Revolusi Pola Pikir: Kunci Keberhasilan Hidup

“To win, we must be willing to try new things, even if they don’t work, and be flexible enough to switch up our strategy as needed.” (Dream of Destiny, 2022: 45)

Porosmedia.com – Itulah pikiran para pemenang, kata Dr. Abraham S. Budiman dalam bukunya yang berjudul Dream of Destiny (2002). Ia tidak berhenti di sana.

Berikutnya, doktor lulusan American Trinity University tersebut menguraikan alasannya dengan beraneka pendekatan mulai dari psikologi, sosiologi, antropologi, hingga neurosains.

Inilah yang menjadi pembeda penting antara buku motivasi terbitan Rapi Berkah Makmur ini dengan umumnya buku motivasi lainnya. Sering kita temui: kalimat motivasi hanya menjadi semacam jargon, ajakan-ajakan normatif untuk menjalani hidup dengan pola pikir positif, tanpa menjelaskan lebih rinci berbagai alasan rasional di baliknya.

Dalam bab yang lain, Dr. Abraham bahkan dengan tajam mengurai faktor-faktor yang menjadi landasan bagi tindakan kita, mulai dari dorongan untuk bertahan hidup (fear of survival), keragu-raguan (doubt), nilai-nilai sosial (social values), hingga memori positif (positive memories).

Baca juga:  Dadang Supriatna Resmikan Rumah Sakit Hermina Soreang Kabupaten Bandung

Masing-masing dari poin tersebut diurai oleh penggemar Paulo Coelho tersebut dengan rinci, sambil setia pada bahasanya yang renyah dan mudah dicerna.

Buku ini memang berbahasa Inggris, yang membuat aksesnya di kalangan pembaca Indonesia mungkin menjadi lebih terbatas. Namun jangan khawatir karena pertama, Dream of Destiny tidak berisi tulisan akrobatik yang berpotensi membuat pembacanya “gagal paham”.

Buku ini hampir seperti jurnal, catatan pribadi penulis, yang melimpahkan pengalamannya pada kita dengan cara-cara yang akrab, seperti teman baik, tapi dengan muatan yang berbobot.

Kedua, dengan menggunakan bahasa Inggris, Dr. Abraham justru ingin punya pembaca yang luas, sekaligus menunjukkan keberaniannya dalam mempresentasikan gagasan pada publik internasional.

Selain itu, Dream of Destiny juga bukan buku yang tebal. Hanya sekitar 100-an halaman, buku tersebut justru cocok untuk dibaca di manapun, sambil ditenteng, diintip di kereta, busway, kafe, restoran, sambil santai, tanpa perlu menguras banyak pikiran, sembari mencari “kesempatan” untuk menimba ilmu, cara-cara praktis memecahkan solusi, sekaligus menghibur kita di saat-saat terpuruk.

Baca juga:  Skuad Garuda Muda Dikalahkan Korea Selatan U-19

Dr. Abraham juga tidak luput untuk memberikan berbagai contoh praktis dari kehidupan sehari-hari, seperti kisah Marin Avila, perempuan pengidap down syndrome yang berhasil memenuhi impiannya untuk catwalk di New York Fashion Week.

Bagaimana ia bisa memenuhi impian yang bagi sebagian orang terasa tidak mungkin? Dr. Abraham mengulangnya berkali-kali: atasi kekuatan, pahami potensi diri, bersikap optimis, dan segalanya akan berubah. (Ivan Budihutama/jt)

Judul: Dream of Destiny
Penulis: Dr. Abraham S. Budiman
Penerbit: Rapi Berkah Makmur
Tebal: ix+100 hlm
Cetakan: Pertama, April 2022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *