<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Ijasah JKW - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/ijasah-jkw/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/ijasah-jkw/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Apr 2025 14:35:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Ijasah JKW - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/ijasah-jkw/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Roy Suryo : &#8220;Intinya soal &#8220;Pelaporan&#8221; yang Konyol itu, Kita senyumin saja&#8221;!</title>
		<link>https://porosmedia.com/roy-suryo-intinya-soal-pelaporan-yang-konyol-itu-kita-senyumin-saja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2025 14:35:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Ijasah JKW]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi Alumni UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Suryo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=28744</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Jakarta &#8211; Maaf, karena banyaknya permintaan Statemen berupa Audio-Visual (Video) terhadap Pelaporan kami berempat...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/roy-suryo-intinya-soal-pelaporan-yang-konyol-itu-kita-senyumin-saja/">Roy Suryo : &#8220;Intinya soal &#8220;Pelaporan&#8221; yang Konyol itu, Kita senyumin saja&#8221;!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Jakarta &#8211; Maaf, karena banyaknya permintaan Statemen berupa Audio-Visual (Video) terhadap Pelaporan kami berempat (Dr Rismon Hasiholan Sianipar, dr Tifauzia Tiasumma, Rizal Fadillah SH dan Saya), maka izinkan saya menyampaikan Video singkat berdurasi 2-menit 12-detik ini.</p>
<p>Intinya soal &#8220;Pelaporan&#8221; yang konyol itu kita senyumin saja, tunggu sampai benar-benar berproses dengan jujur, saling membuktikan secara ilmiah &amp; mengedepankan &#8221; _Equality before the law_ &#8220;, tidak boleh ada yang memaksakan kehendak dan menggunakan tangan-tangan kotor alias _Nabok nYilih Tangan_ untuk menekan pihak lawan karena masih berkuasa (alias Pengecut).</p>
<div style="width: 680px;" class="wp-video"><video class="wp-video-shortcode" id="video-28744-1" width="680" height="383" preload="metadata" controls="controls"><source type="video/mp4" src="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/VID-20250426-WA0070.mp4?_=1" /><a href="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/VID-20250426-WA0070.mp4">https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/VID-20250426-WA0070.mp4</a></video></div>
<p>Lucu saja kalau kami- kami mau dijerat dengan Pasal 160 KUHP yang disebut-sebut &#8220;menghasut&#8221; itu, maka sebenarnya pelapor-pelapor (utamanya yang dari Peradi Bersatu) ini seharusnya malu, karena Laporan mereka di Bareskrim sudah ditolak, hanya yang dari Relawan Nusantara yang sementara diterima di Polres Jakarta Pusat meski belum tentu jelas prosesnya mendatang.</p>
<p>Jadi intinya, kami sangat siap dan berterimakasih atas dukungan Ratusan Simpatisan yang terdiri atas Lawyer, Tokoh-tokoh Masyarakat, Profesor-Guru Besar, Dosen, Ulama, dsb. yang terdata sejauh ini. Namun saya tegaskan juga bahwa kami tidak menerima (apalagi meminta) sumbangan apapun, jangan sampai ada yang memanfaatkan situasi ini. Terimakasih &#8230;</p>
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="Pengacara Penggugat Ijazah Jokowi jadi Tersangka, Roy Suryo CS Melawan? | iNews Prime | 25/04" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/N7PadQ3sWSw?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="Ijazah Jokowi Dipertanyakan, Roy Suryo Siap Diperiksa Polisi dan Bawa Bukti" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/yaATT_j7s2o?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="SEMUA MELONGO!!LAPORAN TIM JOKOWI DITOLAK BARESKRIM,ALASANNYA BIKIN KAGET!!" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/rG1OaM5tNS0?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="NGAKAK! LAPORKAN ROY SURYO DKK MALAH DITOLAK BARESKRIM?! INI DIA YANG SEBENARNYA TERJADI!" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/ma0dapgQs38?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<div class="gmr-embed-responsive gmr-embed-responsive-16by9 gmr-video-responsive"><iframe title="Ep.08 - Siapa Perusak UGM? Dimana Ijazah Jokowi? Dimana Juga Pratikno?" width="680" height="383" src="https://www.youtube.com/embed/peWK-XxWNWs?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe></div>
<p>Jakarta, 26 April 2025<br />
Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/roy-suryo-intinya-soal-pelaporan-yang-konyol-itu-kita-senyumin-saja/">Roy Suryo : &#8220;Intinya soal &#8220;Pelaporan&#8221; yang Konyol itu, Kita senyumin saja&#8221;!</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		<enclosure url="https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2025/04/VID-20250426-WA0070.mp4" length="21247964" type="video/mp4" />

			</item>
		<item>
		<title>Gara-gara Takut difoto Ijazahnya, Trending &#8220;Diploma Challenge&#8221; dan Animasi AI Ulympus Galia Medusa</title>
		<link>https://porosmedia.com/gara-gara-takut-difoto-ijazahnya-trending-diploma-challenge-dan-animasi-ai-ulympus-galia-medusa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 18 Apr 2025 11:09:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ijasah JKW]]></category>
		<category><![CDATA[Ijasah palsu]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Suryo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=28499</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr. KRMT Roy Suryo,, M.Kes Porosmedia.com &#8211; Netizen +62 memang sangat cerdas dan kreatif,...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/gara-gara-takut-difoto-ijazahnya-trending-diploma-challenge-dan-animasi-ai-ulympus-galia-medusa/">Gara-gara Takut difoto Ijazahnya, Trending &#8220;Diploma Challenge&#8221; dan Animasi AI Ulympus Galia Medusa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Dr. KRMT Roy Suryo,, M.Kes</p>
<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com</a> &#8211; Netizen +62 memang sangat cerdas dan kreatif, Gara-gara ada yang (takut ?) tidak mau difoto Ijazahnya, padahal jelas-jelas komunitas yang ditunjukin adalah media &#8220;Istana Kutai Timur&#8221; yang sehari-hari sudah dikenal karena selalu nongkrong di depan rumah bekas presiden itu, ternyata melalui pengawalnya harus melucuti semua perangkat komunikasi dan dokumentasi awak media sebelumnya, Terwelu.</p>
<p>Apalagi seperti yang datang sebelumnya dari TPUA (Tim Pembela Ulama &amp; Aktivis) dan TPIJ (Tim Pemburu Ijazah JkW) yang sejak pagi sudah tampak menggeruduk rumah di kawasan Sumber Solo itu, jangankan ditunjukin, karena justru dia beralasan &#8220;hanya mau melalukan didepan pengadilan&#8221; maka Ijazah-ijazah itu tetap disembunyikannya mungkin karena ketakutan akan dianalisis lagi dan terbukti banyak fenomena ilmiah aneh sebagaimana temuan faktual sebelumnya.</p>
<p>Bukan Netizen +62 kemudian kalau tidak memiliki ide-ide briliant untuk mempermalukan dan makin mengolok-olok sikap childish kemarin itu, karena sebenarnya persoalan yang sangat sepele ini tidak akan berkepanjangan kalau dia secara jujur mau dari dulu menunjukkan Ijazah Asli yang dimilikinya, Case closed, selesai. Namun karena ada kemungkinan dia sendiri yang senang membuat onar dan menikmati (?) rakyatnya gaduh seperti sekarang, maka terjadilah sampai sejauh ini.</p>
<p>Oleh karenanya kini di berbagai platform sosial media (Facebook, TikTok, Instagram hingga X / Twitter bahkan berbagai WAG) trending gerakan massal yang disebut sebagai &#8220;Diploma Challenge&#8221; alias Tantangan menampilkan Ijazah bahkan Foto Wisuda yang dimilikinya. Beramai-ramai orang dengan suka rela dan tanpa takut apapun seperti yang diatas, berani jujur untuk meng-upload atau memposting foto-foto Ijazah dan-atau Peristiwa wisuda yang dimilikinya.</p>
<p>Para pengupload Ijazah dan Foto Wisuda ini bukan orang sembarangan, mulai dari Masyarakat biasa (alias &#8220;Rakyat Jelata&#8221; kalai istilahnya juru bicara Istana) sampai ke Tokoh-tokoh nasional bahkan yang sudah bergelar Profesor saat ini. Selain itu sebagaimana saya tulis kemarin, ada juga yang memVideokan bagaimana replika Ijazah Proklamator Mohammad Hatta dipajang di Universitas Nederlandse Handels-Hoogeschool (NHH) yang sekarang dikenal sebagai Erasmus Universiteit Rotterdam.</p>
<p>Tercatat ada nama Prof Tono Saksono (Pakar teknologi dari Geodesi UGM), Prof Saratri Wilnoyudho (Guru besar di Unnes, asal Geodesi UGM juga), Prof Zainal Arifin Mochtar (alias mas Uceng, Pakar Hukum Tata Negara UGM), Prof Anies Baswedan (Mantan Gubernur DKI, asal Ekonomi UGM) hingga ke Ustadz Abdul Somad Batubara (S-2 Institut Darul Hadits Hanasiah Marokko, S-3 Univ Islam Omdurman Sudan) dan masih banyak sosok lainnya, meramaikan &#8220;Diploma Challenge&#8221; ini. Sayapun menngunggah Ijazah S-1 Asli UGM dan Foto saat diwisuda oleh (saat itu) Dr Yahya Muhaimin dan Dekan Dr Ichlasul Amal tanggal 19/08/91 di Balairung UGM.</p>
<p>Lucunya sampai ada akun TikTok @matt_kampoeng yang membuat Film animasi sepanjang 2-menit 53-detik yang menceritakan kisah di Negeri Konoha dengan imajinasi sangat kreatif namun berdasarkan kisah nyata yang terjadi di suatu masa. Film animasi yang dibuat dengan kecerdasan buatan AI (Artificial Intelligence) ini sangat layak ditonton layaknya Film &#8220;Jumbo&#8221; yang sekarang Viral, bahkan mungkin layak mendapatkan Piala Citra untuk pembuatannya.</p>
<p>Dengan tokoh utama bernama Junius Wedus (Pengadu Domba yang lahir bulan Juni) dari desa Solamus dan selalu menggunakan Jurus Blusukus dan Bansonus Tunaus dia sukses menapaki karier mulai dari bawah sampai atas. Pernah bersama Basicus del Piero kemudian dibantu Praticus dari Ulympus Galia Medusa dia jadi Kaisar. Untung ada Rimonus Septinus yang secara fotensik membongkarnya, meski dibela Avirus Amelitus, Dewa gunung Olympus dan kuasa hukumnya menggunakan Pasal 404 &#8220;Ijazah Not Found&#8221;</p>
<p>Istilah &#8220;404 Ijazah Not Found&#8221; ini mengingatkan kita juga pada Mural yang sempat heboh dilukis di kawasan Cengkareng beberapa tahun lalu dimana saat itu dilukis mirip dengan sosok bermasalah ini. Mengambil terminologi komputer yang sering digunakan untuk menggambarkan pesan kesalahan yang diberikan oleh server web saat halaman atau URL yang diminta tidak dapat ditemukan, dalam hal ini Ijazah Asli UGM. Jadi Pesan moral yang coba diangkat dalam Film Animasi AI tersebut adalah &#8220;Seseorang yang berwajah polos belum tentu memiliki Karakter yang baik&#8221;, Ambyar.</p>
<p>Kesimpulannya, kemarin memang sempat ada upaya &#8220;mengadu domba&#8221; yang dilakukan oleh Junius Wedus ini dan sekaligus memanfaatkan sebagian awak media agar mau jadi corong bicaranya menyampaikan keberadaan Ijazah itu, namun InshaaAllah kita semua sudah hafal trik licik dan taktik busuknya selama ini. Kebenaran akan terbuka, Gusti Allah Tidak Sare. Masyarakat tetap terus menyuarakan #AdiliJokowi dan #MakzulkanFufufafa apalagi jika modus yang sama digunakannya. &#8220;Kacang mongsoo ninggalno lanjaran&#8221; alias &#8220;Buah itu jatuh tidak akan jauh dari Pohonnya &#8230;&#8221;</p>
<p>Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes &#8211; Pemerhati Telematika, Multimedia, AI &amp; OCB Independen &#8211; Jakarta, Jumat Agung 18 April 2025</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/gara-gara-takut-difoto-ijazahnya-trending-diploma-challenge-dan-animasi-ai-ulympus-galia-medusa/">Gara-gara Takut difoto Ijazahnya, Trending &#8220;Diploma Challenge&#8221; dan Animasi AI Ulympus Galia Medusa</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mendadak muncul &#8220;Ijazah JkW&#8221;, Diuji ilmiah dengan ELA. Hasilnya &#8230;?</title>
		<link>https://porosmedia.com/mendadak-muncul-ijazah-jkw-diuji-ilmiah-dengan-ela-hasilnya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2025 14:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Ijasah JKW]]></category>
		<category><![CDATA[Roy Suryo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=28065</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes Porosmedia.com &#8212; Hari-hari ini masyarakat Indonesia, khususnya Netizen +62,...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/mendadak-muncul-ijazah-jkw-diuji-ilmiah-dengan-ela-hasilnya/">Mendadak muncul &#8220;Ijazah JkW&#8221;, Diuji ilmiah dengan ELA. Hasilnya &#8230;?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes</p>
<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com</a> &#8212; Hari-hari ini masyarakat Indonesia, khususnya Netizen +62, gempar karena setelah ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun lamanya, bahkan sampai berkali-kali dilakukan upaya menghadirkannya secara resmi berdasar hukum fornal di beberapa sidang pengadilan tidak kunjung berhasil, mendadak bak diorkestrasi (baca: digerakkan / diperintah oleh tangan-tangan tertentu), serempak muncul foto &#8220;Ijazah JkW&#8221; yang disebut-sebut oleh penyebarnya sebagai &#8220;asli&#8221;. Para penyebar foto di berbagai platform socmed, utamanya di X / Twitter tersebut, sebenarnya sangat mudah ditebak dari mana asalnya.</p>
<p>Mereka adalah para Ceboker (ini Istilah Netizen sekarang untuk para BuzzerRp yang kerjaannya memang untuk melakukan &#8220;cuci piring&#8221; atau klarifikasi atas issue-issue tertentu) dan mayoritas juga berasal dari kader politik satu partai yang sempat disebut juga salah input mendadak digelembungkan suaraya saat Pemilu 2024 lalu, meski tetap saja gagal masuk Parlemen. Lucunya gerakan &#8220;publikasi terpimpin&#8221; ini seperti kompak (diperintah) dilakukan mereka sesaat setelah ada pertemuan &#8220;Gang Solo&#8221; pada awal Hari Raya Idul Fitri kemarin, bahkan dengan disertari ada statemen dari L4 (Loe lagi, loe lagi) bak pahlawan kesiangan yang melakukan pembelaan membabi buta pada bekas presidennya itu. Tentu kata &#8220;membabi buta&#8221; ini tidak ada hubungannya dengan teror Ndhas Babi yang anehnya sampai hari ini juga tidak jelas pengusutannya, Terwelu.</p>
<p>Bagaimanapun juga munculnya foto yang berusaha disebut-sebut dan mau diyakinkan sebagai &#8220;Ijazah JkW&#8221; memang cukup membagongkan, karena seperti digunakan untuk menjawab kasus Ijazah Palsu yang kembali viral sebulan terakhir pasca bisa disampaikan novelty (= kebaruan) oleh Dr.Eng Rismon Hasiholan Sianipar, S.T, M.T, M.Eng (RHS) dengan memotret secara langsung &#8220;Buku Skripsi&#8221; di Perpustakaan Fak Kehutanan UGM baru-baru ini, sekaligus menegaskan kembali Analisis saya 5 tahun silam tentang penggunaan Font baru Times New Roman yang jelas belum lazim dipakai pada pertengahan tahun 80-an, tepatnya tahun 1985 saat &#8220;Skripsi&#8221; dan &#8220;Ijazah JkW&#8221; itu dibuat.</p>
<p>Detailnya, Selasa, 25/02/20 dalam Akun X / Twitter @KRMTRoySuryo2 pukul 13.27 WIB, dapat dicek di link x.com/KRMTRoySuryo2/status/1232190348916453377 saat itu menampilkan 4 (empat) lampiran, masing-masing Halaman &#8220;Buku Wisuda&#8221; tahun 1985 dengan foto orang yang diaku sebagai JkW, Copy &#8220;Ijazah JkW&#8221; yang tidak pernah bisa dibuktikan keasliannya hingga saat ini, Skrinsut dari laman Online Public Acess Catalog (OPAC) opac.lib.ugm.ac.id dan tentu saja Sampul luar berikut &#8220;Halaman pengesahan&#8221; yang sama dengan hasil hipotesis RHS yang dikemukakan belakangan ini.</p>
<p>Cuitan saya 5 tahun lalu itupun memperkuat postingan sehari sebelumnya (Senin, 24/02/20 14.43 WIB) di link x.com/KRMTRoySuryo2/status/1232209584216920065 yang juga berisi 4 (empat) lampiran, masing-masing adalah Foto &#8220;Drs. JkW&#8221; (bergelar &#8220;Drs&#8221;) saat kunjungan di Pabrik Sritex bersama Alm. HM Lukminto 20/09/06, Foto dengan titel &#8220;Ir. JkW&#8221; bersama pak FX Hadi Rudiyatmo, &#8220;Akta Kelahiran JkW&#8221; -seharusnya 1961- yang baru dibuat tahun 1988 (?) dan Skrinsut DetikCom tahun 2017 yang memberitakan pergantian nama &#8220;Mulyono jadi JkW&#8221;. Sebagaimana hipotesis RHS kemarin, saat itupun sudah saya sampaikan detail semua temuan yang ada, termasuk soal Font / Huruf yang digunakan. Dalam berbagai Seminar maupun Diskusi Aktivis beberapa tahun terakhir pun, Analisis ini kerap saya sampaikan dan paparkan secara terbuka ke publik.</p>
<p>Sebagaimana hal teknis dan ilmiah yang biasa dilakukan untuk meneliti keabsahan foto atau dokumen yang (mendadak) beredar seperti &#8220;ijazah JkW&#8221; tersebut, menarik apa yang disentil oleh Dr. Tifauzia Tiasumma / Dr. Tifa (DRT) melalui X / Twitter kemarin (Kamis, 03/04/25 pukul 19.41) yang tertarik dengan Analisis ELA (Error Level Analysis) yang dikemukakan oleh akun @doxsint (Doxsint.pl) 8 jam sebelumnya yang disebutnya &#8220;the will answer the question&#8221; (= akan menjawab pertanyaan) soal Foto &#8220;Ijazah JkW&#8221; yang viral lagi ini. Analisis keaslian Foto / Dokumen menggunakan metode ELA ini memang bisa menjadi solusi jitu menjawab pertanyaan masyarakat tentang keabsahan Foto &#8220;Ijazah JkW&#8221;, apakah memang benar bisa dipertanggungjawabkan otentifikasi nya atau tidak.</p>
<p>Teknik ELA ini pertama kali diperkenalkan oleh Neal Krawetz, seorang pakar keamanan dan forensik digital. Krawetz memperkenalkan konsep ini 18 tahun lalu (2007) dalam blog forensik digitalnya dan dalam berbagai presentasi terkait keamanan digital. Sejak saat itu, ELA digunakan secara luas dalam investigasi forensik gambar, analisis hoaks, serta untuk mengidentifikasi gambar yang telah dimanipulasi dalam berbagai kasus hukum dan jurnalistik.Teknik ELA bisa membantu mengidentifikasi area dalam gambar yang telah diedit atau diubah dengan cara menganalisis perbedaan tingkat kesalahan kompresi di berbagai bagian gambar. Prinsip utama ELA adalah bahwa gambar yang asli (tanpa manipulasi) akan memiliki distribusi tingkat kesalahan yang relatif merata setelah dikompresi ulang. Sebaliknya, gambar yang telah diedit akan menunjukkan perbedaan tingkat kesalahan yang signifikan di area yang telah dimanipulasi.</p>
