PT. GMS Berhenti, Masyarakat Laonti Demo minta perusahaan segera beraktivitas

0
314
Muhammad Roy,S.Sos saat memimpin aksi

POROSMEDIA.COM : KONAWE SELATAN : Ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang Kecamatan Laonti Kab. Konawe Selatan (Konsel) melakukan unjuk rasa di Site Area PT. Gerbang Multi Sejahtera (GMS), Sabtu 25/07/2020

Dalam aksinya, Demonstran mendesak agar Manajemen PT. GMS dapat hadir di tengah-tengah Masyarakat Lingkar Tambang Kecamatan Laonti untuk memberikan jaminan kepastian untuk keberlanjutan seluruh tahapan usaha pertambangan yang dianggap telah berhenti.

“PT. GMS perlu memberikan jaminan jika masih akan melanjutkan aktifitas pertambangannya, bukan dengan meninggalkan areal pertambangan tanpa kepastian”. Teriak Widarja, S.Sos selaku Korlap Aksi

Selain itu, masyarakat Lingkar Tambang juga meminta kepada perusahaan PT. GMS agar segera melakukan reklamasi lingkungan pasca penambangan.

“Jika PT. GMS sudah tidak lagi melanjutkan aktifitasnya di Kec. Laonti, maka kami meminta untuk segera memulihkan dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai peruntukannya”. Teriak Rahmat Efendi, S.Si

Sebelum melakukan aksi tersebut pihak Manajemen Perusahaan yang diwakili Kepala Teknik Tambang (KTT) bersama dengan masyarakat telah membuat berita acara kesepakan terkait jaminan kepastian keberlanjutan aktivitas pertambangan pada tanggal 15/7/2020 yang dimediasi oleh Polres Konsel.

Masa aksi saat memaksa masuk di Kantor PT. GMS

Namun, ditanggal 16 juli 2020, Direktur Utama PT. GMS alih-alih tidak menyetujui berita acara yang telah disepakati bersama. Bahkan dengan spontan mengeluarkan surat klarifikasi yang berisi bahwa berita acara yang ditanda tangani oleh KTT tidak sah. Sehingga hal tersebut membuat masyarakat kesal dan merasa tidak dihargai.

Yang lebih parahnya, Surat Klarifikasi yang dilayangkan oleh PT. GMS dinilai sangat menyudutkan Masyarakat Lingkar Tambang sebab dalam surat tersebut pihak Perusahaan menyampaikan beberapa tuduhan yang tidak berdasar serta ancaman kepada masyarakat.

“Kami sangat kecewa kepada Direktur Utama PT. GMS, selain tidak koperatif, perusahaan juga tidak dapat memberikan jaminan kepastian keberlanjutan usaha pertambangannya”. Ujar Muhammad Roy, S.Sos.

Selain itu, Kata Roy (sapaan akrab Muhammad Roy), Pihak Perusahaan juga terkesan tidak menghormati masyarakat lingkar tambang, mestinya Manajemen PT. GMS dapat memenuhi tuntutan masyarakat sebagai reaksi sosial yang perlu diselesaikan.

Untuk diketahui, aksi yang dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Lingkar Tambang MerupakanUnjuk rasa yang ketiga kalinya. Dan jika pihak manajemen perusahaan tidak segera mengindahkan tuntutan masyarakat maka gerakan jilid 4 akan semakin besar.

Laporan : Jeff

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here