman serangan kejahatan perang di Bucha, Ukraina pun hadir dari petinggi NATO,  dan dari India.</p>
<p>Tampaknya dunia kembali menerapkan standar ganda, dukungan dan perhatian ramai-ramai datang untuk Ukraina, sementara Palestina yang seharusnya memiliki dukungan dan perhatian lebih banyak terutama dari para penguasa negeri-negeri muslim tampaknya hanya mimpi.</p>
<p>Perhatian dan dukungan yang diharapkan tak lebih dari sebatas kecaman, tak pernah ada yang berani bersikap tegas dengan memberi bantuan militer, dukungan yang mereka berikan sedikit pun tidak bisa menghentikan kajahatan Israel terhadap Palestina.</p>
<p><strong>Menunggu Keadilan Untuk Palestina</strong></p>
<p>Sungguh miris, kekejaman Israel terhadap Palestina terjadi di tengah kian mesranya hubungan Israel dengan para pemimpin muslim. Mereka seolah meninggalkan Palestina sendirian berjuang menentukan nasibnya.</p>
<p>Sekitar dua minggu sebelumnya, tepatnya pada 28 Maret 2022, telah terjadi pertemuan antara perwakilan sejumlah negara-negara Arab di Negev, Israel. Pertemuan tersebut dihadiri oleh perwakilan dari negara Maroko, Mesir, Uni Emirat Arab, Bahrain, Israel, dan Amerika Serikat. Mereka membahas tentang perluasan kerjasama di bidang energi, lingkungan dan keamanan, serta program nuklir Iran.</p>
<p>UEA dan Bahrain sendiri telah menormalisasi hubungan dengan Israel sejak 2020 lalu. Saat itu, Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump menginisiasi Perjanjian Abraham dengan latar belakang kepentingan komersial dan kekhawatiran bersama tentang Iran.</p>
<p>Adapun Mesir sudah jauh lebih dulu menjalin kemesraan sejak 1979. Sedangkan, Maroko melakukan normalisasi hubungan dengan Israel beberapa saat setelah Bahrain dan UEA. Juga atas inisiasi Amerika.</p>
<p>Di luar pertemuan tersebut, normalisasi juga nampak dari kunjungan pejabat dan pemimpin Israel ke beberapa negara Arab dan Islam lainnya. Salah satunya kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada 9 Maret 2022 di Ankara.</p>
<p>Presiden Erdogan menyatakan negaranya dan Israel berusaha menghidupkan kembali dialog politik bilateral berdasarkan kepentingan bersama. Sementara Perdana Menteri Israel Naftali Bennett berkata, “Sambutan hangat untuk Presiden Israel Isaac Herzog, lagu kebangsaan Israel di Istana di Ankara, momen yang menyenangkan.”</p>
<p>Sungguh semua realitas ini sangat memilukan, terlebih selama ini negeri-negeri muslim dianggap sebagai mitra strategis bagi rakyat Palestina dalam memperjuangkan hak-hak mereka.</p>
<p>Suara lantang para pemimpin muslim dalam persoalan Palestina hanyalah sandiwara, mereka lebih takut kepada tuan penjajahnya daripada kepada kaum muslim dunia dan Tuhannya.</p>
<p>Bahkan, mereka lantang mengutuk Rusia dalam aksinya di Ukraina, sementara mereka diam atas pembantaian dan kezaliman yang dipertontonkan Israel pada Muslim Palestina dari masa ke masa.</p>
<p><strong>Secercah Harapan Untuk Palestina</strong></p>
<p>Realitas ini harusnya membuka mata kita, mengapa masalah Palestina tak kunjung usai bahkan semakin merajalela. Keadilan yang nyata untuk Palestina hanya bisa terealisasi ketika kejahatan Israel berhasil dihentikan secara total bukan dengan perjanjian-peranjian semu yang tak tentu arah.</p>
<p>Namun, masih ada secercah harapan bagi Palestina yaitu dengan perang atau jihad maka penderitaan rakyat Palestina akan berakhir. Selama ini jihad defensif yang telah dilakukan Palestina tidak cukup untuk mengusir mereka. Palestina perlu kepemimpinan Islam sebagai kesatuan politik dan militer yang hanya ada dalam sistem Islam.</p>
