oleh

PT. AMI diduga Merambah Kawasan Hutan, POROS MUDA akan lapor di Bareskrim Polri

POROSMEDIA.COM – KOLAKA: Perusahaan PT. Akar Mas International (AMI) yang bergerak dibidang pertambangan Nikel di Kab. Kolaka diduga telah melakukan penambangan diluar wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP)nya. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua POROS MUDA Sulawesi Tenggara, Jefri Rembasa, S.T. (Selasa, 16/02/2021).

“Berdasarkan data dan penelusuran Tim Kami dilapangan, PT. Akar Mas International ini diduga telah melakukan penambangan diluar Wilayah IUP nya”. Ujar Bung Jeff (sapaan Akrabnya).

Sehingga, lanjut Jefri, kami berharap agar Pihak Bareskrim Mabes Polri melakukan penyelidikan diarea penambangan PT. Akar Mas International ini dan melakukan penyegelan bilamana terbukti melanggar Hukum.

Tampak Wilayah IUP PT. Akar Mas International serta Tampak Kawasan Hutan dalam Wilayah IUP

Selain itu juga, masih Jefri, PT. AMI diduga belum mengantongi Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH), sehingga PT. AMI tidak dibolehkan untuk melakukan penambangan diwilayah Kawasan Hutan.

“PT. AMI ini memiliki Wilayah IUP seluas 225 hektar, didalamnya terdapat Kawasan Hutan Produksi Terbatas seluas 36.59 hektar dan Kawasan Hutan dapat di Konversi seluas 33.34 hektar. Artinya bahwa PT. AMI ini diduga keras telah merambah Kawasan Hutan”. Ujar Alumni HMI Kendari ini.

Tampak Jelas Lokasi Penambangan PT. AKAR MAS INTERNATONAL

“kami sudah cek didinas Kehutanan, PT. Akar Mas International ini belum mengantongi IPPKH, sesuai data dan informasi dari bidang perencanaan dan pemanfaatan hutan dinas Kehutanan Prov. Sultra”. Beber Jefri

Menurut Jefri, PT. AMI tersebut terkesan kebal hukum dan seenaknya mengelolah sumber daya alam dibumi Mekongga tanpa mematuhi rambu-rambu aturan yang diterapkan oleh pemerintah.

“kemarin telah terjadi Kecelakaan kerja di Wilayah IUP PT. Akar Mas, hal tersebut kami nilai bahwa Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Akar Mas ini lalai dan sudah seharusnya diganti”. Tegas Pengurus TAMALAKI SULTRA ini.

Alumni UHO Kendari ini menyampaikan akan segera melakukan pelaporan di KPK dan Bareskrim Polri agar oknum yang diduga terlibat dapat segera ketahuan.

*TIM

__________________________

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed