oleh

PT. GMS nyatakan tidak akan mobilisasi alat berat sebelum ada sosialisasi antar masyarakat lingkar tambang

POROSMEDIA.COM – LAONTI: Puluhan Masyarakat Lingkar Tambang yang berasal dari Desa Sangi-sangi dan Desa Ulusawa Kec. Laonti kembali menduduki Site Area PT. Gerbang Multi Sejahter (GMS) guna menemui Manajemen PT. GMS perihal penolakan mobilisasi dan penurunan alat berat di Site Area PT. GMS di Kec. Laonti Kab. Konawe Selatan. Sabtu, 20/03/2021.

Berdasarkan pantauan awak media, pertemuan antar Masyarakat bersama perwakilan dan manajemen PT. GMS berlangsung dengan aman tanpa kendala. Dalam pertemuannya, Masyarakat Lingkar Tambang dari kedua desa tersebut mendesak kepada Manajemen PT. GMS agar membuat pernyataan tertulis yang disaksikan oleh Kepala Desa Sangi-sangi dan dua saksi lainnya.

Saat dikonfirmasi via Telpon, Muhammad Roy, S.Sos (Ketua DPM-HUTAN Kecamatan Laonti) membenarkan adanya pertemuan antara Masyarakat Lingkar Tambang dan manajemen PT. GMS di Site Area Amesiu Kec. Laonti Kab. Konawe Selatan.

Ia membeberkan bahwa pertemuan tersebut dilakukan dalam rangka mendesak agar PT. GMS tidak melakukan penurunan alat yang dimobilisasi sebelum dilakukannya sosialisasi bersama 4 Desa Lingkar Tambang sampai hasil sosialisasi tersebut dianggap clear, termasuk membahas realisasi kewajiban PT. GMS yang tertuang dalam MoU beserta addendumnya.

Manajemen PT. GMS dengan tegas menyatakan tidak akan menurunkan alat berat di site lokasi aktivis sebelum diamini tuntutan masyarakat lingkar tambang. Pernyataan itu tertuang dalam Surat Pernyataan pada saat pertemuan tersebut.

Diketahui bahwa dalam pertemuan tersebut juga turut hadir Kepala Desa Sangi-sangi dan beberapa perwakilan masyarakat. Selebihnya dihadiri oleh masyarakat dari Desa Sangi-sangi dan Desa Ulusawa.

“Kami selaku Masyarakat Lingkar Tambang berharap agar persoalan ini dapat segera menemukan solusi yang baik, kami berharap PT. GMS Kooperatif untuk tidak melakukan penurunan alat yang dimobilisasi sampai tuntutan masyarakat benar-benar terpenuhi”. beber Aktivis Sultra ini.

*RED

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed