<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Eksklusif - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/eksklusif/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/eksklusif/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Jul 2026 02:51:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Eksklusif - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/eksklusif/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Menelusuri Jejak Sejarah Drs. Leo Tupan: Cendikiawan Multibahasa dan Peletak Fondasi Pendidikan Bahasa Asing Di Bandung </title>
		<link>https://porosmedia.com/menelusuri-jejak-sejarah-drs-leo-tupan-cendikiawan-multibahasa-dan-peletak-fondasi-pendidikan-bahasa-asing-di-bandung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2026 02:51:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kisah Inspiratif]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Eksklusif]]></category>
		<category><![CDATA[LeoTupan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[porosmedia]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Bandung]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh Inspiratif]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=44799</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung – Sejarah perkembangan pendidikan bahasa asing di Kota Kembang tidak dapat dilepaskan dari...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/menelusuri-jejak-sejarah-drs-leo-tupan-cendikiawan-multibahasa-dan-peletak-fondasi-pendidikan-bahasa-asing-di-bandung/">Menelusuri Jejak Sejarah Drs. Leo Tupan: Cendikiawan Multibahasa dan Peletak Fondasi Pendidikan Bahasa Asing Di Bandung </a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p dir="ltr"><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung – Sejarah perkembangan pendidikan bahasa asing di Kota Kembang tidak dapat dilepaskan dari dinamika geopolitik pasca-Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955. Momentum bersejarah tersebut menyadarkan para akademisi akan krusialnya penguasaan komunikasi internasional. Di balik layar dinamika tersebut, muncul sosok antusias yang memiliki rekam jejak multidimensi—baik di ranah akademis, korporasi, hingga jaringan strategis pertahanan negara: <b>Drs. Leo Tupan</b> (dikenal pula dalam catatan sejarah lokal sebagai Drs. Leo C. Tupan Somali).</p>
<p dir="ltr">​Pelopor Komunikasi Lintas Bangsa Pasca-KAA 1955</p>
<p dir="ltr">​Lahir pada 31 Januari 1931, Drs. Leo Tupan tumbuh menjadi seorang intelektual dengan kemampuan linguistik yang sangat langka di zamannya. Berdasarkan dokumen otentik, beliau menguasai sedikitnya tujuh bahasa asing secara aktif, meliputi bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Mandarin, Jepang, Rusia, dan Belanda. Kompetensi luar biasa ini menempatkannya pada posisi strategis ketika Indonesia mulai membuka diri secara luas dalam diplomasi internasional pasca-KAA 1955.</p>
<p dir="ltr">​Melihat adanya urgensi kebutuhan tenaga terdidik yang fasih berbahasa asing guna menunjang sektor pariwisata, kepanduan, penerjemahan (juru bahasa), serta protokol kenegaraan, Drs. Leo Tupan memprakarsai sebuah gerakan taktis bersama sejumlah akademisi terkemuka di Bandung. Di antara rekan seperjuangannya tercatat nama-nama seperti Drs. SPH Marbun, Drs. Otto Iskandar, Drs. Subino, Drs. Asikin Nadikusumah, dan S.A. Basoeki Soekanto, B.A.</p>
<p dir="ltr">​Gerakan kolektif di bawah koordinasi Drs. Leo Tupan ini bertujuan mendirikan akademi bahasa asing formal di Bandung. Langkah ini secara hukum bersandar pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1950 tentang Dasar-Dasar Pendidikan dan Pengajaran di Sekolah, yang kemudian diperkuat oleh Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi.</p>
<p dir="ltr">​Legitimasi Hukum dan Lahirnya Lembaga Pendidikan</p>
<p dir="ltr">​Implementasi gagasan besar ini membutuhkan payung hukum yang kuat sesuai dengan regulasi perguruan tinggi masa itu. Drs. Leo Tupan bersama tim mengambil langkah progresif dengan berkoordinasi langsung dengan Ketua Dewan Pariwisata Indonesia Jawa Barat (DEPARI JABAR). Respon positif dari otoritas tersebut melahirkan Surat Instruksi Nomor: 195/Gdb/DP/63 tertanggal 5 Oktober 1963 yang menegaskan urgensi pembentukan institusi pendidikan pariwisata dan bahasa.</p>
<p dir="ltr">​Sebagai tindak lanjut, dibentuklah Panitia Pendiri Lembaga Pariwisata (yang menjadi cikal bakal Akademi Bahasa Asing/ABA), di mana Drs. Leo Tupan dipercaya memegang posisi vital sebagai Ketua Panitia. Bersama R.E. Kosasih (Sekretaris I), Syaffei Ds. (Sekretaris II), Ibu Tatit Suparti (Bendahara), serta R. Moch. Hudrasjah (Hubungan Masyarakat), tim ini berhasil menyusun kurikulum perdana, mencari lokasi representatif, serta menggalang pendanaan yang sah demi tegaknya pilar akademis tersebut di Jawa Barat.</p>
<p dir="ltr">​Rekam Jejak Strategis: Dari Akademisi, Militer, hingga Korporasi</p>
<p dir="ltr">​Selain kontribusi monumentalnya dalam dunia pendidikan bahasa di Bandung, rekam jejak profesional Drs. Leo Tupan menunjukkan diversifikasi keahlian yang sangat tinggi. Setelah menyelesaikan studinya di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung pada tahun 1960, beliau langsung mendedikasikan diri sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung (ITB).</p>
<p dir="ltr">​Kapasitas intelektual dan penguasaan bahasa asingnya yang luas membuat tenaganya kerap diserap oleh institusi strategis nasional dan internasional. Pada tahun 1965, beliau terlibat dalam Team Sarjana Kostrad, dan berlanjut sebagai Dosen Puspasus/RPKAD (1969) serta Dosen Kopassandha (1973). Peran pentingnya di sektor pertahanan semakin kuat saat beliau masuk ke dalam Team Sarjana Lembaga Pengkajian Strategi Aspek Darat di Markas Besar TNI-AD pada tahun 1974, disusul penugasan pada Badan Koordinasi Intelijen Negara (BAKIN) serta Pusat Sandi Yudha dan Lintas Udara TNI/AD.</p>
<p dir="ltr">​Beliau juga tercatat sebagai Staf Ilmiah Kowilhan II (1978) di Departemen Hankam, serta Staf Ahli Lembaga Studi Strategis Dewan Pertahanan Keamanan Nasional.</p>
<p dir="ltr">​Di ranah internasional, selain menempuh pendidikan spesialisasi di University of Michigan (USA, 1970) dan Rijks Universiteit Groningen Polemologisch Instituut (Belanda, 1980), beliau aktif dalam program pembangunan global PBB melalui United Nations Development Program (UNDP) pada tahun 1977 serta <i>Project QTA 80 World Bank</i> (1985) untuk <i>National Comprehensive Planning</i>.</p>
<p dir="ltr">​Memasuki sektor korporasi komersial, Drs. Leo Tupan memperkuat manajemen sejumlah perusahaan multi-sektor, termasuk PT Indira (1 tahun), PT Semen Cibinong (2 tahun), PT Era Persada (3 tahun), PT Multi Gambut Industri (3 tahun), hingga PT Intisixta hingga akhir tahun 1996. Pengalaman lintas sektoral ini membuktikan bahwa beliau adalah seorang praktisi strategis yang berkontribusi nyata dalam pembangunan makro nasional.</p>
<p dir="ltr">​Warisan Intelektual</p>
<p dir="ltr">​Kisah hidup Drs. Leo Tupan memberikan potret inspiratif mengenai bagaimana penguasaan bahasa asing mampu membuka sekat-sekat isolasi bangsa dan menjadi instrumen strategis dalam pembangunan nasional—baik dari aspek pendidikan formal, ketahanan negara, hingga diplomasi ekonomi global. Bagi masyarakat Jawa Barat dan dunia akademis pada umumnya, jejak langkah beliau dalam merintis fondasi akademi bahasa asing di Bandung adalah warisan emas yang terus dirasakan manfaatnya hingga hari ini. ***</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/menelusuri-jejak-sejarah-drs-leo-tupan-cendikiawan-multibahasa-dan-peletak-fondasi-pendidikan-bahasa-asing-di-bandung/">Menelusuri Jejak Sejarah Drs. Leo Tupan: Cendikiawan Multibahasa dan Peletak Fondasi Pendidikan Bahasa Asing Di Bandung </a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
