<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Mentri lingkungan hidup - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/mentri-lingkungan-hidup/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/mentri-lingkungan-hidup/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 16:42:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Mentri lingkungan hidup - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/mentri-lingkungan-hidup/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menanam Ekologi, Menumbuhkan Budaya: Respon Opik Udjo atas Gerakan Menanam Bambu Nusantara</title>
		<link>https://porosmedia.com/menanam-ekologi-menumbuhkan-budaya-respon-opik-udjo-atas-gerakan-menanam-bambu-nusantara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 16:42:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Menanam Bambu Nusantara]]></category>
		<category><![CDATA[Jumhur Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Mentri lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Opik Udjo]]></category>
		<category><![CDATA[porosmedia.com]]></category>
		<category><![CDATA[Saung Angklung Udjo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=44421</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat,...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/menanam-ekologi-menumbuhkan-budaya-respon-opik-udjo-atas-gerakan-menanam-bambu-nusantara/">Menanam Ekologi, Menumbuhkan Budaya: Respon Opik Udjo atas Gerakan Menanam Bambu Nusantara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, resmi mencanangkan Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026. Kegiatan yang dipusatkan di Yayasan Bambu Indonesia, Cibinong, Kabupaten Bogor tersebut, menjadi bagian penting dari Gerakan Tobat Ekologis Nasional yang difokuskan pada pemulihan lahan kritis serta perbaikan kualitas lingkungan hidup.</p>
<p dir="ltr">​Dalam keterangannya, Jumhur Hidayat menegaskan komitmen pemerintah untuk menargetkan penanaman puluhan juta batang bambu di berbagai wilayah Indonesia. Karakteristik tanaman bambu yang kuat dalam konservasi tanah dan air dinilai menjadi solusi strategis untuk mempercepat rehabilitasi lahan rusak. Tidak tanggung-tanggung, pemerintah membidik target ambisius agar setiap kecamatan di Indonesia memiliki minimal satu hektare kawasan bambu, yang didukung dengan penguatan ketersediaan bibit serta pendampingan budidaya bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">​Dari Menanam Menuju Mencintai Bambu</p>
<p dir="ltr">​Kebijakan strategis Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) ini mendapat respon positif dari praktisi budaya sekaligus Direktur Utama Saung Angklung Udjo (SAU), Taufik Hidayat Udjo. Pria yang akrab disapa Kang Opik ini menilai, gerakan ini menyimpan esensi yang jauh lebih dalam dari sekadar agenda seremonial atau penghijauan konvensional.</p>
<p dir="ltr">​Menurut Kang Opik, indikator keberhasilan Gerakan Menanam Bambu Nusantara tidak hanya diukur dari kuantitas jutaan batang yang tertanam, melainkan dari seberapa besar program ini mampu menumbuhkan rasa cinta masyarakat terhadap bambu.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Saya bukan ahli bambu, tetapi sejak kecil saya sudah hidup bersama bambu melalui angklung,&#8221; ujar Kang Opik saat ditemui dalam wawancara eksklusif di Saung Angklung Udjo, Padasuka, Bandung.</p>
<p dir="ltr">​Bagi Ketua Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Jawa Barat ini, bambu bukan sekadar komoditas tanaman, melainkan sebuah ekosistem multidimensi yang mencakup budaya, pendidikan, pariwisata, lapangan kerja, hingga simbol keharmonisan manusia dengan alam.</p>
<p dir="ltr">​Bambu sebagai Identitas dan Ingatan Kolektif</p>
<p dir="ltr">​Di tatar Sunda, bambu telah lama melekat menjadi identitas kebudayaan. Dari rumpun-rumpun bambu lahirlah instrumen musik tradisional seperti angklung, calung, karinding, hingga suling.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Bambu menemani perjalanan manusia (Sunda) sejak bermain, belajar, bekerja, hingga menjaga lingkungan,&#8221; tuturnya.</p>
<p dir="ltr">​Kang Opik merefleksikan keberadaan Saung Angklung Udjo yang telah puluhan tahun dikelolanya. Di tempat ini, wisatawan tidak sekadar melihat bambu sebagai objek fisik, melainkan merasakan langsung <i>experience</i> (pengalaman) hidup bersama bambu; mulai dari arsitektur bangunan, pagar, tempat duduk, hingga interaksi melalui seni pertunjukan.</p>
