<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/rumah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/rumah/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 15 Apr 2026 02:05:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Rumah - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/rumah/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menjahit Asa di Atas Genteng Plered: Menakar Realisme &#8216;Kedaulatan Hunian&#8217; di Jawa Barat</title>
		<link>https://porosmedia.com/menjahit-asa-di-atas-genteng-plered-menakar-realisme-kedaulatan-hunian-di-jawa-barat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2026 02:05:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Poros Warga]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Gentengnisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Barat]]></category>
		<category><![CDATA[KDM]]></category>
		<category><![CDATA[Perumahan Rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[Plered]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=42809</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com – Di sebuah sudut Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kabupaten Bandung, jemari Lis Mulyani (45)...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/menjahit-asa-di-atas-genteng-plered-menakar-realisme-kedaulatan-hunian-di-jawa-barat/">Menjahit Asa di Atas Genteng Plered: Menakar Realisme &#8216;Kedaulatan Hunian&#8217; di Jawa Barat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com</a> – Di sebuah sudut Kampung Kiaraeunyeuh, Desa Banyusari, Kabupaten Bandung, jemari Lis Mulyani (45) biasanya lincah menggerakkan mesin jahit. Namun, Senin malam (13/4/2026) itu, langkah kakinya terasa lebih ringan. Rumah yang selama ini menjadi saksi bisu perjuangannya menyambung hidup, kini resmi menjadi titik nol dimulainya renovasi besar-besaran program bedah rumah di Jawa Barat.</p>
<p dir="ltr">​Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, datang membawa kabar yang lebih dari sekadar perbaikan atap. Ada komitmen renovasi 40.000 unit rumah di Jabar dari total 400.000 unit nasional. Angka yang fantastis, namun menyimpan tantangan akuntabilitas yang nyata.</p>
<p dir="ltr">​Yang menarik dari kebijakan ini adalah mekanisme <b>&#8220;Tender Rakyat&#8221;</b> melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Secara hukum, ini adalah langkah cerdas untuk meminimalisir praktik monopoli pengadaan barang. Dengan melibatkan UMKM toko bangunan lokal untuk berkompetisi harga, pemerintah mencoba menarik perputaran uang kembali ke desa.</p>
<p dir="ltr">​Di Banyusari saja, kompetisi harga melalui tender rakyat berhasil menghemat anggaran dari pagu Rp175 juta menjadi Rp164 juta untuk 10 rumah. Selisih Rp11 juta ini bukanlah angka kecil bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR); ia bisa bermetamorfosis menjadi semen tambahan atau keramik berkualitas lebih baik. Namun, pengawasan di lapangan tetap menjadi kunci—agar efisiensi biaya tidak mengorbankan kualitas spesifikasi teknis bangunan.</p>
<p dir="ltr">​Bergerak ke Purwakarta, Selasa malam (14/4/2026), KDM melontarkan pernyataan yang mungkin terdengar &#8220;pedas&#8221; bagi sebagian Gen Z. Ia mengimbau anak muda untuk menanggalkan ego &#8220;Raja Semalam&#8221; dalam pesta pernikahan mewah, dan beralih fokus pada aset jangka panjang: rumah.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Lebih baik uang buat pesta perkawinan dipakai beli rumah daripada jadi raja semalam besoknya sengsara,&#8221; ujar KDM di Balai Nusantara Hunian Warisan Bangsa.</p>
<p dir="ltr">​Secara sosiologis, imbauan ini adalah bentuk perlindungan terhadap ketahanan ekonomi keluarga muda. Secara regulasi, wacana penerbitan Surat Edaran terkait penyederhanaan pesta pernikahan bagi yang kurang mampu adalah langkah preventif agar masyarakat tidak terjebak dalam jeratan utang konsumtif yang sering kali berujung pada gugatan perdata atau masalah hukum keuangan lainnya.</p>
<p dir="ltr">​Salah satu instrumen paling krusial dalam kedaulatan hunian ini adalah program <b>&#8220;Gentengisasi&#8221;</b>. Jabar, khususnya Plered, Majalengka, dan Cirebon, ditunjuk menjadi tulang punggung penyedia atap nasional. Potensi pasarnya mencapai Rp100 miliar hanya dari rumah subsidi.</p>
<p dir="ltr">​Namun, kebangkitan industri genteng tradisional ini memiliki syarat mutlak: <b>Sertifikasi SNI (Standar Nasional Indonesia)</b>. Menteri PKP menegaskan bahwa kualitas tidak bisa ditawar. Di sinilah peran Pemerintah Daerah diuji. Komitmen Bupati Purwakarta untuk memfasilitasi sertifikasi SNI secara gratis bagi perajin adalah langkah hukum yang esensial untuk memastikan produk rakyat bisa menembus pasar formal tanpa terbentur aturan pengadaan barang dan jasa pemerintah.</p>
<p dir="ltr">​KDM pun memberikan catatan penting: keuntungan pengusaha harus berbanding lurus dengan kesejahteraan pekerja. Jaminan kesehatan menjadi harga mati. &#8220;Pengusaha kembali untung, pekerja semakin sejahtera,&#8221; tegasnya.</p>
<p dir="ltr">​Program ambisius ini—mulai dari bedah rumah, apartemen murah bagi karyawan di kawasan industri, hingga KUR perumahan—membutuhkan satu fondasi kuat: <b>Transparansi Data</b>.</p>
<p dir="ltr">​Digitalisasi melalui aplikasi khusus yang direncanakan Pemprov Jabar harus mampu memastikan bahwa bantuan jatuh ke tangan yang tepat (tepat sasaran) dan bebas dari pungutan liar. Masyarakat tidak boleh hanya menjadi penonton dalam pembangunan, tetapi menjadi aktor utama melalui keterlibatan UMKM lokal.</p>
<p dir="ltr">​Kini, dari selembar kain yang dijahit Ibu Lis di Katapang, hingga se keping genteng yang dibakar perajin di Plered, sebuah narasi besar sedang disusun. Narasi tentang Jawa Barat yang tidak hanya ingin membangun gedung, tapi ingin membangun martabat manusia melalui hunian yang layak.</p>
<p dir="ltr">​Tugas kita sekarang adalah memastikan setiap rupiah yang keluar dari kas negara benar-benar berubah menjadi dinding yang kokoh dan atap yang teduh bagi rakyat.</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/menjahit-asa-di-atas-genteng-plered-menakar-realisme-kedaulatan-hunian-di-jawa-barat/">Menjahit Asa di Atas Genteng Plered: Menakar Realisme &#8216;Kedaulatan Hunian&#8217; di Jawa Barat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rumah yang Diberkahi Alloh</title>
		<link>https://porosmedia.com/rumah-yang-diberkahi-alloh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 27 Dec 2023 00:46:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Poros Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=16833</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com &#8211; Salah satu kebahagiaan hidup di dunia ini adalah terpenuhinya kebutuhan primer, kebutuhan pokok...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/rumah-yang-diberkahi-alloh/">Rumah yang Diberkahi Alloh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com</a> &#8211; Salah satu kebahagiaan hidup di dunia ini adalah terpenuhinya kebutuhan primer, kebutuhan pokok yang sangat mendasar. Yaitu jika kita mampu mewujudkan kebutuhan pangan, sandang dan papan tempat tinggal. Oleh karena itu, rumah menjadi sesuatu yang sangat diidam-idamkan setiap orang. Maka bersyukurlah bagi kita yang telah dianugerahi tempat tinggal oleh Allah swt.</p>
<p>وَقُلْ رَّبِّ اَنْزِلْنِيْ مُنْزَلًا مُّبٰرَكًا وَّاَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ</p>
<p>Dan berdoalah, “Ya Tuhanku, tempatkanlah aku pada tempat yang diberkahi, dan Engkau adalah sebaik-baik pemberi tempat.” (Qs.al-Mukminun : 29)</p>
