<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pidato Prabowo di KTT APEC 2025 - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/pidato-prabowo-di-ktt-apec-2025/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/pidato-prabowo-di-ktt-apec-2025/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Mon, 03 Nov 2025 03:24:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Pidato Prabowo di KTT APEC 2025 - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/pidato-prabowo-di-ktt-apec-2025/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Pidato Prabowo di KTT APEC 2025: Diplomasi Moral di Tengah “Serakahnomics” Global</title>
		<link>https://porosmedia.com/pidato-prabowo-di-ktt-apec-2025-diplomasi-moral-di-tengah-serakahnomics-global/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 03 Nov 2025 03:24:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato Prabowo di KTT APEC 2025]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=36765</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com – Dalam forum ekonomi paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik, Presiden Prabowo Subianto tampil tidak...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/pidato-prabowo-di-ktt-apec-2025-diplomasi-moral-di-tengah-serakahnomics-global/">Pidato Prabowo di KTT APEC 2025: Diplomasi Moral di Tengah “Serakahnomics” Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com</a> – Dalam forum ekonomi paling bergengsi di kawasan Asia-Pasifik, Presiden Prabowo Subianto tampil tidak sekadar sebagai kepala negara, melainkan sebagai negosian moral yang membawa pesan global: dunia tidak sedang kekurangan sumber daya, melainkan kekurangan nurani.</p>
<p>Pidato Prabowo di KTT APEC 2025 di Gyeongju, Republik Korea, menjadi titik tolak penting bagi arah diplomasi ekonomi Indonesia di tengah turbulensi geopolitik dunia. Di saat kekuatan besar terjebak dalam kompetisi pengaruh, Presiden Prabowo menyerukan sesuatu yang justru paling langka di ruang politik global: kepercayaan, keadilan, dan keberanian untuk melawan keserakahan.</p>
<p>Membangun Kepercayaan di Dunia yang Penuh Ketakutan</p>
<p>Seruan Prabowo agar negara-negara APEC “bangkit dari kecurigaan dan ketakutan” bukan sekadar diplomasi basa-basi. Secara teoritis, pidato ini menghidupkan kembali semangat institusionalisme neoliberal — pandangan yang menekankan bahwa kerja sama internasional dapat mengurangi ketidakpastian global dan membangun rezim kepercayaan bersama.</p>
<p>Dalam konteks regional, seruan itu dapat dibaca sebagai strategi moral untuk menetralkan tensi geopolitik, baik antara blok dagang Barat dan Timur, maupun dalam isu-isu keamanan lintas negara di Asia Timur dan Asia Tenggara. Indonesia, lewat pidato ini, memosisikan diri sebagai aktor penengah yang rasional dan independen, melanjutkan tradisi “politik bebas aktif” yang telah lama menjadi DNA diplomasi nasional.</p>
<p>Dengan kata lain, Prabowo tidak sedang membangun jarak, tetapi membangun jembatan kepercayaan — sesuatu yang semakin langka di dunia yang dipenuhi oleh politik kepentingan sempit dan kompetisi ekonomi tanpa empati.</p>
<p>Serakahnomics dan Kritik terhadap Kapitalisme yang Tak Bermoral</p>
<p>Salah satu bagian paling kuat dari pidato Presiden Prabowo adalah peringatannya terhadap bahaya “Serakahnomics” — istilah yang segar, tajam, dan sarat pesan etika. Ia menggambarkan bagaimana sistem ekonomi global kini dikuasai oleh keserakahan struktural: korupsi, penyelundupan, pencucian uang, penipuan lintas batas, hingga narkotika — yang seluruhnya menjadi “penghisap darah” perekonomian rakyat.</p>
<p>Dari sudut pandang ekonomi institusional, gagasan ini merefleksikan kesadaran bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mungkin berkelanjutan bila kelembagaan publiknya busuk. Ketika regulasi menjadi alat transaksi dan bukan alat keadilan, maka ekonomi kehilangan rohnya: kemanusiaan.</p>
<p>Istilah “Serakahnomics” juga memiliki makna filosofis — kritik terhadap kapitalisme tanpa etika yang memuja angka pertumbuhan, tetapi melupakan kesejahteraan manusia di balik statistik. Pidato Prabowo dalam konteks ini bukan sekadar refleksi ekonomi, tetapi ajakan untuk membangun moral ekonomi baru: sistem yang menolak korupsi dan eksploitasi sebagai norma bisnis global.</p>
<p>AI dan Ekonomi Digital: Teknologi untuk Manusia, Bukan Sebaliknya</p>
<p>Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan digitalisasi ekonomi untuk memberdayakan rakyat, khususnya UMKM dan koperasi. Dalam kerangka ilmiah, hal ini menunjukkan upaya Indonesia menggeser paradigma dari pertumbuhan berbasis modal ke pertumbuhan berbasis inklusi dan inovasi.</p>
<p>Namun, Prabowo menambahkan satu peringatan penting: AI harus digunakan secara etis. Ini bukan sekadar slogan, melainkan bentuk kesadaran bahwa revolusi teknologi tanpa regulasi berisiko menciptakan ketimpangan digital dan pengangguran struktural baru.</p>
<p>Dengan menekankan etika dalam AI, Prabowo mengirimkan pesan strategis: teknologi harus tunduk pada kemanusiaan, bukan sebaliknya.</p>
<p>Dalam konteks pembangunan nasional, gagasan ini memperkuat arah kebijakan yang mengutamakan human-centered technology — memastikan digitalisasi tidak hanya memperkaya korporasi besar, tetapi juga menyejahterakan pelaku ekonomi kecil yang menjadi tulang punggung bangsa.</p>
<p>Multilateralisme Inklusif dan Diplomasi Ekonomi yang Bernurani</p>
<p>Di tengah menguatnya proteksionisme dan nasionalisme ekonomi di berbagai negara, Presiden Prabowo menegaskan kembali komitmen Indonesia terhadap multilateralisme yang terbuka dan adil, mendukung peran WTO dan kerja sama kawasan APEC.</p>
<p>Ini adalah refleksi dari strategi “diplomasi kebajikan” (virtue diplomacy): tidak melawan arus globalisasi, tetapi menata ulang arah globalisasi agar lebih manusiawi dan berimbang.</p>
<p>Bagi Indonesia, posisi ini menguntungkan. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia dapat memainkan peran sebagai poros ekonomi moral — penyeimbang antara kekuatan ekonomi besar dan negara berkembang yang masih berjuang di pinggiran sistem global.</p>
<p>Kesimpulan: Politik Nurani di Tengah Dunia yang Serakah</p>
<p>Pidato Prabowo di KTT APEC 2025 bukan hanya pidato ekonomi, tetapi manifesto moral dalam politik global kontemporer. Ia mengingatkan dunia bahwa krisis terbesar bukan terletak pada defisit fiskal atau konflik geopolitik, tetapi pada defisit kepercayaan dan empati antarnegara.</p>
<p>Prabowo menawarkan sesuatu yang tidak dijual di pasar global: integritas, kejujuran, dan keberanian untuk menegakkan moral ekonomi.<br />
Di tengah “Serakahnomics” dunia, suara Indonesia — melalui Presiden Prabowo — menjadi pengingat bahwa kekuatan sejati bangsa bukan terletak pada cadangan devisa, melainkan pada keteguhan moral untuk menolak keserakahan dan menegakkan keadilan.</p>
<p>Catatan Redaksi</p>
<p>Tulisan ini merupakan analisis editorial yang bersifat interpretatif dan berbasis teori hubungan internasional, ekonomi institusional, serta kebijakan publik. Porosmedia.com menjunjung tinggi prinsip independensi pers dan menghormati hak klarifikasi dari semua pihak yang disebutkan dalam konteks editorial ini.</p>
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="Presiden Prabowo Hadiri KTT APEC 2025 di Gyeongju, Republik Korea, 31 Oktober 2025" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/sabJx-dWaFg?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/pidato-prabowo-di-ktt-apec-2025-diplomasi-moral-di-tengah-serakahnomics-global/">Pidato Prabowo di KTT APEC 2025: Diplomasi Moral di Tengah “Serakahnomics” Global</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
