POROS MUDA: Soal Replika Pocong Ali Mazi, Jangan digiring ke Isu SARA

0
935
ANDI, Wakil Sekjen POROS MUDA Sultra

POROSMEDIA.COM – KENDARI : Aksi unjuk rasa dari berbagai elemen mahasiswa soal penolakan tenaga kerja asing asal China di Kota Kendari Sulawesi Tenggara menuai persoalan penggiringan isu SARA oleh okum-oknum yang di nilai mencari panggung.

Mirisnya, di tengah aksi unjuk rasa penolakan TKA China di Sultra dan mengatasi masalah pandemi Corona Virus (Covid-19) saat ini, ada saja oknum-oknum yang mencari kesempatan di dalam kesempitan, menggunting dalam lipatan.

Serta memprovokasi masyarakat dengan isu Suku, Agama, Ras dan Antar golongan (SARA) atas bentuk kekecewaan masa aksi mahasiswa penolakan TKA di bumi Anoa dengan pembuatan replika pocong bertuliskan Ali Mazi.

Berkaitan dengan hal tersebut, Wasekjen POROS MUDA SULTRA angkat bicara. Secara tegas ia meminta oknum-oknum yang memanfaatkan situasi untuk memperkeruh suasana itu sadar diri.

“saya meminta pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab agar tidak menggiring persoalan penolakan TKA ke isu SARA terutama persoalan suku hanya tujuan untuk mencari panggung”. tegas Andi

Logo POROS MUDA SULTRA

Jika kita bicara penegakan hukum, Lanjut Andi, ya bicaranya aspek hukum saja. Jangan terkesan mengadu domba suku dan tidak merembet kepada hal-hal yang tidak ada korelasinya terhadap substansi masalahnya, bahkan terkesan provokatif dan akhirnya bisa memunculkan masalah baru.

Andi menuturkan bahwa pembuatan replika pocong Gubernur Sultra Ali Mazi adalah bentuk kekecewaan aksi pengunjuk rasa akibat kebijakan Ali Mazi yang di nilai tidak konsisten terhadap pernyataannya terkait kedatangan TKA CINA.

“oknum-oknum itu harusnya sadar bahwa replika tersebut adalah bagian dari perlengkapan aksi, dan dilindungi oleh Undang-Undang dalam menyampaikan pendapat dimuka umum”. Tutup Andi

Laporan: Julianto Perdana

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here