<p>Rumah atau tempat merupakan bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia. Di sanalah seseorang mendapatkan tempat berlindung dari cuaca panas dan dingin, atau tempat kembali setiap kali bepergian. Di rumah pula, segenap anggota keluarga dapat melakukan berbagai aktivitas. Rumah juga berfungsi sebagai tempat pembinaan. Rumah adalah lokasi terbaik dalam menyemai benih-benih kebaikan serta keimanan dari sebuah keluarga. Sehingga, tidak berlebihan jika setiap orang mendambakan rumah yang nyaman, sejuk, agar mendukung terciptanya keluarga sakinah, yaitu rumah yang diberkahi.</p>
<p>Rumah yang diberkahi Allah yaitu rumah yang penuh dengan kenikmatan dan kebahagiaan karena mendapat rahmat dan hidayah dari Allah swt. Rumah yang bisa memberikan fungsinya sebagai surga (baity jannati = rumahku adalah surgaku). Lalu tanda-tandanya bagaimana ?</p>
<p>1) Selalu digunakan untuk ibadah shalat. Tempat tinggal yang mententramkan seringkali digunakan sebagai tempat shalat, zikir dan pengajian sebagai bentuk kemaslahatan untuk agama. Rumah, selain menjadi tempat ibadah, juga media untuk mengantarkan penghuninya semakin mendekatkan diri kepada Allah swt.</p>
<p>Rumah yang digunakan untuk shalat berjamaah akan turun rahmat di dalamnya, sehingga memberikan ketenangan dan ketentraman bagi penghuninya, dan akan selalu dikaruniai rezeki yang berkah. Bukan hanya memiliki nilai pahala, tetapi merupakan sebuah pelajaran dan pengajaran langsung bagi keluarga untuk bersama-sama mendekatkan diri kepada Allah swt. Dengan shalat berjamaah akan terjalin kebersamaan, saling menghormati serta kerukunan dalam keluarga, sehingga bisa memberikan solusi segala masalah keluarga.</p>
<p>&#8230;&#8230;. وَاجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَبَشِّرِ الْمُؤْمِنِينَ</p>
<p>&#8230;.. dan jadikanlah olehmu rumah-rumahmu itu tempat shalat dan dirikanlah olehmu shalat serta gembirakanlah orang-orang yang beriman”. (QS Yunus 87).</p>
<p>2) Selalu dibacakan Al-Qur’an. Rasulullah saw bersabda :”Sinarilah rumah-rumah kamu sekalian dengan bacaan Al-Qur’an”.</p>
<p>وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِينَ &#8230;&#8230;.</p>
<p>“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman &#8230;.”. (QS Al-Isra 82).</p>
<p>Rasulullah saw bersabda: ”Manakala mengajari anaknya membaca Al-Qur’an, maka diampuni dosanya yang telah lalu dan yang akan datang. Dan barangsiapa mengajarinya membaca Al-Qur’an dengan hafalan, lalu setiap anak membaca satu ayat, maka Allah mengangkat satu derajat untuk ayahnya sehingga pada akhir Al-Qur’an yang dibaca”.</p>
<p>3) Selalu diisi dengan majelis zikir. Berdzikir dan bersyukur harus selalu menjadi bagian dari pendekatan ibadah kepada Allah. Apabila direalisasikan dalam kegiatan berumah tangga, maka akan terbentuk keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah. Rumah tangga tersebut disinari cahaya Ilahi ke dalam hati penghuninya sehingga hati mereka menjadi tentram.</p>
<p>فَاذْكُرُونِي أَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ</p>
<p>“Ingatlah kalian kepada-Ku, niscaya Aku ingat pula kepadamu. Bersyukurlah kepada-Ku dan janganlah kalian kufur”. (QS Al-Baqarah 152).</p>
<p>Rumah yang dijadikan tempat berzikir akan diberi nur Ilahi bagi penghuninya. Cahaya ketenangan, ketentraman, keharmonisan dan kerukunan. Abu Hurairah ra dan Abu Sa’id r.a. menyaksikan Rasulullah saw bersabda, “Tidaklah duduk suatu kaum yang berzikir kepada Allah kecuali mereka dikelilingi oleh para malaikat, diliputi dengan rahmat Allah dan diturunkan kepada mereka sakinah (ketentraman). Allah senantiasa menyebutkan mereka dihadapan para makhluk yang ada disisi-Nya. (HR. Ibnu Majah).</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/rumah-yang-diberkahi-alloh/">Rumah yang Diberkahi Alloh</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
