Berita  

Wartawan Diusir Saat Meliput Kegiatan Bupati Purwakarta

Avatar photo
Seorang wartawan diusir saat hendak meliput kegiatan Bupati Purwakarta.

Porosmedia.com, Purwakarta – Seorang wartawan diusir oleh salah seorang staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kabupaten Purwakarta saat hendak meliput kegiatan Bupati Purwakarta di gedung Yudistira pada Jumat 30 September 2022.

Wartawan media online yang diusir saat kegiatan Bupati Purwakarta ini diketahui bernama Rizal tersebut dilarang masuk ke gedung Yudistira oleh staf Prokompim dengan alasan acara yang sedang berlangsung merupakan kegiatan internal sehingga wartawan dilarang masuk untuk meliput kegiatan tersebut.

“Awalnya saya dilarang berada di pintu karena area itu khusus untuk protokoler,” kata Rizal, Jumat 30 September 2022.

Kemudian, Rizal meminta izin untuk masuk gedung dari pintu belakang namun staf protokol berinisial S itu melarang untuk memasuki gedung Yudistira karena acara tersebut disebutkan adalah acara internal yang hanya dihadiri pegawai.

“Karena katanya acara internal akhirnya saya memilih untuk duduk di luar,” ujar Rizal.

Saat sedang duduk di luar gedung, tambah Rizal, salah seorang staf Diskominfo bertanya kepada dirinya kenapa tidak meliput ke dalam.

Baca juga:  Buka Muscab XII Gapensi Purwakarta, Bupati Purwakarta: Kita Siap Bermitra Secara Profesional

Rizal pun menjawab jika dirinya dilarang masuk dan meliput karena acara yang ada di dalam gedung acara internal.

“Staf Diskominfo itu ngomong ke saya kalau acara di dalam bukan acara internal dan bisa diliput oleh wartawan,” ucap Rizal.

Mendengar hal tersebut, Rizal lalu menemui staf protokoler yang melarang dirinya masuk ke gedung Yudistira.

Rizal mengaku sempat bertanya kepada staf protokoler tersebut kenapa dirinya dilarang.

Namun, staf protokoler tersebut membantah pernah melarang Rizal untuk meliput kegiatan tersebut. Padahal Rizal memiliki rekaman suara dari orang tersebut saat melarang Rizal untuk masuk ke dalam gedung.

“Saya sempat temui lagi staf protokoler yang melarang saya masuk gedung untuk liputan. Namun pada saat saya bertanya staf itu malah ngotot dan mengaku tidak pernah melarang saya. Dari pada ribut akhirnya saya pergi bersama salah satu ASN di bagian Kesra,” ungkap Rizal.

Sementara, Kepala Bagian Prokompim Setda Kabupaten Purwakarta, Heri Anwar mengaku tak mengetahui akan persoalan tersebut.

Baca juga:  Serah Terima 'Loket BumDes', PemDes Rejasari Kota Banjar Berkomitmen Kembangkan Layanan Desa Digital

Kata Heri, pengusiran wartawan itu hanyalah kesalahpahaman. “Kebetulan saya ada di lokasi acara tapi waktu kejadian itu saya gak tau,”ucap Heri Anwar.

Heri mengatakan kegiatan tersebut bukanlah acara yang bersifat internal, dan kegiatan itu juga terbuka bagi media yang ingin meliput.

Mewakili para pegawainya, Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas kejadian tersebut.