<p dir="ltr">​Ia mengingatkan bahwa keberlanjutan seni angklung—yang telah diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO—sangat bergantung pada kelestarian ekosistem bambu di alam liar. Angklung tidak lahir dari lini produksi pabrik modern, melainkan dari alam yang terjaga kelestariannya.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Tantangan Gerakan Menanam Bambu Nusantara menurut saya adalah kolaborasi. Para ahli menanam dari sisi ekologi, sementara kami dari dunia budaya ingin membantu Indonesia menanam rasa cinta terhadap bambu,&#8221; tegasnya optimis.</p>
<p dir="ltr">​Sentuhan Budaya dan Integrasi Lintas Sektor</p>
<p dir="ltr">​Data internal yang dikantongi PUTRI menunjukkan bahwa daya tarik utama yang mendatangkan jutaan wisatawan ke destinasi berbasis bambu seperti SAU adalah kekuatan emosional dari seni pertunjukan itu sendiri. Sentuhan budaya terbukti mampu melintasi sekat bangsa dan bahasa. Kang Opik mencontohkan, banyak wisatawan mancanegara yang terkesan mendalam setelah memainkan angklung hingga menyebutnya sebagai <i>&#8220;Music from Heaven&#8221;</i> (Musik dari Surga).</p>
<p dir="ltr">​Berkaca dari hal tersebut, Kang Opik berharap program nasional ini tidak berhenti pada seremonial penanaman saja. Perlu ada integrasi lintas sektor yang menghubungkan gerakan ekologis ini dengan kurikulum pendidikan lingkungan, pelestarian budaya, penguatan ekonomi kerakyatan, serta pengembangan industri kreatif.</p>
<p dir="ltr">​Menutup perbincangan, Taufik Hidayat Udjo menyampaikan pesan filosofis mengenai pentingnya melihat kembali kearifan lokal dalam menjawab tantangan masa depan.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Dari angklung ke ekologi, dari budaya ke konservasi, dari menanam bambu ke mencintai bambu. Masa depan Indonesia tidak selalu harus dicari dalam sesuatu yang baru. Terkadang, jalan hijau menuju masa depan justru telah lama tumbuh di halaman rumah kita sendiri,&#8221; pungkasnya.</p>
<p dir="ltr">
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/menanam-ekologi-menumbuhkan-budaya-respon-opik-udjo-atas-gerakan-menanam-bambu-nusantara/">Menanam Ekologi, Menumbuhkan Budaya: Respon Opik Udjo atas Gerakan Menanam Bambu Nusantara</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Darurat Sampah Jawa Barat: Menanti Terobosan &#8220;Aktivis&#8221; di Kursi Menteri KLH</title>
		<link>https://porosmedia.com/darurat-sampah-jawa-barat-menanti-terobosan-aktivis-di-kursi-menteri-klh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 12:43:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Agung Suryamal]]></category>
		<category><![CDATA[Ahmad Heryawan]]></category>
		<category><![CDATA[Dada Rosada]]></category>
		<category><![CDATA[Herman Suryatman]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Lingkungan Hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mentri lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Mohammad Jumhur Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Sekda Jabar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=43569</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung – Benang kusut pengelolaan sampah dan degradasi lingkungan di Jawa Barat menjadi sorotan...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/darurat-sampah-jawa-barat-menanti-terobosan-aktivis-di-kursi-menteri-klh/">Darurat Sampah Jawa Barat: Menanti Terobosan &#8220;Aktivis&#8221; di Kursi Menteri KLH</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung – Benang kusut pengelolaan sampah dan degradasi lingkungan di Jawa Barat menjadi sorotan tajam dalam agenda silaturahmi tokoh masyarakat dan aktivis lingkungan bersama Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, di Bandung, Minggu (10/5/2026). Pertemuan ini menjadi momentum &#8220;penagihan&#8221; komitmen negara terhadap krisis ekologi yang kian mengkhawatirkan.</p>
