<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/tempat-pengolahan-sampah-terpadu-tpst/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/tempat-pengolahan-sampah-terpadu-tpst/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sun, 27 Apr 2025 12:00:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/tempat-pengolahan-sampah-terpadu-tpst/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Farhan Targetkan 30 Persen Sampah Kota Bandung Dikelola Mandiri Lewat KPBU</title>
		<link>https://porosmedia.com/farhan-targetkan-30-persen-sampah-kota-bandung-dikelola-mandiri-lewat-kpbu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2025 12:00:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=28774</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung &#8211; Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau dua lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/farhan-targetkan-30-persen-sampah-kota-bandung-dikelola-mandiri-lewat-kpbu/">Farhan Targetkan 30 Persen Sampah Kota Bandung Dikelola Mandiri Lewat KPBU</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung &#8211; Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan meninjau dua lokasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), yakni TPST Babakan Sari dan TPST PSM, Jumat, 25 April 2025.</p>
<p>Kunjungan ini menandai dimulainya percepatan pembangunan ulang fasilitas TPST yang sudah berusia di atas lima tahun, sebagai bagian dari upaya besar Pemerintah Kota Bandung mengelola sampah secara mandiri dan berkelanjutan.</p>
<p>Di TPST Babakan Sari, Farhan menjelaskan, akan ada penambahan dua fasilitas utama yaitu insinerator berkapasitas 10 ton dan instalasi biogas vertikal yang mampu mengolah material organik dalam skala besar.</p>
<p>“Biogas vertikal ini bisa mengelola sampai 2.000 ton bahan organik. Tapi kapasitas operasional awal di lokasi ini adalah 20 ton sampah per hari,” ungkap Farhan.</p>
<p>Setelah meninjau Babakan Sari, Farhan melanjutkan ke TPST PSM.</p>
<p>Kedua lokasi ini menjadi pilot project untuk skema baru pembangunan ulang TPST berbasis Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).</p>
<p>Melalui model ini, Pemkot menyediakan lahan dan kebijakan pendukung, sementara pihak swasta berinvestasi dalam pembangunan dan operasional.</p>
<p>Salah satu mitra KPBU dalam proyek ini adalah PT Ingram yang telah menandatangani kesepahaman dengan Pemerintah Kota Bandung.</p>
<p>PT Ingram akan menerapkan teknologi termal untuk reduksi cepat volume sampah, serta teknologi anaerob untuk mengembangkan circular economy melalui pengolahan sampah organik.</p>
<p>“Teknologi anaerob ini memungkinkan sampah basah atau busuk diubah menjadi biogas, media tanam, bahkan bisa dijadikan pakan untuk maggot,” jelas Pak Wali.</p>
<p>Adapun kapasitas awal TPST akan dimulai dari 20 ton per hari dan ditargetkan bisa maksimal pada bulan Mei hingga Juli 2025.</p>
<p>Secara bertahap, kapasitas ini akan ditingkatkan seiring pengembangan sarana dan sumber daya.</p>
<p>Proyek pengembangan TPST ini merupakan bagian dari strategi pengelolaan sampah Kota Bandung, yang ditargetkan bisa mengelola 30 persen sampah melalui TPST modern berbasis KPBU.</p>
<p>Sedangkan 30 persen lainnya diharapkan bisa ditangani lewat program-program pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti Kang Pisman (Kurangi, Pisahkan, Manfaatkan) dan Buruan SAE.</p>
<p>“Sisanya, sekitar 40 persen, itu masih bisa kita bawa ke TPA, tapi dengan volume yang jauh lebih kecil,” tambah Farhan.</p>
<p>Dari sisi pembiayaan, PT Ingram menginvestasikan sekitar Rp3 miliar untuk penataan awal, pembangunan fasilitas, serta perekrutan tenaga kerja.</p>
<p>Pemerintah Kota Bandung tetap akan berperan aktif dalam perizinan, termasuk urusan sertifikasi lingkungan.</p>
<p>“Skemanya, pemerintah akan membayar sesuai jumlah sampah yang diolah, per ton,” terang Farhan.</p>
<p>Saat ini, Pemerintah Kota Bandung merencanakan pembangunan ulang sebanyak 15 TPST dengan pendekatan serupa.</p>
<p>TPST Babakan Sari dan PSM menjadi yang pertama menjalani groundbreaking sebagai bentuk keseriusan menuju pengelolaan sampah kota yang lebih modern, mandiri, dan berkelanjutan. (ziz)**</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/farhan-targetkan-30-persen-sampah-kota-bandung-dikelola-mandiri-lewat-kpbu/">Farhan Targetkan 30 Persen Sampah Kota Bandung Dikelola Mandiri Lewat KPBU</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Atasi Penumpukan Sampah, TPST Kota Bandung Terapkan Teknologi Termal Sesuai Regulasi Nasional</title>
		<link>https://porosmedia.com/atasi-penumpukan-sampah-tpst-kota-bandung-terapkan-teknologi-termal-sesuai-regulasi-nasional/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 27 Apr 2025 11:57:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=28771</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menerapkan teknologi termal dalam pengolahan sampah di...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/atasi-penumpukan-sampah-tpst-kota-bandung-terapkan-teknologi-termal-sesuai-regulasi-nasional/">Atasi Penumpukan Sampah, TPST Kota Bandung Terapkan Teknologi Termal Sesuai Regulasi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung &#8211; Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung mulai menerapkan teknologi termal dalam pengolahan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai solusi atas krisis penumpukan sampah akibat keterbatasan kapasitas Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sarimukti.</p>
<p>Teknologi ini menjadi bagian dari program strategis penanganan sampah yang dicanangkan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melalui kerja sama pemerintah dengan pihak swasta.</p>
<p>Dari 15 TPST yang direncanakan, dua lokasi yakni TPST PSM Jalan PSM dan TPST Babakan Sari Jalan Babakan Sari Kiaracondong telah memulai tahap konstruksi dan ditargetkan mulai operasional akhir Mei 2025.</p>
<p>Sistem KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha) yang diterapkan membuat investor swasta bertanggung jawab atas pembangunan dan pengelolaan fasilitas, sementara pemerintah hanya membayar jasa pengolahan sampah melalui skema tipping fee.</p>
<p>Salah satu pendekatan utama dalam pengolahan sampah di TPST ini adalah penggunaan teknologi termal.</p>
<p>“Kenapa kita pilih termal? Karena pemusnahan dengan metode ini bisa menyelesaikan sampah dengan cepat, sementara kita sedang mengalami kekurangan kapasitas untuk membuang ke TPA Sarimukti,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Dudy Prayudi, di TPST PSM, Kota Bandung, Jumat, 25 April 2025.</p>
<p>Teknologi termal yang digunakan di Kota Bandung merujuk pada regulasi nasional, yakni Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor P.70 Tahun 2016, yang memperbolehkan penggunaan metode termal dalam pengelolaan sampah selama memenuhi persyaratan tertentu.</p>
<p>Salah satunya adalah mesin yang digunakan harus ramah lingkungan dan memiliki sistem pemantauan emisi yang ketat.</p>
<p>“Mesin termal yang dipasang wajib menjalani uji emisi secara berkala setiap enam bulan. Hasil emisi harus berada dalam batas toleransi yang diizinkan oleh regulasi. Jadi ini sah dan sesuai prosedur,” tambahnya.</p>
<p>Selain termal, teknologi anaerobik juga digunakan sebagai pendukung circular economy, yaitu memanfaatkan limbah organik menjadi energi atau produk bernilai guna lainnya.</p>
<p>Hingga kini, dari 15 TPST yang direncanakan, delapan di antaranya sudah menarik minat investor dan sedang dalam proses pengurusan dokumen lingkungan, perizinan, dan persiapan konstruksi.</p>