<p>Kepemimpinan inilah yang akan senantiasa siap menjadi benteng pelindung rakyat Palestina dan memobilisir kekuatan muslim seluruh dunia untuk melakukan jihad, memerangi kejahatan Israel.</p>
<p>Sehingga Palestina tidak lagi berjuang sendirian, ada yang membela serta memberi bantuan militer. Dengan begitu Palestina akan tampil kuat mengambil kambali hak-hak mereka.</p>
<p>Dalam kepemimpinan Islam inilah kedamaian akan terwujud bukan hanya bagi Palestina saja tapi untuk seluruh dunia, insyaallah.</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/dunia-sibuk-bela-ukraina-kezaliman-di-palestina-semakin-merajalela/">Dunia Sibuk Bela Ukraina, Kezaliman di Palestina Semakin Merajalela</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyerukan Persatuan Negara Barat, Biden Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20</title>
		<link>https://porosmedia.com/menyerukan-persatuan-negara-barat-biden-meminta-rusia-dikeluarkan-dari-g20/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Suci Sukmawati]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Mar 2022 11:53:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika Serikat]]></category>
		<category><![CDATA[G20]]></category>
		<category><![CDATA[Internasional]]></category>
		<category><![CDATA[Nato]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=9772</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com &#8211; Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan bahwa cara yang paling efektif untuk...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/menyerukan-persatuan-negara-barat-biden-meminta-rusia-dikeluarkan-dari-g20/">Menyerukan Persatuan Negara Barat, Biden Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;"><strong><a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a> &#8211;</strong> Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden, mengatakan bahwa cara yang paling efektif untuk mengakhiri invasi Rusia di Ukraina adalah menjaga persatuan NATO dan Eropa dan menghukum negara-negara yang menentang sanksi terhadap Rusia. Biden juga meminta agar Rusia dikeluarkan dari G20.</p>
<p style="text-align: left;">Keanggotaan Rusia di G20 terancam menjelang pertemuan tingkat tinggi yang digelar di Bali pada 30-31 Oktober mendatang. Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden di Brussels, Belgia, pada Kamis kemarin mengatakan Rusia harus dikeluarkan dari blok kekuatan ekonomi utama itu.</p>
<p style="text-align: left;">“Jawaban saya adalah iya, bergantung pada G20,” kata Biden, saat ditanya soal status Rusia di keanggotaan G20.</p>
<p style="text-align: left;">Biden melanjutkan jika ada negara yang tak setuju dengan usulannya, termasuk Indonesia yang tahun ini menjadi presidensi dan tuan rumah, maka Ukraina juga harus diizinkan untuk menghadiri pertemuan tersebut.</p>
<p style="text-align: left;">NATO dan sekutu Eropa, termasuk bersama-sama menjatuhkan sanksi ke Moskow dan menghukum negara-negara yang mendukung Rusia.</p>
<p style="text-align: left;">Selain itu, Biden juga mengusulkan supaya Rusia dikeluarkan dari keanggotaan G20. Sekalipun anggota G20 tidak mendukung gagasan itu, Biden berjanji akan menjadikan isu Ukraina sebagai topik yang didiskusikan dalam pertemuan 20 negara ekonomi besar dunia itu.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Satu-satunya hal yang paling penting bagi kita adalah tetap bersatu dan terus fokus terhadap kekejaman orang ini (Presiden Rusia Vladimir Putin). Dan banyak nyawa orang tak berdosa akan hilang dan hancur (karena Putin),” kata Biden saat menghadiri KTT NATO, dikutip dari <em>NBC</em>.</p>
<h3 style="text-align: left;">Selain Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20, AS Juga Ingin Tekanan Kepada Rusia Secara Berkelanjutan</h3>
<figure id="attachment_9776" aria-describedby="caption-attachment-9776" style="width: 500px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-9776" src="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2022/03/xi-jinping-joe-biden-a3e0e2ca8342255247d4d5af35127237.png" alt="Selain Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20, AS Juga Ingin Tekanan Kepada Rusia Secara Berkelanjutan" width="500" height="333" srcset="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2022/03/xi-jinping-joe-biden-a3e0e2ca8342255247d4d5af35127237.png 800w, https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2022/03/xi-jinping-joe-biden-a3e0e2ca8342255247d4d5af35127237-768x512.png 768w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /><figcaption id="caption-attachment-9776" class="wp-caption-text">Xi Jinping dan Joe Biden (Instagram.com/chinaxinhuanews/facebook.com/Joe Biden)</figcaption></figure>
<p style="text-align: left;">Pada kesempatan yang sama, Biden juga mengumumkan paket sanksi baru terhadap Rusia, yang akan menjerat 400 individu dan entitas Rusia, termasuk Duma dan lebih dari 300 anggotanya, serta lebih dari 40 perusahaan pertahanan.</p>
<p style="text-align: left;">Langkah terbaru AS, kata Biden, merupakan strategi Washington agar dapat memberi tekanan kepada Rusia secara berkelanjutan dan terkoordinasi. Bukan sekadar tindakan jangka pendek.</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Saya meminta pertemuan NATO hari ini adalah untuk memastikan bahwa setelah sebulan (invas), kami akan mempertahankan apa yang kami lakukan, tidak hanya bulan depan dan bulan berikutnya, tetapi untuk sisa tahun ini. Itulah yang akan menghentikannya (invasi Rusia),&#8221; kata Biden.</p>
<h3 style="text-align: left;">AS Mengingatkan Negara China Untuk Tidak Membantu Rusia</h3>
<p style="text-align: left;">Penerus Donald Trump itu juga menyoroti hubungan China dengan Rusia sebagai sekutu dekat. Biden telah berpesan kepada Presiden Xi Jinping bahwa China akan menerima konsekuensi apabila membantu Rusia.</p>
<p style="text-align: left;">“Saya pikir China memahami bahwa masa depan ekonominya jauh lebih terkait erat dengan Barat daripada ke Rusia,” kata Biden.</p>
<h3 style="text-align: left;">Ukraina Meminta Bantuan Lebih Banyak dari Negara Barat</h3>
<p style="text-align: left;">Kendati Biden telah berkomitmen untuk menyumbang 2 miliar dolar dalam bentuk bantuan militer ke Ukraina, Presiden Volodymyr Zelenskyy menyampaikan bahwa negaranya tetap membutuhkan lebih banyak bantuan untuk menghadapi Rusia, khususnya tank dan jet tempur.</p>
<p style="text-align: left;">“Anda memiliki setidaknya 20 ribu tank. Ukraina meminta satu persen, satu persen dari semua tank Anda untuk diberikan atau dijual kepada kami,” kata Zelenskyy dalam pidatonya kepada NATO.</p>
<p style="text-align: left;">“Tapi kami belum memiliki jawaban yang jelas. Hal terburuk selama perang adalah tidak memiliki jawaban yang jelas atas permintaan bantuan,” tambah dia.</p>
<p style="text-align: left;">Sebelumnya, otoritas Ukraina telah mengakui bahwa kualitas alutsistanya kalah jauh dengan perangkat militer Rusia. Di sisi lain, permintaan Zelenksyy untuk memberlakukan larangan zona terbang di langit Ukraina juga tak diindahkan oleh NATO.</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/menyerukan-persatuan-negara-barat-biden-meminta-rusia-dikeluarkan-dari-g20/">Menyerukan Persatuan Negara Barat, Biden Meminta Rusia Dikeluarkan dari G20</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Konflik Rusia-Ukraina: Pengaruhnya di Kawasan Asia</title>
		<link>https://porosmedia.com/konflik-rusia-ukraina-pengaruhnya-di-kawasan-asia/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 13 Mar 2022 06:28:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Asia]]></category>
		<category><![CDATA[Rusia]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=8690</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, porosmedia.com – Dua pekan setelah serangan Rusia ke negara tetangganya, Ukraina, dunia bereaksi keras....</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/konflik-rusia-ukraina-pengaruhnya-di-kawasan-asia/">Konflik Rusia-Ukraina: Pengaruhnya di Kawasan Asia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Jakarta, porosmedia.com – Dua pekan setelah serangan Rusia ke negara tetangganya, Ukraina, dunia bereaksi keras. PBB menggelar Sidang Majelis Umum, yang mengeluarkan resolusi yang mengecam serangan tersebut. AS dan NATO serta sejumlah negara mengeluarkan sanksi dalam berbagai bidang terhadap Rusia. Rusia menyatakan bahwa serangan itu merupakan upaya membela diri yang dibenarkan menurut Pasal 51 Piagam PBB, sehingga tindakannya terhadap Ukraina merupakan upaya preemptive, untuk melindungi kepentingan nasionalnya.</p>
<p>Tak lama setelah AS dan Sekutunya mengeluarkan sanksi, Rusia membalas dengan mengeluarkan ‘daftar hitam’ negara-negara yang dianggap tidak bersahabat dengan Rusia. Tempo (8/3/22) menulis daftar tersebut mulai dari Amerika Serikat dan Kanada, negara bagian Uni Eropa, Inggris, Ukraina, Montenegro, Swiss, Albania, Andorra, Islandia, Liechtenstein, Monako, Norwegia, San Marino, Makedonia Utara, dan juga Jepang. Selain itu Korea Selatan, Australia, Mikronesia, Selandia Baru, Singapura, dan Taiwan.</p>
<p>Terlepas dari adanya perspektif yang berbeda, perang yang terus berkecamuk sudah tentu menimbulkan kerugian dan penderitaan di kalangan rakyat sipil. Untuk itu Indonesia menyerukan untuk terus dicari langkah-langkah diplomasi untuk mencapai perdamaian kedua pihak yang bersengketa. Hal ini bisa dipahami,bahwa apa yang terjadi di kawasan eropa tersebut tidak hanya berdampak secara regional, tapi juga berimplikasi penting terhadap kawasan-kawassan lain di dunia.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-8691" src="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220313-WA0031.jpg" alt="" width="720" height="960" /></p>
<p>Menyikapi hal tersebut, Departemen Kewilayahan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB), Universitas Indonesia (UI) menggelar Webinar (daring) dengan tema &#8220;Konflik Rusia-Ukraina: Pengaruhnya di Kawasan Asia&#8221;, Selasa (16/3/22). Menurut Ketua Departemen Kewilayah, Dr. Rahadjeng Pulungsari Hadi, dinamika dan eskalasi konflik di kawasan Eropa itu pasti berdampak penting bagi kehidupan masyakarat dan bangsa-bangsa di kawasan itu, namun akan terasa di seluruh dunia.</p>
<p>&#8220;Melihat kecenderungannya Asia juga merupakan kawasan yang terdampak serius, mengingat sebagian wilayah Rusia terletak di Asia. Karena itu departemen Kewilayahan FIB UI, departemen yang membawahi studi-studi kawasan, khususnya di bidang kebudayaan, sejarah dan peradabannya, menilai perlu berkontribusi dalam menganalisis permasalahan di kawasan timur Eropa ini,&#8221;. ujarnya.</p>
<p>Sementara Itu Dr. Darmoko, Koordinator Program Studi S2 Asia Tenggara menilai bahwa apa yang terjadi hari ini merupakan materi yang aktual bagi pembelajaran di program studi yang dipimpinnya. &#8220;Kami memiliki mata kuliah dinamika antar kawasan Pasca Perang Dunia II di Asia Tenggara. Mata kuliah itu sudah sejak awal mengkonstatasi perkembangan situasi di kawasan-kawasan lain yang berpengaruh terhadap tata kehidupan sosial politik, ekonomi di kawasan Asia Tenggara,&#8221;. jelas Kaprodi Magister Asia Tenggara tersebut diterima media, Minggu (13/2/22)</p>
<p>Dr. Rahadjeng menambahkan bahwa departemen Kewilayahan memiliki pengajar yang telah lama mengamati perkembangan antarkawasan seperti Dr. Danny Susanto (kawasan Eropa Barat), Dr. Adrianus L.G. Waworuntu dan Bachtiar Alam PhD (Asia Timur), Dr. Ade Solihat (Turki dan Timur Tengah), Dr. Ahmad Fahrurodji (Rusia dan Eropa Timur) dan lain-lain. Karena isu sekarang ini terkait kawasan Rusia dan Eropa Timur, maka kami menunjuk Dr. Ahmad Fahrurodji, yang memang telah lama mengamati perkembangan konflik Rusia – Ukraina tersebut.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-8693" src="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2022/03/IMG-20220313-WA0032.jpg" alt="" width="700" height="400" /></p>
<p>Untuk memperkaya diskusi, tambah Rahadjeng Pulungsari, kami juga mengundang para praktisi dan ahli-ahli pada disiplin ilmu lain seperti ilmu hubungan internasional dan hukum internasional. Dari kalangan praktisi kami mengundang dua diplomat senior dan mantan duta besar, mantan duta Besar RI untuk Rusia, Prof (HC) M. Wahid Supriyadi dan mantan Dubes RI di Ukraina Prof. Dr. Yuddy Chrisnandy, SH, SE, MM. Pemikiran kedua narasumber ini penting, menginat keduanya pernah tinggal dan berinteraksi dengan masyarakat dan pemimpin di kedua negara yang sedang bertikai.</p>
<p>Sementara untuk menelaah konflik dalam konstelasi internasional, menurut Ira, panggilan akrab Dr. Rahadjeng Pulungsari, perlu mengundang orang-orang yang berkompeten di bidangnya yakni Prof. Hikmahanto Juwana, SH, LLM, PhD, Guru Besar Hukum Internasional UI yang juga Rektor Universitas Jenderal A.Yani, yang akan melihat konflik dari sisi Hukum internasional, dan Prof. AA Banyu Perwita, Ph.D pakar diplomasi dari Universitas Pertahanan, yang akan menyoroti dari sisi ilmu hubungan internasional. &#8220;sebagai moderator kami menunjuk Dr. Danny Susanto untuk memandu acara tersebut. Jadi lengkap diskusi yang kami sajikan, karena menghadirkan orang-orang yang kompeten di bidangnya masing-masing,&#8221; tambah Ira. (*)</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/konflik-rusia-ukraina-pengaruhnya-di-kawasan-asia/">Konflik Rusia-Ukraina: Pengaruhnya di Kawasan Asia</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peranan Indonesia, Layaknya Menampung Pengungsi Ukraina</title>
		<link>https://porosmedia.com/peranan-indonesia-layaknya-menampung-pengungsi-ukraina/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Mar 2022 04:09:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Non blok]]></category>
		<category><![CDATA[Ukraina]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=8210</guid>

					<description><![CDATA[<p>Jakarta, porosmedia.com &#8211; Lebih dari 800.000 warga sipil telah meninggalkan Ukraina, menurut PBB. Uni Eropa...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/peranan-indonesia-layaknya-menampung-pengungsi-ukraina/">Peranan Indonesia, Layaknya Menampung Pengungsi Ukraina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Jakarta, porosmedia.com</strong> &#8211; Lebih dari 800.000 warga sipil telah meninggalkan Ukraina, menurut PBB. Uni Eropa (UE) memperkirakan bahwa sekitar 4 juta orang mungkin sedang mencoba meninggalkan negara itu karena invasi Rusia. Adapun UE telah melonggarkan aturannya tentang pengungsi dan mengatakan negara-negara anggotanya akan menyambut para pengungsi dengan tangan terbuka.</p>
<p>Menanggapi hal tersebut, Muhammad Ichsan, Alumni Magister Kajian Asia Tenggara, Universitas Indonesia mengatakan peluang besar bagi Indonesia melihat ini sebagai bukti kepada bangsa &#8211; bangsa di dunia. Lebih tepatnya bagaimana peranan Indonesia dalam membaca peluang untuk menampung pengungsi perang asal Ukraina.</p>
<p>Sebelumnya melalui rilis Kedutaaannya di Jakarta, Duta besar Ukraina untuk Indonesia meminta dukungan dalam melawan serangan Rusia. Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons permintaan dukungan dari Ukraina itu dengan cara diplomatis khas bangsa ketimuran.</p>
<p>Mengutip dari media CNNIndonesia, soal sikap Pemerintah RI, Kemenlu menyampaikan kembali pernyataan Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), bahwasanya Indonesia mengajak anggota Majelis Umum PBB untuk fokus kepada upaya membawa perdamaian di Ukraina.</p>
<p>Dukungan Indonesia melalui perwakilan di PBB tersebut sebagai bentuk formatif serta gaya diplomatis ketimuran.</p>
<p>Alumni FKIP Sejarah Universitas Syiah Kuala tersebut menambahkan bahwa dalam poin yang dikeluarkan Kemenlu, keprihatinan Indonesia atas eskalasi konflik bersenjata di wilayah Ukraina sangat membahayakan keselamatan masyarakat serta berdampak bagi perdamaian di kawasan itu.</p>
<p>Maka dari poin itu, sekali lagi peluang Indonesia sangat besar dalam mendamaikan Ukraina &#8211; Rusia, serta turut serta sebagai negara fasilitator.</p>
<p>&#8220;Sebagai negara Non &#8211; Blok, Indonesia harus mencapai kesepakatan bersama yang berdampak positif, misalkan menerima pengungsi perang ukraina. Itu menurutnya lebih Fair,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ichsan menambahkan, Peluang Asia Tenggara sangat besar. Dikenal sebagai jalur transnasional lokasi penampungan korban konflik Asia Tenggara, khususnya Indonesia layak membantu menampung pengungsi bangsa Eropa Timur tersebut, ujarnya.</p>
<p>Komisi Eropa, Rabu (2/3), mengajukan proposalnya kepada negara-negara anggota Uni Eropa untuk membiarkan warga Ukraina yang melarikan diri dari invasi Rusia tinggal dan bekerja di blok itu selama dua tahun pertama.</p>
<p>Badan Urusan Pengungsi PBB (UNHCR), Selasa (2/3), memperkirakan satu juta warga Ukraina lainnya juga terpaksa mengungsi di dalam wilayah negara sendiri.</p>
<p>Komisi itu mengatakan proposal itu juga dapat meminta negara-negara anggota untuk memperpanjang perlindungan selama satu tahun lagi atau mengakhirinya jika situasi di Ukraina kembali stabil.</p>
<p>Rencana tersebut akan diajukan ke pertemuan menteri-menteri dalam negeri Uni Eropa pada Kamis dan harus disetujui sedikitnya oleh 15 negara anggota.</p>
<p>Negara-negara Eropa telah menyatakan dukungan luas untuk langkah tersebut dalam usaha mengatasi dampak dari invasi Rusia ke Ukraina. Jika disetujui, ini akan menjadi pertama kalinya blok tersebut mengaktifkan Kebijakan Perlindungan Sementara.</p>
<p>Kebijakan tersebut awalnya dibuat untuk pengungsi dari konflik yang melanda bekas Yugoslavia. Namun, hingga saat ini, kebijakan itu tidak pernah digunakan.</p>
<p>Muhammad IchsanP</p>
<p>Pengamat Kawasan Asia Tenggara</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/peranan-indonesia-layaknya-menampung-pengungsi-ukraina/">Peranan Indonesia, Layaknya Menampung Pengungsi Ukraina</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
