<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artificial Intelligence - Porosmedia.com</title>
	<atom:link href="https://porosmedia.com/tag/artificial-intelligence/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://porosmedia.com/tag/artificial-intelligence/</link>
	<description>Sumber Informasi Independen, Aktual dan Terpercaya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 12 Jun 2025 03:30:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://porosmedia.com/wp-content/uploads/2021/12/cropped-favicon-porosmedia.com_-1-32x32.png</url>
	<title>Artificial Intelligence - Porosmedia.com</title>
	<link>https://porosmedia.com/tag/artificial-intelligence/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>DPRD Kota Bandung dan ITB Dorong AI untuk Kota Bandung: Terobosan atau Ilusi Teknokratis?</title>
		<link>https://porosmedia.com/dprd-kota-bandung-dan-itb-dorong-ai-untuk-kota-bandung-terobosan-atau-ilusi-teknokratis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2025 03:30:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[H. Asep Mulyadi]]></category>
		<category><![CDATA[Institut teknologi Bandung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=30843</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali digaungkan sebagai solusi cepat dan...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/dprd-kota-bandung-dan-itb-dorong-ai-untuk-kota-bandung-terobosan-atau-ilusi-teknokratis/">DPRD Kota Bandung dan ITB Dorong AI untuk Kota Bandung: Terobosan atau Ilusi Teknokratis?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung – Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kembali digaungkan sebagai solusi cepat dan strategis bagi problematika perkotaan. Ketua DPRD Kota Bandung, H. Asep Mulyadi, menyampaikan harapan besar terhadap kerja sama strategis antara Pemerintah Kota Bandung dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam pemanfaatan AI untuk pengembangan kota.</p>
<p>Pernyataan ini disampaikannya usai menghadiri pemaparan dari pihak ITB di Gedung ITB Innovation Park, kawasan Bandung Technopolis, Gedebage, Rabu (11/6/2025). Sejumlah tokoh legislatif juga turut hadir, termasuk Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung Radea Respati, Ketua Komisi IV Iman Lestariyono, Ketua BK DPRD Soni Daniswara, dan Ketua Bapemperda Dudy Himawan.</p>
<p>“Dengan pemanfaatan AI, maka bisa mempercepat dan mempermudah masalah-masalah di Kota Bandung. Jadi sebesar apapun masalah pasti ada solusinya,” ujar Asep Mulyadi.</p>
<p>Namun, benarkah teknologi AI bisa menjadi &#8220;obat mujarab&#8221; atas kompleksitas persoalan kota seperti kemacetan, banjir, layanan publik yang buruk, hingga ketimpangan digital.</p>
<p>Pernyataan Ketua DPRD mengindikasikan keyakinan tinggi terhadap potensi teknologi, terutama dalam hal efisiensi birokrasi dan pengambilan keputusan berbasis data. Ia mencontohkan analisis revisi peraturan daerah sebagai sektor yang bisa terbantu AI untuk mengidentifikasi kebijakan yang sudah tidak relevan.</p>
<p>Namun pengamat kebijakan publik dari UNPAD, Dr. Eko Bawono, mengingatkan bahwa optimisme ini harus dibarengi dengan kesiapan hukum, anggaran, dan kualitas sumber daya manusia.</p>
<p>“Jangan sampai AI hanya menjadi jargon tanpa implementasi yang matang. Infrastruktur data kita belum terintegrasi, bahkan sistem e-government masih terfragmentasi,” tegas Eko.</p>
<p>Asep juga menyatakan bahwa kehadiran kampus besar seperti ITB harus memberi kontribusi konkret bagi pelayanan publik. Tetapi kerja sama semacam ini patut dipertanyakan: apakah ITB sekadar menjadi konsultan akademik, atau benar-benar menjadi mitra strategis dengan peta jalan jangka panjang?</p>
<p>Fakta di lapangan menunjukkan bahwa berbagai proyek kerja sama akademik sebelumnya sering kali berhenti di tahap seminar atau pilot project, tanpa keberlanjutan institusional. Pemerintah kerap kali gagal mengadopsi hasil riset karena alasan teknis dan politis.</p>
<p>Kang Asmul menyebut bahwa pemanfaatan AI memerlukan proses penyusunan regulasi dan payung hukum. Namun hingga kini, belum ada inisiatif konkret dari DPRD untuk menyusun Perda yang menata penggunaan teknologi berbasis AI, terutama yang menyentuh aspek privasi data warga, transparansi algoritma, dan akuntabilitas penggunaan anggaran.</p>
<p>Di sinilah DPRD perlu mengambil peran lebih substantif. Bukan hanya menyambut AI sebagai ide, tetapi juga membentengi dampaknya terhadap hak-hak sipil, keterbukaan informasi publik, dan kedaulatan data.</p>
<p>Pemanfaatan AI di Kota Bandung harus diposisikan sebagai alat bantu, bukan juru selamat. Tanpa reformasi birokrasi, perbaikan infrastruktur dasar, dan komitmen politik yang kuat, teknologi ini hanya akan menjadi etalase digital tanpa isi.</p>
<p>Alih-alih memuja AI sebagai penyelamat, publik butuh roadmap yang jelas, partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan digital, serta pengawasan ketat dari lembaga legislatif.</p>
<p>&#8220;AI harus dimaknai sebagai alat demokratisasi data dan pelayanan publik. Kalau hanya untuk menutupi inefisiensi birokrasi dengan aplikasi-aplikasi ‘wah’, itu namanya pemolesan, bukan perbaikan,” pungkas Eko Bawono.</p>
<p>Kerja sama ITB dan Pemkot Bandung dalam AI layak diapresiasi sebagai langkah awal. Tapi masyarakat juga harus tetap kritis terhadap retorika teknologi yang menjauhkan isu sosial dari pusat perhatian.</p>
<p>Apakah AI akan menyelesaikan problem Kota Bandung, atau hanya menjadi alat pencitraan politik dan proyek proyek mercusuar yang tidak menyentuh akar masalah? Jawaban sesungguhnya bergantung pada keberanian legislatif dan eksekutif untuk menempatkan rakyat, bukan teknologi, sebagai pusat pembangunan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/dprd-kota-bandung-dan-itb-dorong-ai-untuk-kota-bandung-terobosan-atau-ilusi-teknokratis/">DPRD Kota Bandung dan ITB Dorong AI untuk Kota Bandung: Terobosan atau Ilusi Teknokratis?</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tengah Derasnya Arus Transformasi Digital, Masyarakat harus Revolusi AI</title>
		<link>https://porosmedia.com/tengah-derasnya-arus-transformasi-digital-masyarakat-harus-revolusi-ai/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Jajat Sudrajat]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Apr 2025 15:18:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[Artificial Intelligence]]></category>
		<category><![CDATA[Revolusi AI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://porosmedia.com/?p=28632</guid>

					<description><![CDATA[<p>Porosmedia.com, Bandung &#8211; Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memimpin...</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/tengah-derasnya-arus-transformasi-digital-masyarakat-harus-revolusi-ai/">Tengah Derasnya Arus Transformasi Digital, Masyarakat harus Revolusi AI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://Porosmedia.com/">Porosmedia.com,</a> Bandung &#8211; Wakil Wali Kota Bandung, Erwin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memimpin revolusi kecerdasan buatan (AI) di tengah derasnya arus transformasi digital.</p>
<p>Hal ini disampaikannya saat memberikan sambutan dalam acara Citcom Connect 2025 yang digelar di El Hotel, Kota Bandung, Selasa 22 April 2025.</p>
<p>“Bandung tidak boleh tertinggal dalam revolusi AI ini. Justru kita harus berada di garis depan, memimpin arah perubahan, dan menunjukkan bahwa teknologi adalah solusi atas tantangan kota,” ujar Erwin</p>
<p>Acara Citcom Connect 2025 menjadi ruang temu dan kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk membahas pemanfaatan AI di berbagai sektor, termasuk UMKM, pendidikan, keagamaan, hingga pelayanan publik.</p>
<p>Sebagai informasi, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung saat ini tengah menjalankan berbagai program strategis menuju smart city yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Termasuk di dalamnya digitalisasi layanan publik, pengembangan pusat inkubasi bisnis di 30 kecamatan, serta dukungan penuh terhadap pertumbuhan startup lokal.</p>
<p>Erwin berharap, ke depan dapat digelar lebih banyak pelatihan teknologi yang berpadu dengan nilai-nilai keagamaan di Kota Bandung.</p>
<p>“Kami membuka ruang kolaborasi selebar-lebarnya bagi komunitas teknologi untuk ikut serta merancang solusi kota,” tuturnya.</p>
<p>Ketua Citcom Connect 2025, Setiadi Sudrajat menuturkan, teknologi, terutama AI, harus menjadi milik semua kalangan.</p>
<p>“Kami ingin mendorong demokratisasi teknologi. Bagaimana AI dan solusi digital bisa diakses semua kalangan, baik anak muda, pesantren, pelaku UMKM, maupun warga biasa,” ungkap Setiadi.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Umum Aptiknas, Sugiharto Santoso, menyampaikan pentingnya percepatan adopsi teknologi hingga ke akar rumput.</p>
<p>“Kalau kita tidak bergerak cepat, kita akan tertinggal. UMKM, pesantren, hingga perangkat desa harus merasakan manfaat nyata dari transformasi digital ini,” tuturnya.</p>
<p>Dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari praktisi teknologi, akademisi, pelaku usaha, dan komunitas, acara Citcom Connect 2025 diharapkan menjadi titik tolak lahirnya aksi nyata dalam membangun Bandung sebagai kota yang tangguh, adaptif, dan berdaya saing di era digital. (ray)**</p>
<p>Catatan :;AI (Artificial Intelligence) atau Kecerdasan Buatan adalah teknologi yang memungkinkan mesin atau komputer untuk melakukan tugas-tugas yang biasanya memerlukan kecerdasan manusia, seperti:</p>
<p>Kemampuan AI<br />
1. Pembelajaran: AI dapat belajar dari data dan pengalaman untuk meningkatkan performanya.<br />
2. Pengenalan pola: AI dapat mengenali pola dan hubungan dalam data untuk membuat prediksi atau keputusan.<br />
3. Pengambilan keputusan: AI dapat membuat keputusan berdasarkan data dan algoritma yang telah diprogram.<br />
4. Pemrosesan bahasa: AI dapat memahami dan memproses bahasa manusia untuk melakukan tugas-tugas seperti pengenalan suara atau terjemahan.</p>
<p>Jenis AI<br />
1. Narrow AI: AI yang dirancang untuk melakukan tugas-tugas spesifik, seperti pengenalan wajah atau pengenalan suara.<br />
2. General AI: AI yang dapat melakukan tugas-tugas yang lebih luas dan kompleks, seperti manusia.</p>
<p>Aplikasi AI<br />
1. Asisten virtual: AI dapat digunakan sebagai asisten virtual untuk membantu melakukan tugas-tugas sehari-hari.<br />
2. Analisis data: AI dapat digunakan untuk menganalisis data besar untuk membuat prediksi atau keputusan.<br />
3. Pengembangan produk: AI dapat digunakan untuk mengembangkan produk yang lebih cerdas dan inovatif.</p>
<p>Dengan demikian, AI dapat membantu meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan kualitas hidup manusia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artikel <a href="https://porosmedia.com/tengah-derasnya-arus-transformasi-digital-masyarakat-harus-revolusi-ai/">Tengah Derasnya Arus Transformasi Digital, Masyarakat harus Revolusi AI</a> pertama kali tampil pada <a href="https://porosmedia.com">Porosmedia.com</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