<p>Proses ini tidak dapat dilakukan secara instan karena pengolahan termal memerlukan dokumen lingkungan yang ketat dan pengawasan berlapis.</p>
<p>Namun, Pemkot Bandung optimistis skema KPBU ini akan menjadi solusi jangka panjang pengelolaan sampah kota. (ziz)**</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/atasi-penumpukan-sampah-tpst-kota-bandung-terapkan-teknologi-termal-sesuai-regulasi-nasional/">Atasi Penumpukan Sampah, TPST Kota Bandung Terapkan Teknologi Termal Sesuai Regulasi Nasional</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TPST Batununggal, Bukti Pengelolaan Sampah Terintegrasi</title>
		<link>https://porosmedia.com/tpst-batununggal-bukti-pengelolaan-sampah-terintegrasi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Feb 2025 18:28:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST)]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=25978</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung &#8211; Kota Bandung terus berupaya meminimalisir pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. Sebagai upaya,...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/tpst-batununggal-bukti-pengelolaan-sampah-terintegrasi/">TPST Batununggal, Bukti Pengelolaan Sampah Terintegrasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung &#8211; Kota Bandung terus berupaya meminimalisir pembuangan sampah ke TPA Sarimukti. Sebagai upaya, salah satunya dengan menghadirkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).</p>
<p>Salah satunya hadir TPST Batununggal yang berinovasi dengan mengubah sampah menjadi produk bernilai seperti kompos dan RDF (Refuse-Derived Fuel). TPST ini mampu mengolah hingga 4 ton sampah per hari.</p>
<p>Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan dan Limbah B3 Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, Salman Faruq mengatakan, proses pengelolaan sampah di TPST Batununggal sudah terintegrasi dengan baik dengan pemisahan sampah organik dan anorganik.</p>
<p>&#8220;Di sini sudah dilakukan pemisahan antara sampah organik dan anorganik menggunakan mesin Gibrig. Sampah organik diolah menjadi kompos. Sedangkan anorganik dihancurkan menggunakan mesin pencacah. Tidak hanya itu, TPST ini juga mampu mencacah sampah daun dan ranting untuk diolah lebih lanjut,&#8221; beber Salman.</p>
<p>Ia mengungkapkan, di TPST Batununggal pun memproduksi RDF sebagai Alternatif Energi. Sehingga selain memproduksi kompos, juga memproduksi bahan bakar alternatif.</p>
<p>&#8220;RDF, bahan bakar alternatif yang memiliki potensi besar. Tapi pengelolaan RDF ini cukup menantang. Pasalnya membutuhkan gudang penyimpanan yang cukup besar,&#8221; bebernya.</p>
<p>Salman menambahkan, selain fasilitas mesin, TPST Batununggal mendapat dukungan dari dua bank sampah yang aktif, yakni Bank Sampah Mulya dan Jelita.</p>
<p>Setiap dua minggu, bank sampah ini mengumpulkan sekitar 200 kilogram sampah anorganik seperti botol plastik dan bahan lainnya yang bisa didaur ulang.</p>
<p>“Masyarakat Batununggal antusias memilah sampah dan dikumpulkan ke bank sampah untuk dikelola lebih lanjut,” ungkapnya.</p>
<p>Tidak hanya mengurangi timbunan sampah, TPST ini juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui produk kompos dan RDF yang bernilai tinggi. TPST di setiap wilayah tidak hanya siap menjadi solusi lokal, tetapi diharapkan menjadi pelopor pengelolaan sampah berbasis teknologi dan komunitas di Kota Bandung.</p>
<p>Langkah ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. (yan)**</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/tpst-batununggal-bukti-pengelolaan-sampah-terintegrasi/">TPST Batununggal, Bukti Pengelolaan Sampah Terintegrasi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
