<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PLTSA - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/pltsa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/pltsa/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 23 May 2026 05:29:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>PLTSA - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/pltsa/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>FPHJ Soroti Krisis Ekologis Jawa Barat: Tekanan Sampah di Sarimukti Ancam Kawasan Hutan dan Resapan Air</title>
		<link>https://porosmedia.com/fphj-soroti-krisis-ekologis-jawa-barat-tekanan-sampah-di-sarimukti-ancam-kawasan-hutan-dan-resapan-air/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 05:29:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Poros Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Eka Santosa]]></category>
		<category><![CDATA[Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ)]]></category>
		<category><![CDATA[FPHJ]]></category>
		<category><![CDATA[PLTSA]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=43981</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung – Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ) mengeluarkan pernyataan sikap terkait kondisi kedaruratan sampah...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/fphj-soroti-krisis-ekologis-jawa-barat-tekanan-sampah-di-sarimukti-ancam-kawasan-hutan-dan-resapan-air/">FPHJ Soroti Krisis Ekologis Jawa Barat: Tekanan Sampah di Sarimukti Ancam Kawasan Hutan dan Resapan Air</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung – Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ) mengeluarkan pernyataan sikap terkait kondisi kedaruratan sampah yang melanda wilayah Jawa Barat, khususnya di kawasan Bandung Raya. Hal ini disampaikan menyusul data timbulan sampah nasional tahun 2024 yang mencapai angka krusial 33,79 juta ton per tahun.</p>
<p dir="ltr">​Ketua Forum Penyelamat Hutan Jawa (FPHJ), Eka Santosa, menegaskan bahwa beban sampah di Jawa Barat yang diperkirakan mencapai 25.000 ton per hari telah menciptakan tekanan ekologis yang sangat serius. Menurutnya, persoalan ini bukan sekadar masalah teknis pembuangan, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan lingkungan jangka panjang.</p>
<p dir="ltr">​<i>&#8220;Kondisi saat ini menunjukkan Jawa Barat sedang menghadapi tekanan ekologis yang luar biasa, mulai dari overload TPA, pencemaran lingkungan, krisis Daerah Aliran Sungai (DAS), hingga ancaman langsung terhadap kawasan hutan dan daerah resapan air,&#8221;</i> ujar Eka Santosa di Jalan Pasirimpun Atas Sekebalimbing, Cimenyan, Bandung, Sabtu (23/5/2026).</p>
<p dir="ltr">​<b>Risiko Lingkungan di Kawasan Sarimukti</b></p>
<p dir="ltr">Eka menyoroti secara khusus kondisi Tempat Pengolahan Kompos (TPA) Sarimukti yang menjadi tumpuan bagi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Bandung Barat. Secara geografis, Sarimukti merupakan kawasan penyangga ekologis yang berdekatan dengan hutan dan area resapan air.</p>
<p dir="ltr">​Pihak FPHJ mencatat setidaknya tujuh risiko utama akibat beban sampah yang terus meningkat, di antaranya pencemaran air lindi (<i>leachate</i>), degradasi kualitas tanah, peningkatan emisi gas metan, serta potensi kebakaran <i>landfill</i> yang sulit dikendalikan. Lebih jauh, gangguan kualitas udara dan tekanan terhadap DAS di sekitar kawasan tersebut berpotensi memicu bencana ekologis yang lebih luas.</p>
<p dir="ltr">​<b>Tanggapan Terhadap Rencana PLTSa</b></p>
<p dir="ltr">Mengenai rencana penerapan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PLTSa) atau <i>Waste-to-Energy</i> di Sarimukti, FPHJ memberikan catatan kritis. Meskipun teknologi tersebut diakui dapat menjadi bagian dari solusi dalam kondisi darurat sampah perkotaan, Eka menekankan agar kebijakan tersebut tidak dipandang sebagai solusi tunggal.</p>
<p dir="ltr">​Eka menggarisbawahi bahwa integrasi antara teknologi dan perbaikan tata kelola lingkungan secara menyeluruh adalah kunci utama. Penanganan sampah harus diletakkan dalam kerangka perlindungan kawasan hutan dan pemulihan daya dukung lingkungan di Jawa Barat agar tidak mengorbankan ekosistem esensial demi solusi jangka pendek.</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/fphj-soroti-krisis-ekologis-jawa-barat-tekanan-sampah-di-sarimukti-ancam-kawasan-hutan-dan-resapan-air/">FPHJ Soroti Krisis Ekologis Jawa Barat: Tekanan Sampah di Sarimukti Ancam Kawasan Hutan dan Resapan Air</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Urgensi Visi Farhan: Menghidupkan Kembali Asa PLTSa demi Kedaulatan Lingkungan Bandung</title>
		<link>https://porosmedia.com/urgensi-visi-farhan-menghidupkan-kembali-asa-pltsa-demi-kedaulatan-lingkungan-bandung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jan 2026 19:10:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Dada Rosada]]></category>
		<category><![CDATA[Dedi Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Energi Sampah]]></category>
		<category><![CDATA[Erwin]]></category>
		<category><![CDATA[Farhan]]></category>
		<category><![CDATA[PLTSA]]></category>
		<category><![CDATA[sampah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=39540</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H.(Pengamat Kebijakan Publik dan Politik) ​Porosmedia.com, Bandung – Kota Bandung...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/urgensi-visi-farhan-menghidupkan-kembali-asa-pltsa-demi-kedaulatan-lingkungan-bandung/">Urgensi Visi Farhan: Menghidupkan Kembali Asa PLTSa demi Kedaulatan Lingkungan Bandung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr">Oleh: R. Wempy Syamkarya, S.H., M.H<b>.</b><i>(Pengamat Kebijakan Publik dan Politik)</i></p>
<p dir="ltr"><a href="http://Porosmedia.com/">​Porosmedia.com,</a> Bandung – Kota Bandung hari ini berada di titik nadir krisis ekologi. Status &#8220;Darurat Sampah&#8221; bukan sekadar label, melainkan ancaman nyata di depan mata. TPA Sarimukti yang menjadi tumpuan utama telah melampaui kapasitas hingga 700%, dengan risiko penghentian operasional total dalam waktu dekat. Dengan produksi sampah mencapai 1.594,18 ton per hari—di mana 44,52% merupakan sampah organik—Bandung sedang &#8220;berlomba dengan waktu&#8221; untuk menghindari kelumpuhan sistem sanitasi kota.</p>
<p dir="ltr">​Upaya-upaya seperti program <i>Kang Pisman</i> (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) hingga pembangunan TPST di berbagai titik dengan teknologi RDF (<i>Refuse-Derived Fuel</i>) patut diapresiasi. Namun, secara objektif, langkah ini belum mampu mengimbangi laju timbulan sampah yang masif. Pernyataan Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, yang mengimbau pengelolaan swadaya, secara tersirat menunjukkan adanya <i>bottleneck</i> pada sistem tata kelola sampah di level makro.</p>
<p dir="ltr">​Sejatinya, krisis ini adalah akumulasi dari sikap reaktif para pemimpin terdahulu yang kurang responsif terhadap peringatan dini (<i>early warning</i>) yang sempat disuarakan oleh berbagai tokoh, termasuk Dedi Mulyadi. Kegagalan memitigasi risiko sejak dini kini harus dibayar mahal oleh masyarakat.</p>
<p dir="ltr">​Di bawah kepemimpinan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, publik menaruh harapan besar pada lahirnya solusi fundamental, bukan sekadar solusi tambal sulam. Langkah Farhan yang bersikap terbuka terhadap masukan eksternal adalah modal politik yang penting. Salah satu solusi strategis yang perlu dihidupkan kembali adalah proyek <b>Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa)</b>.</p>
<p dir="ltr">​Gagasan PLTSa sebenarnya telah dirintis sejak era Dada Rosada, namun layu sebelum berkembang akibat hambatan politis dan birokratis. Padahal, jika berkaca pada Singapura, integrasi teknologi <i>Waste-to-Energy</i> (WtE) terbukti mampu mengubah beban lingkungan menjadi aset energi yang bersih dan efisien.</p>
<p dir="ltr">​Penempatan PLTSa di wilayah Gedebage merupakan pilihan strategis. Berikut adalah proyeksi teknis dan ekonomi yang dapat menjadi acuan kebijakan:</p>
<p dir="ltr">​<b>1. Kapasitas dan Teknologi</b></p>
<ul>
<li dir="ltr">​<b>Volume Pengolahan:</b> 1.500 ton/hari (mampu menyerap ±50% sampah kota).</li>
<li dir="ltr">​<b>Output Energi:</b> 10 MW (kontribusi ±10% kebutuhan listrik kota).</li>
<li dir="ltr">​<b>Teknologi:</b> Integrasi RDF sebagai <i>pre-treatment</i> diikuti boiler-turbin uap untuk efisiensi termal maksimal.</li>
</ul>
<p dir="ltr">​<b>2. Kelayakan Ekonomi (Estimasi)</b></p>
<ul>
<li dir="ltr">​<b>Investasi:</b> ±Rp 1,5 Triliun (Konstruksi &amp; Teknologi).</li>
<li dir="ltr">​<b>Arus Kas:</b> Potensi pendapatan dari penjualan listrik (PPA dengan PLN) mencapai Rp 1,2 Miliar/hari dan penjualan RDF sebesar Rp 300 Juta/hari.</li>
<li dir="ltr">​<b>Indikator Finansial:</b> <i>Payback Period</i> 5–7 tahun dengan <i>Internal Rate of Return</i> (IRR) sebesar 15–20%. Angka ini menunjukkan proyek ini sangat <i>bankable</i> untuk skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).</li>
</ul>
<p dir="ltr">​Implementasi PLTSa Gedebage bukan hanya soal teknologi, melainkan keberanian politik (<i>political will</i>). Untuk meminimalisir risiko hukum dan sosial, pemerintah kota disarankan untuk:</p>
<ol>
<li dir="ltr">​<b>Memperkuat Aspek Legalitas:</b> Memastikan skema kerja sama swasta memiliki payung hukum yang kuat dan transparan.</li>
<li dir="ltr">​<b>Integrasi Hulu-Hilir:</b> PLTSa tidak akan optimal tanpa kesadaran masyarakat di tingkat rumah tangga dalam pemilahan sampah.</li>
<li dir="ltr">​<b>Sinergi Lintas Sektoral:</b> Koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk menjaga sinkronisasi dengan operasional TPA Sarimukti.</li>
</ol>
<p dir="ltr">​Jika Muhammad Farhan mampu mengeksekusi rencana ini dengan kepemimpinan yang progresif, Bandung bukan tidak mungkin akan menyamai standar Singapura dalam manajemen sampah. Tidak ada kata terlambat untuk memulai, selama visi yang dibawa adalah kepentingan publik jangka panjang.</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/urgensi-visi-farhan-menghidupkan-kembali-asa-pltsa-demi-kedaulatan-lingkungan-bandung/">Urgensi Visi Farhan: Menghidupkan Kembali Asa PLTSa demi Kedaulatan Lingkungan Bandung</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
