Tiga Obat Sirup Mengandung EG dan DEG Melebihi Ambang Batas Menurut BPOM

Tiga Obat Sirup Mengandung EG dan DEG Melebihi Ambang Batas Menurut BPOM

Porosmedia.com – Badan Pengawas Obat dan Makanan atau BPOM melalui siaran pers nya yang juga ditayangkan secara live melalui kanal Youtube resmi mereka pada hari Minggu 23 Oktober 2022 mengungkapkan hasil investigasi terkait dengan perkembangan penelitian obat sirup mengandung EG dan DEG yang diduga telah beredar di tengah masyarakat.

Penelitian ini dilakukan akibat maraknya kasus gagal ginjal akut pada anak yang muncul dalam beberapa bulan terakhir. Setidaknya menurut data ratusan anak telah meninggal akibat gagal ginjal akut di sekitar 20 provinsi yang ada di Indonesia.

Dari hasil investigasi tersebut BPOM menyatakan untuk sementara waktu terdapat 5 merk obat sirup yang setelah diteliti mengandung Etilen Glycol (EG) dan Dietilen Glycol (DEG). Bahkan tiga dari lima produk obat sirup tersebut dinyatakan mengandung EG dan DG yang melebihi ambang batas kewajaran.

Kepala BPOM yakni Penny Kusumastuti Lukito dalam kesempatan tersebut menyatakan terdapat tiga produk obat sirup yang setelah diteliti BPOM dinyatakan mengandung Etilen Glycol (EG) dan Dietilen Glycol (DEG) melebihi batas aman. Tiga obat yang dimaksud adalah:

  • Unibebi Cough Sirup
  • Unibebi Demam Sirup
  • Unibebi Demam Drops
Baca juga:  Resiko Rencana Pembangunan Jalan Tol Soreang-Ciwidey-Pangalengan

Sebelum pernyataan ini dikeluarkan, BPOM telah memberikan keterangan terdapat lima obat sirup mengandung EG dan DEG, adapun kelima produk obat sirup tersebut adalah:

  • Termorex Sirup (Obat Demam), produksi PT. Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan botol @60ml.
  • Flurin DMP Sirup, Produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan botol plastic @60ml.
  • Unibebi Cough Sirup
  • Unibebi Demam Sirup
  • Unibebi Demam Drops

Setelah dilakukan pengujian lanjutan Kemenkes menyatakan Termorex Sirup (obat demam) masih aman untuk dikonsumsi. Namun Kemenkes menyatakan dalam penggunaanya tetap harus dipergunakan sesuai aturan dan cara pakainya. Berdasarkan surat penjelasan BPOM RI sebelumnya telah menyebut bahwa sekitar 102 obat sirup telah melewati pengujian. Atas proses pengujian tersebut Penny menyatakan sekitar 69 produk obat sirup masih dalam proses sampling dan pengujian.

Untuk hasil pasti dari 69 produk obat sirup yang sedang diuji oleh pihak Kemenkes dan BPOM itu sendiri akan dikeluarkan secara bertahap dengan waktu yang secepat mungkin. Menurut Penny hal tersebut dilakukan agar masyarakat dapat segera menggunakan berbagai pilihan produk obat yang sudah terbukti secara klinis memang aman untuk dikonsumsi.