<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Iduladha - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/iduladha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/iduladha/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 26 May 2026 10:21:24 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Iduladha - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/iduladha/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ironi Menjelang Iduladha di Kota Bandung: Hewan Kurban Dijamin Siaga 24 Jam, tapi Harga &#8216;Cengek&#8217; Meroket Rp120 Ribu</title>
		<link>https://porosmedia.com/ironi-menjelang-iduladha-di-kota-bandung-hewan-kurban-dijamin-siaga-24-jam-tapi-harga-cengek-meroket-rp120-ribu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 10:21:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Ragam]]></category>
		<category><![CDATA[Cengek]]></category>
		<category><![CDATA[Idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[Iduladha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=44058</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung – Menjelang Hari Raya Iduladha, warga Kota Bandung disuguhi dua realitas yang kontras...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/ironi-menjelang-iduladha-di-kota-bandung-hewan-kurban-dijamin-siaga-24-jam-tapi-harga-cengek-meroket-rp120-ribu/">Ironi Menjelang Iduladha di Kota Bandung: Hewan Kurban Dijamin Siaga 24 Jam, tapi Harga &#8216;Cengek&#8217; Meroket Rp120 Ribu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung – Menjelang Hari Raya Iduladha, warga Kota Bandung disuguhi dua realitas yang kontras oleh pemerintah kotanya. Di satu sisi, jaminan kesehatan hewan kurban dipastikan aman hingga diklaim dipantau ketat selama 24 jam. Namun di sisi lain, isi dompet warga dipaksa &#8220;menjerit&#8221; akibat lonjakan harga komoditas cabai rawit (<i>cengek</i>) yang menembus angka fantastis, Rp120.000 per kilogram.</p>
<p dir="ltr">​Dua potret situasi ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, usai menghadiri sebuah agenda di Hotel Aryaduta Bandung, Selasa (26/5/2026).</p>
<p dir="ltr">​Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melayangkan garansi bahwa seluruh hewan kurban yang beredar di Kota Kembang berada dalam kondisi sehat walafiat.</p>
<p dir="ltr">​&#8221;Alhamdulillah semua hewan kurban yang ada di Kota Bandung sehat sesuai dengan pemeriksaan dari DKPP. Insyaallah sehat semuanya,&#8221; ujar Farhan optimis.</p>
<p dir="ltr">​Tak tanggung-tanggung, demi memastikan daging kurban bebas dari kontaminasi, Pemkot Bandung mengerahkan tim pemeriksa yang diklaim akan bekerja nonstop. &#8220;Tim pemeriksa kesehatan hewan dan daging potong itu sudah mulai bekerja nanti malam sampai dua hari ke depan. 24 jam. Tidak boleh sampai ada daging yang terkontaminasi,&#8221; tegasnya.</p>
<p dir="ltr">​Suasana menjelang Iduladha di balai kota juga dipastikan makin semarak dengan adanya bantuan satu ekor sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia yang rencananya akan diserahkan secara simbolis di Masjid Al-Ukhwah, Rabu esok.</p>
<p dir="ltr">​Namun, di balik kepastian pasokan daging yang &#8220;suci dan steril&#8221; tersebut, publik justru dihadapkan pada persoalan klasik perut masyarakat: meroketnya harga bumbu dapur utama.</p>
<p dir="ltr">​Mengunyah Daging Tanpa Sambal: Solusi &#8216;Bijak&#8217; Menghadapi Cengek Rp120 Ribu</p>
<p dir="ltr">​Di saat stok daging, telur, dan ayam dilaporkan dalam kondisi aman, komoditas cabai rawit justru menjadi momok baru di pasar-pasar tradisional Kota Bandung. Harganya yang mencapai Rp120.000 per kilogram memicu pertanyaan mengenai efektivitas langkah mitigasi dan pemantauan rantai pasok oleh dinas terkait jauh-jauh hari.</p>
<p dir="ltr">​Menanggapi meroketnya harga si pedas ini, Wali Kota Bandung menunjuk hidung faktor eksternal sebagai biang kerok utama, yakni cuaca ekstrem yang memicu gagal panen di daerah pemasok.</p>
<p dir="ltr">​“Sepertinya banyak yang gagal panen cabai. Cuaca sekarang tidak menentu, kadang panas, tiba-tiba hujan,” dalih Farhan.</p>
<p dir="ltr">​Alih-alih memaparkan strategi konkret seperti operasi pasar atau intervensi jalur distribusi untuk menekan harga, orang nomor satu di Bandung tersebut justru melontarkan imbauan yang bernada guyon sekaligus multitafsir bagi sebagian warga yang sedang kesulitan. Farhan meminta masyarakat untuk mengerem konsumsi makanan pedas.</p>
<p dir="ltr">​“Untuk kesehatan bersama, jangan terlalu banyak makan yang pedas-pedas dulu,” kelakarnya.</p>
<p dir="ltr">​Sebuah imbauan yang terasa getir bagi warga. Ketika pemerintah daerah dengan bangga menyiagakan tim 24 jam hanya untuk memeriksa kesehatan daging, pengawasan dan mitigasi terhadap fluktuasi harga bahan pokok justru terkesan longgar dan hanya bisa berserah pada faktor alam.</p>
<p dir="ltr">​Kini, warga Kota Bandung tampaknya harus bersiap merayakan Iduladha dengan limpahan daging kurban yang sehat, namun dengan cita rasa yang hambar tanpa sambal—sebuah kompromi paksa atas nama &#8220;kesehatan bersama&#8221; dan ketidakberdayaan mengendalikan harga pasar. (PM/Red)</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/ironi-menjelang-iduladha-di-kota-bandung-hewan-kurban-dijamin-siaga-24-jam-tapi-harga-cengek-meroket-rp120-ribu/">Ironi Menjelang Iduladha di Kota Bandung: Hewan Kurban Dijamin Siaga 24 Jam, tapi Harga &#8216;Cengek&#8217; Meroket Rp120 Ribu</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
