PHK Massal Makin Marak di Perusahaan Startup, Shopee Akhirnya Angkat Bicara

PHK Massal Makin Marak di Perusahaan Startup, Shopee Akhirnya Angkat Bicara
PHK Massal Makin Marak di Perusahaan Startup, Shopee Akhirnya Angkat Bicara. (Foto: India Times)

Porosmedia.com – Warganet kembali ramai memperbincangkan isu terkait akan terjadinya PHK massal di Shopee Indonesia. Setelah perusahaan Startup lain semisal Zenius dan LinkAja melakukan PHK terhadap ratusan karyawan nya. Maka isu tak sedap itu pun akhirnya menimpa Shopee Indonesia.

Perusahaan startup e-commrece ternama itu pun di isukan akan mengikuti jejak perusahaan startup lain untuk merampingkan SDM yang dimilikinya.

Awal Mula Isu PHK Massal di Shopee Muncul

Isu PHK massal di Shopee Indonesia menyeruak pertama kali ketika Shopee mengumumkan sedang melakukan layoff terhadap kegiatan operasional mereka secara internasional. Keputusan ini diumumkan pada international town hall meeting mereka yang dipimpin oleh SEA Group, parent company Shopee, di Singapura.

Terlebih sebelumnya, kantor Shopee yang berlokasi di India juga pernah melakukan PHK secara besar-besaran. Saat itu, sebanyak 300 karyawan Shopee di India terkena PHK. Lantas, apakah isu PHK massal karyawan shopee ini juga bakal terjadi di Indonesia?

Shopee Indonesia Tidak Termasuk dalam Langkah Penyesuaian

CEO Shopee Chris Feng melalui memo yang dikirimnya menyampaikan bahwa pihaknya akan melakukan PHK terhadap karyawan yang bekerja di divisi ShopeeFood dan ShopeePay, di sejumlah wilayah operasional, termasuk Asia Tenggara.

Baca juga:  Perlu Dicontoh! Pemkot Pekalongan Salurkan Hewan Kurban ke 3 Masjid dan 11 Lembaga

Shopee diketahui merupakan perusahaan startup yang memiliki cabang di sejumlah negara, seperti Taiwan, Brasil, Meksiko, Chile, Kolombia, dan sebagainya, termasuk Indonesia.

Kabar PHK massal karyawan Shopee tersebut tidak hanya terjadi di Asia Tenggara, Chris Feng juga menyebutkan bahwa Shopee akan mem-PHK sebagian tim mereka yang berada di Meksiko, Argentina, Chili, hingga Spanyol. PHK massal Shopee itu terjadi lantaran adanya penyesuaian sumber daya dan kegiatan operasi di sejumlah pasar operasional di tengah pandemi Covid-19 ini.

Kendati demikian, Direktur Eksekutif Shopee Indonesia Handhika Jahja memastikan bahwa Shopee Indonesia tidak termasuk dalam langkah penyesuaian yang dilakukan Shopee pusat untuk Asia Tenggara.

Di Indonesia, Handhika mengatakan, terdapat lebih dari 20.000 karyawan dalam berbagai lini bisnis seperti Shopee, ShopeePay, dan ShopeeFood. Di mana 50 persen di antaranya jutru bergabung sejak awal pandemi Covid-19.

Shopee Indonesia Masih Menunjukkan Performa yang Baik

Direktur Eksekutif Shopee Indonesia, Handhila Jahja memberikan keterangan bahwa Shopee Indonesia menunjukkan performa yang baik. Indonesia juga akan tetap jadi prioritas dan akan terus mengembangkan bisnis perusahaan.

Baca juga:  Spesifikasi dan Harga Realme GT Neo 3 Terbaru

Tak hanya itu, menurut Handhika, perusahaan juga masih aktif merekrut talenta-talenta digital melalui program Sea Labs Indonesia yang diresmikan Presiden Joko Widodo pada Maret 2022. Program itu ditargetkan membangun tim yang terdiri dari 1.000 talenta digital Indonesia terutama engineer dan product manager yang akan siap untuk berkontribusi melalui teknologi.

Misi perusahaan juga tetap sama yakni mewujudkan kehidupan yang lebih baik, bagi mereka yang belum terlayani dengan baik melalui teknologi dengan berkolaborasi dengan berbagai pihak. Termasuk di antaranya adalah Pemerintah Indonesia, untuk menciptakan berbagai kerja sama strategis demi mewujudkan misi ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *