<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Denny JA - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/denny-ja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/denny-ja/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 11 Dec 2023 12:11:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Denny JA - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/denny-ja/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Prabowo &#8211; Gibran di Ambang Kemenangan</title>
		<link>https://porosmedia.com/prabowo-gibran-di-ambang-kemenangan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Dec 2023 12:11:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Denny JA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=16273</guid>

					<description><![CDATA[<p>𝐋𝐒𝐈 𝐃𝐄𝐍𝐍𝐘 𝐉𝐀 - 𝐃𝐞𝐬𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟐𝟑 Porosmedia.com &#8211; Akankah Prabowo-Gibran terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/prabowo-gibran-di-ambang-kemenangan/">Prabowo &#8211; Gibran di Ambang Kemenangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>𝐋𝐒𝐈 𝐃𝐄𝐍𝐍𝐘 𝐉𝐀 - 𝐃𝐞𝐬𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟐𝟑</p>
<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com</a> &#8211; Akankah Prabowo-Gibran terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden RI berikutnya, 2024-2029?</p>
<p>Bagi Prabowo, Pilpres kali ini seperti lagu terkenal 𝘌𝘭𝘷𝘪𝘴 𝘗𝘳𝘦𝘴𝘭𝘦𝘺: 𝘐𝘵’𝘴 𝘕𝘰𝘸 𝘰𝘳 𝘕𝘦𝘷𝘦𝘳.</p>
<p>Sejak Pilpres tahun 2004, Prabowo sudah ikut konvensi Partai Golkar untuk menjadi calon Presiden. Pilpres 2024 adalah Pemilu Presiden kelima yang ia ikuti.</p>
<p>Pilpres 2004, Prabowo gagal menjadi Capres Partai Golkar. Pilpres 2009, ia menjadi Cawapres Megawati dan gagal. Pilpres 2009 dan 2014, Prabowo menjadi Capres dan kembali gagal.</p>
<p>Jika gagal lagi kali ini di Pilpres 2024, Prabowo sudah menyatakan akan pensiun saja dan naik gunung. Jika tidak sekarang di Pilpres 2024 terpilih menjadi Presiden, Prabowo tak akan pernah menjadi Presiden Indonesia. 𝙉𝙤𝙬 𝙤𝙧 𝙉𝙚𝙫𝙚𝙧!</p>
<p>Jika tak ada blunder yang besar di kubu Prabowo – Gibran di sisa waktu menuju Februari 2024, besar kemungkinan Prabowo tidak pensiun dan naik gunung. Kini Prabowo-Gibran di ambang kemenangan. Selisih elektabilitasnya di atas 18% terhadap semua kompetitor!</p>
<p>Prabowo – Gibran elektabilitasnya saat ini sebesar 42.9%.<br />
Ganjar Pranowo – Mahfud MD berada di posisi kedua dengan elektabilitas 24.9%.<br />
Posisi ketiga adalah Anies Baswedan – Muhaimin Iskandar dengan elektabilitas sebesar 24.0%.</p>
<p>Tambahan suara yang diperlukan Prabowo – Gibran untuk menang satu putaran lebih kecil dibandingkan tambahan suara yang diperlukan pasangan Ganjar – Mahfud dan Anies – Muhaimin untuk lolos ke putaran kedua.</p>
<p>Pasangan Prabowo – Gibran untuk menang satu putaran memerlukan tambahan suara 7.2%. Ganjar – Mahfud untuk masuk ke putaran kedua butuh tambahan 8.4%.<br />
Anies – Muhaimin untuk masuk ke putaran kedua butuh tambahan 9.3%</p>
<p>Demikian temuan menarik dari hasil riset LSI Denny JA kali ini.</p>
<p>LSI Denny JA melakukan survei tatap muka (𝘧𝘢𝘤𝘦-𝘵𝘰-𝘧𝘢𝘤𝘦 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘷𝘪𝘦𝘸) dengan menggunakan kuesioner kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia. Dengan 1.200 responden, 𝘮𝘢𝘳𝘨𝘪𝘯 𝘰𝘧 𝘦𝘳𝘳𝘰𝘳 survei ini sebesar 2.9%.</p>
<p>Selain survei dengan metode kuantitatif, LSI Denny JA juga memperkaya informasi dan analisa dengan metode kualitatif, seperti analisis media, 𝘪𝘯-𝘥𝘦𝘱𝘵𝘩 𝘪𝘯𝘵𝘦𝘳𝘷𝘪𝘦𝘸, 𝘦𝘹𝘱𝘦𝘳𝘵 𝘫𝘶𝘥𝘨𝘦𝘮𝘦𝘯𝘵 dan 𝘧𝘰𝘤𝘶𝘴 𝘨𝘳𝘰𝘶𝘱 𝘥𝘪𝘴𝘤𝘶𝘴𝘴𝘪𝘰𝘯.</p>
<p>Survei dan riset kualitatif dilakukan pada tanggal 20 November – 3 Desember 2023.</p>
<p>-𝟬𝟬𝟬-</p>
<p>𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟭 : 𝗘𝗹𝗲𝗸𝘁𝗮𝗯𝗶𝗹𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗿𝗲𝘀</p>
<p>𝗛𝗮𝘀𝗶𝗹 𝘀𝘂𝗿𝘃𝗲𝗶 𝘀𝗶𝗺𝘂𝗹𝗮𝘀𝗶 𝗸𝗲𝗿𝘁𝗮𝘀 𝘀𝘂𝗮𝗿𝗮 𝗽𝗲𝗺𝗶𝗹𝘂 𝗣𝗶𝗹𝗽𝗿𝗲𝘀 𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗡𝗼𝘃𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟯: Prabowo – Gibran berada di posisi teratas dengan elektabilitas sebesar 42.9%.</p>
<p>Posisi kedua Ganjar – Mahfud dengan elektabilitas sebesar 24.9%. Posisi ketiga Anies – Muhaimin dengan 24.0%. Sebesar 7.7% menyatakan belum memutuskan/rahasia/tidak tahu/tidak jawab.</p>
<p>Prabowo – Gibran unggul 18% atas Ganjar &#8211; Mahfud, dan unggul 18.9% atas Anies – Muhaimin. Adapun selisih antara Ganjar – Mahfud dengan Anies – Muhaimin sebesar 0.9%.</p>
<p>Dilihat secara tren, elektabilitas Prabowo – Gibran dan Anies – Muhaimin terus menaik, sedangkan Ganjar –Mahfud terus menurun.</p>
<p>Pada survei Oktober 2023, elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 36.8%. Survei di awal bulan November elektabilitasnya naik menjadi 40.3%. Survei di akhir bulan November naik kembali ke angka 42.9%.</p>
<p>Begitu pula dengan elektabilitas Anies – Muhaimin, terdapat tren kenaikan. Pada survei Oktober 2023, elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 17.2%. Survei di awal bulan November 2023, elektabilitasnya naik menjadi 20.3%. Survei di akhir bulan November 2023 naik kembali 24.0%.</p>
<p>Sebaliknya, elektabilitas Ganjar – Mahfud sedang mengalami tren negatif. Elektabilitas pada bulan Oktober 2023 masih di angka 35.3%. Survei awal November 2023 elektabilitasnya menurun ke angka 28.6%. Survei di akhir November 2023 turun kembali ke angka 24.9%.</p>
<p>Ganjar dan Mahfud melakukan kesalahan fatal, blunder karena salah memilih strategi. Ibarat permainan catur, langkahnya secara emosional menyerang Jokowi, membuatnya kehilangan posisi, dan sangat, sangat, sangat sulit untuk kembali ke posisi semula.</p>
<p>Agak mengherankan blunder yang dibuat oleh Ganjar &#8211; Mahfud. Ini sejenis kesalahan elementer akibat kesalahan membaca data dan 𝘷𝘰𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘩𝘢𝘷𝘪𝘰𝘳.</p>
<p>Prabowo – Gibran untuk menang pemilu dalam satu putaran butuh tambahan suara sebanyak 7.2%. Jika perolehan nantinya di bawah 50%, maka akan masuk ke putaran kedua.</p>
<p>𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙥𝙚𝙩𝙖 𝙥𝙪𝙩𝙖𝙧𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙙𝙪𝙖 𝙨𝙖𝙖𝙩 𝙞𝙣𝙞?</p>
<p>Head to head Prabowo – Gibran vs Ganjar – Mahfud menempatkan Prabowo – Gibran unggul telak di atas 20%.<br />
Elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 53.2%. Elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 31%.</p>
<p>Head to head Prabowo – Gibran vs Anies – Muhaimin, juga menempatkan Prabowo &#8211; Gibran unggul telak di atas 20%. Elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 56.2%. Elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 28.0%.</p>
<p>-𝟬𝟬𝟬-</p>
<p>𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟮 : 𝗧𝗶𝗴𝗮 𝗣𝗮𝘀𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗖𝗮𝗽𝗿𝗲𝘀 𝗱𝗶 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗦𝗲𝗴𝗺𝗲𝗻</p>
<p>Pada kategori ekonomi (pendapatan), Prabowo &#8211; Gibran unggul di semua segmen ekonomi, dengan keunggulan tertinggi ada di segmen Wong Cilik (pendapatan di bawah Rp 2 juta/bulan).</p>
<p>Di segmen pendapatan di bawah Rp 2 juta/bulan elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 44.5%. Elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 26.6%. Elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 18.2%.</p>
<p>Di segmen pendapatan Rp 2 &#8211; 4 juta per bulan, elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 41.8%. Elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 30.8%. Elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 22.3%.</p>
<p>Di segmen pendapatan di atas Rp 4 juta per bulan, elektabilitas Prabowo – Gibran tertinggi dengan perolehan sebesar 39.7%. Elektabilitas Anies – Muhaimin di urutan kedua dengan 28.0%. Elektabilitas Ganjar – Muhaimin sebesar 25.4%.</p>
<p>Pada kategori pendidikan, Prabowo – Gibran unggul di pendidikan bawah dan menengah (tamat SD kebawah, tamat SMP sederajat, dan tamat SMA sederajat).<br />
Pendidikan atas (tamat D3 ke atas, keunggulan untuk Anies – Muhaimin.</p>
<p>Segmen pendidikan tamat SD ke bawah elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 47.3%. Elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 29.8%. Elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 14.5%.</p>
<p>Segmen pendidikan tamat SMP sederajat elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 43.0%. Elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 26.6%. Elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 23.4%.</p>
<p>Segmen pendidikan tamat SMA sederajat elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 40.2%. Elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 31.0%. Elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 20.5%.</p>
<p>Segmen pendidikan tamat diploma (D3) ke atas, elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 35.1%. Elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 32.1%. Elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 23.2%</p>
<p>Pada kategori usia, Prabowo – Gibran unggul di semua segmen usia dengan dukungan terbesar di usia muda (usia 30 tahun ke bawah).</p>
<p>Segmen usia 30 tahun ke bawah elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 51.9%. Elektabilitas Anies – Muhaimin sebesar 25.9%. Elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 17.3%.</p>
<p>𝘋𝘢𝘵𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘦𝘵𝘢𝘪𝘭 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘦𝘨𝘰𝘳𝘪 𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘱𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪.</p>
<p>Dari kategori pemeluk agama, Prabowo – Gibran unggul di pemeluk agama Islam dengan elektabilitas sebesar 43.3%.<br />
Pemeluk agama non-Islam elektabilitas terbesar diraih Ganjar – Mahfud dengan elektabilitas sebesar 49.0%.</p>
<p>Dari kategori jenis kelamin, Prabowo – Gibran unggul di segmen laki-laki dan segmen perempuan, dengan keunggulan tertinggi ada di segmen perempuan. Elektabilitas Prabowo – Gibran di segmen laki-laki sebesar 40.7%. Elektabilitas Prabowo – Gibran di segmen perempuan sebesar 45.1%.</p>
<p>𝘋𝘢𝘵𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘦𝘵𝘢𝘪𝘭 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘢𝘵𝘦𝘨𝘰𝘳𝘪 𝘢𝘨𝘢𝘮𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘦𝘯𝘪𝘴 𝘬𝘦𝘭𝘢𝘮𝘪𝘯 𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵 𝘥𝘪𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘱𝘢𝘳𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘥𝘪𝘴𝘦𝘳𝘵𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘪𝘯𝘪.</p>
<p>𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙖𝙩𝙚𝙜𝙤𝙧𝙞 𝙨𝙪𝙠𝙪?</p>
<p>Prabowo – Gibran unggul di lima suku yaitu Sunda, Batak, Madura, Melayu, dan suku lainnya. Anies – Muhaimin unggul di tiga suku yaitu Minang, Bugis, dan Betawi. Ganjar Mahfud unggul tipis di satu suku yaitu Jawa.</p>
<p>Di suku Jawa ini sebagai contoh, elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 39.3%. Elektabilitas Prabowo – Gibran 37.4%. Ganjar – Mahfud unggul 1.9% atas Prabowo – Gibran.</p>
<p>𝘋𝘢𝘵𝘢 𝘥𝘦𝘵𝘢𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘶𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘱𝘢𝘳𝘢𝘯.</p>
<p>Dari kategori pemilih partai politik, Prabowo – Gibran unggul di lima pemilih partai yaitu Gerindra (dukungan pemilih Gerindra sebesar 81.5%), Golkar (59.8%), PAN (47.7%), PPP (41.6%), Demokrat (73.9%).</p>
<p>Anies – Muhaimin unggul di tiga pemilih partai yaitu PKS (85.6%), PKB (41.8%), dan Nasdem (70.2%).</p>
<p>Ganjar – Mahfud unggul di satu pemilih partai yaitu PDIP dengan dukungan di pemilih PDIP sebesar 72.3%.</p>
<p>𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙙𝙖𝙧𝙞 𝙠𝙖𝙩𝙚𝙜𝙤𝙧𝙞 𝙬𝙞𝙡𝙖𝙮𝙖𝙝 𝙙𝙖𝙣 𝙠𝙚𝙥𝙪𝙖𝙨𝙖𝙖𝙣 𝙩𝙚𝙧𝙝𝙖𝙙𝙖𝙥 𝙋𝙧𝙚𝙨𝙞𝙙𝙚𝙣 𝙅𝙤𝙠𝙤𝙬𝙞?</p>
<p>Dari kategori wilayah, Prabowo – Gibran unggul di empat wilayah yaitu Jawa (41.6%), Kalimantan (55.5%), Sulawesi (59.7%), dan Maluku – Papua (44.8%)</p>
<p>Anies – Muhaimin unggul di Sumatera dengan dukungan sebesar 39.8%. Sedangkan Ganjar – Mahfud sama unggul di satu wilayah yaitu Bali-NTB-NTT dengan dukungan sebesar 40.9%.</p>
<p>𝘋𝘢𝘵𝘢 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘥𝘦𝘵𝘢𝘪𝘭 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘦𝘯𝘢𝘪 𝘥𝘶𝘬𝘶𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘸𝘪𝘭𝘢𝘺𝘢𝘩 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘥𝘪𝘭𝘪𝘩𝘢𝘵 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘱𝘢𝘳𝘢𝘯.</p>
<p>Di segmen yang sangat puas/puas terhadap presiden Jokowi, mayoritas memilih Prabowo – Gibran.<br />
Di segmen ini Prabowo – Gibran mendapatkan 46.1%.<br />
Ganjar – Mahfud mendapatkan 28.9%.<br />
Anies – Muhaimin mendapatkan 15.7%.</p>
<p>Di segmen yang kurang/tidak puas terhadap Presiden Jokowi, mayoritas memilih Anies – Muhaimin.<br />
Di segmen ini Anies – Muhaimin mendapatkan 56.8%.<br />
Prabowo – Gibran mendapatkan 30.8%.<br />
Ganjar – Mahfud mendapatkan 10.1%.</p>
<p>Prabowo- Gibran unggul di banyak segmen pemilih. Pasangan ini hanya kalah di pemilih yang tinggi pendidikannya, beragama non-Islam, di suku Jawa (karena kalah telak di Jawa Tengah, walau menang di Jawa Barat dan Jawa Timur), dan kalah di pemilih partai utama pendukung Capres lain.</p>
<p>-𝟬𝟬𝟬-</p>
<p>𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟯 : 𝗕𝗹𝘂𝗻𝗱𝗲𝗿 𝗞𝘂𝗯𝘂 𝗚𝗮𝗻𝗷𝗮𝗿 : 𝗕𝗲𝗿𝗲𝘀𝗶𝗸𝗼 𝗚𝘂𝗴𝘂𝗿 𝗱𝗶 𝗣𝘂𝘁𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝘁𝗮𝗺𝗮</p>
<p>Di bulan Januari 2023, Ganjar sempat unggul atas Prabowo, apalagi atas Anies Baswedan. Namun elektabilitas Ganjar mengalami penurunan karena blunder demi blunder. Di bawah ini hanya ditampilkan persentase dua blunder-nya.</p>
<p>Pertama, penolakan Ganjar terhadap piala dunia U-20 (Maret 2023) menuai banyak respon negatif. Data survei LSI Denny JA merekam elektabilitas Ganjar turun dari 36.2% (Maret 2023) menjadi 32.4% (April 2023).</p>
<p>Kedua, kubu Ganjar/PDIP kritik keras Jokowi (isu dinasti, demokrasi mendung, neo-orde baru). Data survei LSI Denny JA merekam elektabilitas Ganjar &#8211; Mahfud turun dari 35.3% (Oktober 2023) ke 28.6% (awal November 2023), dan turun lagi menjadi 24.9% di November akhir.</p>
<p>𝙈𝙚𝙣𝙜𝙖𝙥𝙖 𝙠𝙧𝙞𝙩𝙞𝙠 𝙅𝙤𝙠𝙤𝙬𝙞, 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙂𝙖𝙣𝙟𝙖𝙧 𝙢𝙚𝙣𝙪𝙧𝙪𝙣?</p>
<p>Dari Oktober 2023 ke November 2023 akhir perginya pemilih Jokowi (pemilih puas Jokowi) dari Ganjar sebesar 10.5%. Pada Oktober 2023 pemilih Jokowi yang mendukung Ganjar – Mahfud sebesar 39.4%. Pada November 2023 awal turun menjadi 31.9%. Kemudian turun lagi menjadi 28.9% pada akhir November 2023.</p>
<p>𝘽𝙖𝙜𝙖𝙞𝙢𝙖𝙣𝙖 𝙙𝙚𝙣𝙜𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙡𝙞𝙨𝙞𝙝 𝙂𝙖𝙣𝙟𝙖𝙧 𝙙𝙖𝙣 𝘼𝙣𝙞𝙚𝙨?</p>
<p>Ganjar dan Anies kini selisihnya tinggal 0.9%. Selisihnya di bawah satu persen. Padahal sebelumnya pernah mencapai dua digit bahkan menyentuh lebih dari 20%.</p>
<p>Pada Agustus 2023 selisihnya masih di angka 16.1%. Bahkan selisih ini pernah naik di bulan berikutnya yaitu September menjadi 21.9%. Masuk bulan Oktober 2023, selisih berkurang menjadi 18.1%. November awal 2023 selisih mengecil menjadi 8.3%. Di November akhir 2023, selisih mengecil kembali menjadi 0.9%.</p>
<p>-𝟬𝟬𝟬-</p>
<p>𝗕𝗮𝗴𝗶𝗮𝗻 𝟰 : 𝗦𝗮𝘁𝘂 𝗣𝘂𝘁𝗮𝗿𝗮𝗻 𝗮𝘁𝗮𝘂 𝗗𝘂𝗮 𝗣𝘂𝘁𝗮𝗿𝗮𝗻 ?</p>
<p>Prabowo – Gibran dan Anies Muhaimin terus menaik, Ganjar – Mahfud terus menurun. Pada bulan Oktober 2023 elektabilitas Prabowo – Gibran sebesar 36.8%.</p>
<p>November Awal 2023 elektabilitasnya naik menjadi 40.3%, dan naik kembali di November akhir menjadi 42.9%.</p>
<p>Anies – Muhaimin memperlihatkan tren yang sama yaitu naik. Pada Oktober 2023 elektabilitasnya mencapai 17.2%. Awal November naik menjadi 20.3%. November awal naik kembali menjadi 24.0%.</p>
<p>Ganjar – Mahfud secara tren mengalami penurunan. Pada Oktober 2023 elektabilitasnya sebesar 35.3%. November awal 2023 turun menjadi 28.6%. dan Akhir November 2023 turun kembali menjadi 24.9%.</p>
<p>Untuk satu putaran harus ada pasangan Capres yang perolehan suaranya melebihi 50%. Prabowo Gibran saat ini elektabilitasnya sebesar 42.9%. Sehingga untuk melebihi 50% masih butuh tambahan 7.2%.</p>
<p>Untuk masuk dua putaran suara yang dibutuhkan 33.3%. Saat ini elektabilitas Ganjar – Mahfud sebesar 24.9% sehingga masih butuh tambahan 8.4%. Untuk Anies – Muhaimin, elektabilitas saat ini 24%, sehingga butuh tambahan 9.3%.</p>
<p>Tambahan persentase Prabowo – Gibran untuk menang satu putaran (7.2%) lebih kecil dibandingkan Ganjar – Mahfud untuk lolos ke putaran kedua (8.4%) atau Anies – Muhaimin lolos ke putaran kedua (9.3%).</p>
<p>Masih tersisa 2 bulan lagi untuk memastikan apakah Pilpres akan berlangsung satu putaran, atau dua putaran.</p>
<p>-𝟬𝟬𝟬-</p>
<p>𝗧𝗲𝗿𝗱𝗮𝗽𝗮𝘁 𝗲𝗻𝗮𝗺 𝗸𝗲𝘀𝗶𝗺𝗽𝘂𝗹𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗿𝗶𝗹𝗶𝘀 𝗗𝗲𝗻𝗻𝘆 𝗝𝗔 𝗸𝗮𝗹𝗶 𝗶𝗻𝗶:</p>
<p>Pertama, Prabowo – Gibran di ambang kemenangan karena selisih elektabilitasnya di atas 18% terhadap kompetitor dan terus menanjak.</p>
<p>Kedua, Ganjar – Mahfud melakukan blunder yang fatal karena menyerang Jokowi, menyebabkan eksodus pemilih yang puas atas Jokowi secara signifikan.</p>
<p>Ketiga, selisih Ganjar dan Anies terus menerus mengecil dan tersisa jarak di bawah 1%.</p>
<p>Keempat, jika tidak ada perubahan strategi menyerang Jokowi, Ganjar dapat dikalahkan Anies dan tersingkir di putaran pertama.</p>
<p>Kelima, Pilpres dapat berlangsung satu putaran jika dalam dua bulan ini Prabowo – Gibran dapat tambahan suara 7.2%.</p>
<p>Keenam, tambahan surat yang diperlukan Prabowo – Gibran untuk menang satu putaran lebih kecil dibandingkan tambahan suara yang diperlukan Ganjar – Mahfud dan Anies – Muhaimin untuk lolos putaran kedua.</p>
<p>Lagu Elvis Presley itu masih populer hingga saat ini: It’s Now or Never. Seperti lagu Elvis, ini menjadi 𝘵𝘩𝘦 𝘭𝘢𝘴𝘵 𝘥𝘢𝘯𝘤𝘦 bagi Prabowo. Jika saat ini ia kembali gagal menang (NOW), maka ia tak akan pernah menjadi Presiden RI (NEVER).</p>
<p>Kini posisi Prabowo- Gibran di ambang kemenangan. Angin bertiup untuk perahu Prabowo &#8211; Gibran menuju pantai harapan. Yang penting sejauh di sisa waktu, Prabowo atau Gibran tak melakukan blunder besar. ***</p>
<p>𝗔𝘄𝗮𝗹 𝗗𝗲𝘀𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿 𝟮𝟬𝟮𝟯</p>
<p>Data dan analisa detail dapat dibaca di Link:</p>
<p>https://drive.google.com/file/d/1nrBgjCy4UeAGIyP-Z0SD-8WyuWvP8bpq/view?usp=drivesdk in</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/prabowo-gibran-di-ambang-kemenangan/">Prabowo &#8211; Gibran di Ambang Kemenangan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nominasi Nobel Sastra: Dari Pramoedya Ananta Toer Ke Denny JA</title>
		<link>https://porosmedia.com/nominasi-nobel-sastra-dari-pramoedya-ananta-toer-ke-denny-ja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Jan 2022 01:31:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Denny JA]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Informasi Menarik]]></category>
		<category><![CDATA[Nominasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=4283</guid>

					<description><![CDATA[<p>Poros Media &#8211; Mereka yang kelasnya di tingkat hadiah nobel, baik yang terpilih ataupun yang...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/nominasi-nobel-sastra-dari-pramoedya-ananta-toer-ke-denny-ja/">Nominasi Nobel Sastra: Dari Pramoedya Ananta Toer Ke Denny JA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://porosmedia.com/">Poros Media</a> &#8211; Mereka yang kelasnya di tingkat hadiah nobel, baik yang terpilih ataupun yang dicalonkan melalui prosedur resmi, pastilah memiliki karakter karya yang kuat, dengan gagasan besar yang mewarnainya.</p>
<p>Melalui kesimpulan ini, penulis masuk ke topik nobel sastra, Pramoedya Ananta Toer dan Denny JA.</p>
<p>Desember, akhir tahun 2021, jagad sastra dan budaya Indonesia kembali menghangat. Luas menjadi percakapan, The Swedish Academy, panitia Nobel Sastra, mengundang komunitas puisi esai mencalonkan sastrawan Indonesia untuk Nobel Sastra 2022.</p>
<p>Komunitas puisi esai memenuhi undangan itu dengan mencalonkan Denny JA. Maka sepanjang sejarah dunia sastra Indonesia, yang pernah dicalonkan hadiah nobel sastra dengan prosesur resmi, lewat undangan The Swedish Academy, hanya dua sastrawan: Pramoedya Ananta Toer dan Denny JA.</p>
<p>Tapi mengapa hanya mereka berdua yang pernah dicalonkan melalui prosedur resmi? Bukankah di tahun 2021, Indonesia sudah merdeka 76 tahun? Bukankah banyak sekali sastrawan berbakat di Indonesia?</p>
<p>Penulis ingin menjawab pertanyaan itu dengan menggali penerima nobel sastra terakhir, di tahun 2021. Ia adalah Abdulrazak Gurnah.</p>
<p>Dengan menggali kisah Abdulrazak, kini mudah memahami mengapa hanya Pramoedya dan Denny JA yang pernah dicalonkan di Indonesia, melalui prosedur undangan dari the Swedish Academy.</p>
<p>&#8211; &#8211;</p>
<p>Ketika Abdulrazak diumumkan menang nobel sastra 2021 banyak yang terpana. Siapakah Abdulrazak? Elit sastra saat itu bahkan tak banyak yang mengenal namanya.</p>
<p>Terdengar berita, Abdulrazak adalah novelis kelahiran Tanzania. Tapi bahkan elit politik, ekonomi dan budaya di Tanzania juga tak mengenalnya.</p>
<p>Kini kita sepenuhnya paham. Walau lahir di Tanzania, Abdulrazak sudah meninggalkan negeri itu sejak ia berusia 18 tahun. Ia berdiam di Inggris dan mengajar di University of Kent. Tak heran elit Tanzania tak mengenal namanya.</p>
<p>Abdulrazak seorang imigran, semacam pengungsi yang datang ke Inggris. Ia beruntung dapat menyelesaikan Ph.D di Inggris. Kerinduannya pada Tanzania, kampung halaman, itulah awal riwayatnya sebagai penulis.</p>
<p>Walau novelnya dianggap bernilai sastra tinggi, tapi novelnya tak bernilai komersial. Ia sangat jarang dibicarakan elit komunitas sastra di dunia barat. Ini yang membuat namanya tak dikenal.</p>
<p>Tapi dalam pertimbangan panitia nobel, Abdulrazak layak dimenangkan. Kritikus sastra mengidentifikasi tiga hal ini yang memenangkan Abdulrazak.</p>
<p>Pertama, walau ia dari Tanzania, tapi karya Abdulrazak tersedia dalam bahasa Inggris. Penerjemahan karya ke dalam bahasa Inggris menjadi syarat elementer jika seorang ingin dipertimbangkan oleh panitia nobel.</p>
<p>Kedua, ada gagasan besar yang konsisten, yang mewarnai hampir semua karya Abdulrazak. Ia tak hanya menulis novel. Tapi Ia menulis dan menyebarkan gagasan kuat dalam novelnya.</p>
<p>Gagasan yang dibawa Abdulrazak itu adalah gagasan yang tak hanya penting bagi negaranya Tanzania, tapi juga bergaung di dunia barat. Itu adalah gagasan soal kondisi pengungsi, imigran, kolonialisme, dan budaya di dunia yang terpinggirkan.</p>
<p>Ketiga, kelahirannya di Tanzania, dan asalnya yang kulit hitam, itu justru menambah kuat. Sejak lama panitia nobel dikritik karena terlalu western- centris. Lebih dari 50 persen pemenang nobel sastra hanya berasal dari lima negara saja: Perancis, Amerika Serikat, Inggris, Swedia dan Jerman.</p>
<p>Mereka yang berasal dari luar dunia barat kini justru menambah daya tarik untuk menghilangkan bias western centris itu.</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga : </strong><a href="https://porosmedia.com/dankodiklatad-terima-bintang-bhayangkara-pratama-di-mabes-polri/"><strong>Dankodiklatad Terima Bintang Bhayangkara Pratama Di Mabes Polri</strong></a></p>
<p>&#8211; &#8211;</p>
<p>Melalui tiga alasan itulah kita dapat menilai mengapa di Indonesia hingga tahun 2021, yang memenuhi prosedur resmi, undangan The Swedish Academy, baru mencalonkan dua sastrawan saja: Pramoedya Ananta Toer dan Denny JA.</p>
<p>Pram menulis karya-karyanya dengan perjuangan yang prima, baik secara intelektual maupun non intelektual. Dia mengalami layaknya para tokoh dunia melalui deraan dan pergulatan imaji di dalam ruangan yang tidak diinginkan.</p>
<p>Tokoh sekaliber Soekarno katika menulis Indonesia Menggugat berada di ruang tahanan. Pun seperti Gramsci, tulisan-tulisannya yang dikumpulkan dalam The Prison Note Book ditulis dalam penjara.</p>
<p>Karya Pram yang terkenal disebut tetralogi Buru dilahirkan dalam tahanan puluhan tahun di Pulau Buru. Dia melakukan kerja penulisan dengan penuh keprihatinan dan lara lapa  secara wadag dan batin sehingga tidak mengherankan karya karyanya yang lebih dari 50 an memiliki kualitas prima baik secara estetika bahasa, cerita, maupun nilai sastranya.</p>
<p>Novel tetralogi karya Pramoedya merupakan serial panjang kisah manusia dengan segala aspek kompleksitas kehidupannya. Dimulai dengan pengenalan tokoh Minke yang dikenalkan sebagai tokoh Jawa totok, anak seorang pejabat bupati yang baru diangkat.</p>
<p>Dia menjalin asmara dengan seorang gadis cantik, Annelise, keturunan Indo- Belanda dari keluarga Mellema dengan pasangan Nyai Ontosoroh. Novel tetralogi terdiri dari Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah dan terakhir Rumah Kaca .</p>
<p>Gagasan soal kolonialisme, perjuangan kesetaraan manusia, isu kemerdekaan, menjadi sangat kental dalam novel Pramoedya.</p>
<p>Karya Pram banyak pula sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris.</p>
<p>&#8211; &#8211;</p>
<p>Bagaimana dengan Denny JA? Denny sendiri muncul dalam khazanah sastra Indonesia mengalami polemik pro dan kotra yang berkepanjangan hingga kini. Lepas dari itu semua, karya Denny lebih dari 300 an  yang sudah didigitalkan sangat pantas untuk memperoleh penghargaan tertinggi itu.</p>
<p>Pergulatan imaji dan kerja intelektual melahirkan ratusan karya dibutuhkan ketekunan intelektual yang prima.</p>
<p>Polemik tentang sastra memang penting terutama jika yang dibicarakan karya sastranya. Persoalan estetika ganre sastra sangat perlu dibincangkan di ranah manapun.</p>
<p>Bahkan, jika masalah estetika, definisi, dan kategorisasi sastra dipolemikan di kalangan sastrawan itu sendiri sangat bagus karena berdampak pada dialektika pemikiran dan teori.</p>
<p>Pada akhirnya sastra menjadi berkembang dengan sehat dan bermartabat. Oleh karena itu, saya tergerak meneliti struktur pembangun pisi esai penyair indonesia dan fungsinya bagi masyarakat di media sosial tahun 2018 yang dibiayai lembaga penelitian Unnes dengan skim dana hibah profesor.</p>
<p>Gagasan besar yang muncul di banyak karya sastra Denny JA adalah anti diskriminasi, kebebasan, hak asasi manusia. Gagasan ini kental terasa.</p>
<p>&#8211; &#8211;</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Baca Juga : <a href="https://porosmedia.com/ini-dia-urutan-pangkat-tni/">Ini Dia Urutan Pangkat TNI</a></strong></p>
<p>Karya Pram (Pramoedya Anta Toer) terutama dalam tetralogi karyanya menandakan kritiknya terhadap pengagungan aliran romantik yang cenderung mekanik dan mengedepankan estetika bahasa.</p>
<p>Meskipun karya Pram ditulis dengan estetika bahasa yang bagus, jika dipandang dari segi ideologi teks, karya Pram memberi inspirasi membongkar kemapanan yang selama ini dibangun dan menjadi tembok pemisah serta mengkotak berbagai jenis karya sastra di Indonesia.</p>
<p>Sastra harus berbicara realita di zamannya. Sastra sebaiknya tidak terpisah dengan dunia yang ada di sekelilingnya, bukan cerita romantik yang meninabobokan pembaca.</p>
<p>Tokoh sastra tidak harus orang yang terpinggirkan baik secara politik maupun status sosialnya. Sastra harus memberi inspirasi secara sosial dan lebih jauh harus bermanfaat bagi masyarakatnya.</p>
<p>Inilah karya Pram bagi rezim penguasa waktu itu dipandang “membahayakan” kepapanan penguasa.</p>
<p>Meskipun Pram menciptakan tokoh Minke dari kaum priyayi (anak bupati zaman kolonial), Minke digambarkan sebagai pemuda yang keluar dan bersikap masa bodoh dengan adat tradisi keluarganya.</p>
<p>Dia berani menentang kemauan ayahnya, orang tuanya. Minke berjuang untuk memperjuangkan cintanya dengan gadis Indo Belanda yang bukan kelasnya. Minke juga menentang keinginan orang tuanya untuk memutuskan hubungan dengan anak seorang nyai yang dalam tradisi priiyayi Jawa direndahkan.</p>
<p>Minke menghargai kesetaraan manusia sebagai makhluk sosial yang karenanya menjebol tembok pemisah ideologi feodalistik.</p>
<p>Dalam pandangan romantik yang selama ini digunakan, sastra menjadi terdefinisi sesuai dengan kaidah estetis yang kaku dan cenderung absolut. Sastra menjadi dibedakan antara sastra serius dan karenanya diajarkan di sekolah-sekolah.</p>
<p>Dalam konteks ini cerita silat, cerita remaja yang dicetak secara besar-besaran  seperti Cowok Komersil, Ali Topan, Puspa Indah Taman Hati,  tidak masuk dalam definisi sastra ini. Mereka digolongkan  pada jenis sastra populer yang memiliki tema hitam putih.</p>
<p>Perin menyebutnya dalam kelompok escape literature tidak masuk dalam definisi sastra. Sementara Layar Terkembang dan sebangsanya masuk dalam kelompok sastra serius (interpretive lietarure) sehingga layak diajarkan di sekolah-sekolah, meskipun sebenarnya pandangan ini lemah, apa  batasan yang disebut novel serius dan populer.</p>
<p>Ariel Heryanto mencatat ada 3 jenis sastra di Indonesia, sastra resmi atau serius sehingga pantas diajarkan di sekolah, sastra yang dipinggirkan termasuk di dalamnya sastra populer, sastra daerah, dan sastra yang dilarang.</p>
<p>Karya Pram termasuk kelompok pembagian yang terakhir. Kurun munculnya aliran romantik sekitar abad 19 ini menerpa sastra dunia tak pelak pula di indonesia.</p>
<p>Karya penerbit balai pustaka menjadi saksi aliran romantik ini kuat masuk cukup deras. Laporan penelitian Faruk (2001) terangkum dalam belenggu pascakolonial yang meneliti novel Indonesia tradisi balai pustaka</p>
<p>Namun sebenarnya, jebolnya tembok romantik yang sebenarnya warisan kolonial muncul pula dipelopori para pengarang tahun 1970-81 an, seperti Gerson Poyk dalam karyanya Sang Guru,  Korrie Layun Rampan dalam Upacara, Putu Wijaya dalam Tiba-tiba Malam, Ahmad Tohari dalam trilogi Ronggeng Dukuh Paruk, Arswendo dalam Canting, Chairul Harun dalam Warisan dan masih banyak seperti Umar Kayam menulis dengan gaya warna lokalnya itu.</p>
<p>Pram melalui karyanya meruntuhkan mimpi mimpi romantik yang selalu dihembuskan wacana kolonial. Mengikuti teoretisi dari tokoh trinitas pascakolonial seperti Edward said, Gayatri spivak, dan Homi K Bhabha tetralogi Buru merupakan contoh aplikasi teori mimikri, ambiguitas, dan hibriditas wacana kolonial itu.</p>
<p>Melalui karyanya, Pram menyodorkan konsep realisme sosial sebagai tandingan romantisme yang selalu memuja kepahlawanan, cinta, cita- cita yang ideal. Sebaliknya, Pram menggambarkan realitas faktual dan sosial yang penuh dengan kenyataan sosial seperti rasisme, penindasan, kegetiran hidup, dan eksploitasi sosial.</p>
<p>&#8211; &#8211;</p>
<p>Sementara itu, Denny JA dalam ratusan karyanya seperti Atas Nama Cinta, membawa semangat kebebasan, kesetaraan, dan kreativitas. Dalam karyanya, Denny menampilkan tokoh dalam puisi esainya diambil dari orang-orang yang terbelakang, korban penggusuran, korban kesia-saan sebagai manusia yang berasal dari manapun.</p>
<p>Cerita yang dipahatkan dalam puisi esai karyanya diambil dari peristiwa nyata yang menyentuh empati penyairnya. Mereka berasal dari “orang orang” yang terbuang dari lingkungan sosialnya, atau tercerabut dari adat masyarakatnya.</p>
<p>Pendek kata, rasa empati dan simpati penyair ketika melihat tindak ketidakadilan, sewenang-wenang, dan ketimpangan sosial menjadi bahan mentah karyanya sekaligus digunakan untuk mnyampaikan gagasan dan pikirannya menyelesaikan berbagai masalah sosial.,</p>
<p>Aliran romantik ditandai dengan puja bahasa puitik. Sastra haruslah berbahasa puitik, indah, mempesona sehingga menjadi semacam &#8221; pakem&#8221;. Yang disebut puisi haruslah sebagaimana bahasa pakem itu.</p>
<p>Denny (sebagaimana dalam laporan penelitian Supriyanto, 2019) menyodorkan konsep puisi esai yang didasarkan pada fakta sosial, kebebasan dan kreatif memilih topik cerita dan bahasa, bebas serta keluar dari tipografi pola puisi.</p>
<p>Menurut Denny, unsur pembangun puisi esai memiliki ciri sebagai berikut. (1) ditulis secara naratif, (2) panjang serta mengisahkan suatu kejadian, (3) ditulis berdasarkan fakta sebuah peristiwa dengan cara dramatis, berbeda sebagaimana lazimnya sebuah puisi konvensional dan, (4) diberi catatan kaki untuk referensi peristiwa,(5)  berkisah dari kesedihan, kepiluan, dan tragis, (6) kejiannya di sebuah wilayah lokal tertentu.</p>
<p>Bagi Denny, puisi harus memiliki fungsi bagi masyarakatnya, yaitu (1) sebagai cermin masyarakatnya, (2) memori kolektif, (3) pengingat bagi pengambil kebijakan, (4) memberikan kesadaran akan keberbedaan dalam sebuah masyarakat.</p>
<p>&#8211; &#8211;</p>
<p style="text-align: center;"><a href="https://porosmedia.com/pengertian-wewenang-dan-tugas-polisi/"><strong>Baca Juga : Pengertian, Wewenang, dan Tugas Polisi</strong></a></p>
<p>Sebagai penutup, dari kedua calon penerima hadiah nobel memiliki kesamaan pandangan bahwa keduanya menghargai dan menghormati kebebasan dan kesetaraan, serta ditambah Denny mengenai kreativitas.</p>
<p>Karya Denny menginspirasi dan berdampak secara teoretik terhadap paradigma teori sastra masa kini yaitu menguatkan kritik ideologis sastra Indonesia.</p>
<p>Tak heran mengapa hanya Pramoedya dan Denny JA, yang hingga tahun 2021 ini dicalonkan ke nobel sastra melalui prosedur resmi, melalui undangan The Swedish Academy, panitia nobel sastra.</p>
<p>Pada Pramoedya, juga pada Denny JA, ditemukan unsur sebagaimana dimiliki oleh Abdurazak Gurnah: kekuatan karakter dan gagasan besar yang konsisten dalam banyak karyanya.</p>
<p>Oleh: Prof. Dr. RM Teguh Supriyanto</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/nominasi-nobel-sastra-dari-pramoedya-ananta-toer-ke-denny-ja/">Nominasi Nobel Sastra: Dari Pramoedya Ananta Toer Ke Denny JA</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