<p dir="ltr">​Eks Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), mengungkapkan kegelisahannya terkait kegagalan sistemik pengelolaan sampah regional selama puluhan tahun. Menurutnya, meski Indonesia mampu membangun infrastruktur megaproyek seperti kereta cepat, urusan sampah seolah jalan di tempat.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Beragam pembangunan biaya jumbo bisa kita laksanakan, kecuali sampah. Belum pernah terselesaikan. Sejak saya menjabat gubernur, konsep PPP hingga PKBU belum ada yang berhasil. Ini butuh terobosan langsung ke Istana,&#8221; ujar Aher. Ia menekankan bahwa status negara modern menjadi tidak relevan jika pengelolaan sampah masih konvensional dan gagal di tingkat implementasi.</p>
<p dir="ltr">Senada dengan Aher, Sekda Jawa Barat, Herman Suryatman, memaparkan data yang cukup menohok. Dari potensi 27.000 ton sampah per hari di Jawa Barat, baru 30 persen yang terkelola. Di wilayah Bandung Raya, dari 5.000 ton produksi harian, hanya 1.500 ton yang tertangani.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Ini memalukan. Setengah dari sampah yang meluncur ke Sarimukti adalah sampah makanan (food waste). Jika Sarimukti tidak dibatasi, tahun ini akan penuh dan Bandung Raya terancam ledakan sampah,&#8221; tegas Herman. Saat ini, Pemprov Jabar tengah mendorong <i>piloting</i> pengelolaan di hulu (rumah tangga), seperti yang dilakukan di wilayah Arcamanik sebagai upaya mengubah perilaku masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Kritik lebih keras datang dari Direktur Eksekutif WALHI Jabar, Iwang. Ia mengingatkan Menteri KLH bahwa musuh sebenarnya adalah &#8220;Mafia Lingkungan&#8221; yang bermain di balik kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan ketimpangan agraria.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Kalau bicara tempur, tempurlah mafia yang sesungguhnya. Kerusakan DAS di 27 kabupaten/kota sudah sangat serius. Kami tidak berharap pendekatan teknologi semata, tapi pendekatan kebijakan yang berbasis pada perlindungan ruang hidup rakyat,&#8221; cetus Iwang.</p>
<p dir="ltr">​Sementara itu, Kholil Aksar dari aktivis lingkungan Garut, menyoroti alih fungsi lahan masif di Garut Utara akibat industri yang menggerus sawah tanpa adanya lahan pengganti sebagaimana amanat undang-undang. Ia juga menyoroti limbah industri kulit yang mulai mengancam kesehatan masyarakat.</p>
<p dir="ltr">Menanggapi rentetan keluhan tersebut, Menteri Lingkungan Hidup, Mohammad Jumhur Hidayat, menegaskan bahwa dirinya membawa tim lengkap, termasuk unsur penegakan hukum dari Polri, untuk memastikan regulasi berjalan.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Tugas pemerintah adalah menghadirkan pelayanan publik prima. Presiden sudah menegaskan, 40 tahun merdeka kenapa sampah tidak selesai-selesai? Kami akan pastikan ada solusi, dan jika tidak ada perubahan setelah peringatan, penegakan hukum akan masuk,&#8221; tegas Jumhur.</p>
<p dir="ltr">​Jumhur, yang dikenal dengan latar belakang aktivisnya, berjanji akan menjaga integritas tersebut dalam mengampu kebijakan lingkungan. &#8220;Tekad memuliakan bumi adalah satu-satunya yang bisa mempersatukan kita lintas sektoral dan generasi,&#8221; pungkasnya.</p>
<p dir="ltr">​Pertemuan di kediaman tokoh senior HD Sutisno ini dihadiri pula oleh sejumlah tokoh seperti Agung Suryamal, Dada Rosada, akademisi, serta jajaran pejabat KLH. Publik kini menanti, apakah &#8220;darurat sampah&#8221; ini akan selesai dengan kebijakan revolusioner, atau kembali terjebak dalam sekat birokrasi yang selama ini dikeluhkan.</p>
<div style="width: 632px;" class="wp-video"><video class="wp-video-shortcode" id="video-43569-1" width="632" height="356" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2026/05/VID_20260510_141202.mp4?_=1" /><a href="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2026/05/VID_20260510_141202.mp4">https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2026/05/VID_20260510_141202.mp4</a></video></div>
<p dir="ltr">​</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/darurat-sampah-jawa-barat-menanti-terobosan-aktivis-di-kursi-menteri-klh/">Darurat Sampah Jawa Barat: Menanti Terobosan &#8220;Aktivis&#8221; di Kursi Menteri KLH</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2026/05/VID_20260510_141202.mp4" length="13137787" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Urgensi Kolaborasi: Menteri LH Tekan Pemda Jabar Segera Tuntaskan Krisis Sampah Bandung Raya</title>
		<link>https://porosmedia.com/urgensi-kolaborasi-menteri-lh-tekan-pemda-jabar-segera-tuntaskan-krisis-sampah-bandung-raya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 10 May 2026 11:08:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Djumhur Hidayat]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi]]></category>
		<category><![CDATA[Menteri Lingkungan Hidup (LH)]]></category>
		<category><![CDATA[Mentri lingkungan hidup]]></category>
		<category><![CDATA[Urgensi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=43566</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Djumhur Hidayat, menyoroti tajam krisis pengelolaan sampah di...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/urgensi-kolaborasi-menteri-lh-tekan-pemda-jabar-segera-tuntaskan-krisis-sampah-bandung-raya/">Urgensi Kolaborasi: Menteri LH Tekan Pemda Jabar Segera Tuntaskan Krisis Sampah Bandung Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung – Menteri Lingkungan Hidup (LH), Djumhur Hidayat, menyoroti tajam krisis pengelolaan sampah di Indonesia, khususnya di wilayah Bandung Raya yang dinilai sudah masuk tahap krusial. Dalam pertemuan silaturahmi tokoh Jawa Barat di Jalan Soekarno-Hatta, Bandung, Minggu (10/5/2026), Djumhur menekankan pentingnya sikap &#8220;guyub&#8221; atau kolaborasi erat antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat dengan jajaran Pemerintah Kota dan Kabupaten.</p>
<p dir="ltr">​Djumhur meyakini bahwa ego sektoral harus dikesampingkan demi penanganan sampah yang berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa tanpa keseriusan kolektif, persoalan ini akan terus menjadi beban menahun bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">​Sebagai pejabat yang bertanggung jawab atas lingkungan hidup, Djumhur mengingatkan bahwa esensi utama birokrasi adalah pelayanan publik. Ia memberikan teguran keras bagi para birokrat yang dianggap abai atau gagal memberikan solusi nyata bagi masyarakat.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Birokrat dan pejabat harus mengutamakan pelayanan publik. Jika seorang birokrat tidak mampu melayani kepentingan masyarakat dengan baik, maka kredibilitasnya patut dipertanyakan,&#8221; tegas Djumhur.</p>
<p dir="ltr">​Senada dengan Menteri LH, mantan Gubernur Jawa Barat dua periode, Achmad Heryawan (Aher), mengakui bahwa selama masa kepemimpinannya pun persoalan sampah belum tuntas sepenuhnya. Aher menyoroti mandeknya operasional dua proyek strategis, yakni <b>TPAS Legok Nangka</b> dan <b>Nambo</b>.</p>
<p dir="ltr">​Aher menyayangkan meskipun proses tender telah usai, kedua fasilitas pengolahan sampah modern tersebut belum kunjung berfungsi optimal.</p>
<p>​<b>Paradoks Pembangunan:</b> Aher membandingkan keberhasilan pemerintah membangun proyek raksasa seperti bandara dan kereta cepat, namun seolah &#8220;tak berdaya&#8221; dalam mengeksekusi solusi sistemik masalah sampah.</p>
<p>​<b>Harapan:</b> Operasionalisasi Legok Nangka dan Nambo diharapkan menjadi kunci untuk memangkas sisa produksi sampah Bandung Raya yang saat ini baru tertangani sekitar 30% dari total 5.000 ton per hari.</p>
<p dir="ltr">​Wakil Ketua Kadin Indonesia, Agung Suryamal, yang menginisiasi pertemuan tersebut, menambahkan bahwa keterlibatan aktif pemerintah pusat melalui Menteri LH membawa harapan baru. Namun, ia menekankan bahwa teknologi saja tidak cukup.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Penting bagi kita untuk melakukan edukasi masif guna mengubah <i>mindset</i> masyarakat tentang pengelolaan sampah yang benar dari hulu ke hilir agar lebih efisien,&#8221; ujar Agung.</p>
<p dir="ltr">​Sebelum bertolak ke Jakarta, Menteri Djumhur melakukan peninjauan langsung ke fasilitas pengolahan sampah di <b>Pasar Caringin, Bandung</b>. Lokasi ini menjadi contoh nyata hilirisasi sampah yang berhasil mengubah limbah pasar menjadi produk bernilai guna, seperti:</p>
<p>​Pakan ternak dan ikan. ​Briket energi. Bahan Bakar Minyak (BBM) hasil olahan.</p>
<p dir="ltr">​Langkah ini diharapkan menjadi <i>pilot project</i> yang bisa direplikasi di titik-titik lain di Jawa Barat untuk menekan volume sampah yang masuk ke TPA.</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/urgensi-kolaborasi-menteri-lh-tekan-pemda-jabar-segera-tuntaskan-krisis-sampah-bandung-raya/">Urgensi Kolaborasi: Menteri LH Tekan Pemda Jabar Segera Tuntaskan Krisis Sampah Bandung Raya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