<p>Hasil kajian ELA akan membuat semacam &#8220;Peta Error Level&#8221; dimana Gambar yang menunjukkan perbedaan tingkat kesalahan dengan warna atau kontras tinggi di area yang mengalami manipulasi. Dengannya didapatkan indikasi Keaslian Gambar untuk mengidentifikasi apakah sebuah gambar telah diedit atau merupakan hasil asli dari kamera. ELA bisa melakukan Deteksi Area yang Dimanipulasi dengan Menunjukkan bagian gambar yang memiliki tingkat kompresi berbeda, yang bisa mengindikasikan proses editing seperti penempelan objek, penghapusan elemen, atau perubahan lainnya.</p>
<p>Beberapa parameter utama dalam ELA efektif atau cocok untuk gambar dengan format JPEG (Joint Photographuc Expert Group) seperti &#8220;Ijazah JkW&#8221; ini karena kompresinya menghasilkan perbedaan error level yang dapat diukur dan bisa menguji gambar yang dikompresi ulang untuk menghasilkan versi referensi yang dibandingkan dengan gambar asli. Perbedaan antara gambar asli dan versi yang dikompresi dianalisis untuk melihat area dengan perubahan tingkat kesalahan yang tidak wajar. Hasilnya ada dalam &#8220;Peta Warna ELA&#8221; dimana: Warnanya menunjukkan perbedaan error level: Warna seragam menandakan area yang belum diedit sedangkan Kontras tinggi / bercak terang menunjukkan Indikasi area yang telah dimodifikasi.</p>
<p>Disini saya gunakan 2 (dua) sampel Foto dengan masing-masing 2 varian (Foto asli dengan separuh hasil ELA dan seluruhnya hasil ELA). Pertama adalah Ijazah Asli UGM milik saya sendiri (tahun 1991) yang bisa dipastikan 100% keasliannya yang memiliki distribusi error yang lebih seragam karena seluruh piksel mengalami kompresi dengan pola yang mirip. Kedua adalah foto &#8220;Ijazah JkW&#8221;&#8221; (yang disebut tahun 1985 ?) dimana jika , gambar tersebut dibuat menggunakan perangkat lunak Computer Generated Imaging (CGI) atau AI-generated images alias yang telah diedit, maka menunjukkan pola error yang tidak konsisten. Hal ini karena area yang dimanipulasi memiliki tingkat kompresi yang berbeda dari bagian lain dalam gambar.</p>
<p>Kesimpulannya, Ijazah Asli UGM (1991) memiliki tingkat error yang seragam di seluruh gambar (karena seluruh gambar dihasilkan secara digital) sedangkan Foto &#8220;Ijazah Jkw&#8221; (1985 ?) tidak menunjukkan pola kompresi alami yang khas dari gambar asli dan malah menunjukkan ketidakwajaran dalam transisi antara objek dan background. Jadi ELA ini penting untuk analisis forensik gambar guna mendeteksi manipulasi digital. Dengan menganalisis distribusi error dalam gambar, metode ini membantu membedakan gambar asli dari gambar hasil editan atau yang dihasilkan komputer. Masih mau mengelak dengan cara bagaimana lagi? Tetap harus #AdiliJokowi dan #MakzulkanFufufafa jika tidak ingin #IndonesiaGelap &#8230;</p>
<p>Dr. KRMT Roy Suryo, M.Kes &#8211; Pemerhati Telematika, Multimedia, AI &amp; OCB Independen &#8211; Jumat, 04 April 2025.</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/mendadak-muncul-ijazah-jkw-diuji-ilmiah-dengan-ela-hasilnya/">Mendadak muncul &#8220;Ijazah JkW&#8221;, Diuji ilmiah dengan ELA. Hasilnya &#8230;?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
