Peringati Hakordia 2022, Kejari Purwakarta Sampaikan Sejumlah Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi

Avatar photo
Peringati Harkodia 2022, Kejari Purwakarta Sampaikan Sejumlah Penanganan Perkara Tindak Pidana Korupsi
Foto: Kajari Purwakarta Rohayatie (tengah) saat memimpin gelaran Konferensi Pers di kantor Kejaksaan Negeri Purwakarta, pada Jumat, 9 Desember 2022.

Porosmedia.com, Purwakarta – Dalam rangka memperingati Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) tahun 2022, Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta menyampaikan beberapa hal terkait penanganan tindak pidana korupsi di wilayah hukumnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta, Rohayatie, mengatakan pada periode Januari sampai 9 Desember tahun 2022 ini, Kejari Purwakarta melalui Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 467.000.000.

“Hingga saat ini Bidang Pidsus Kejari Purwakarta berhasil menyelamatkan keuangan negara sebesar Rp 467.000.000, dari sejumlah tindak pidana korupsi,” ucap Rohayatie dalam konferensi pers di kantor Kejari Purwakarta, pada Jumat 9 Desember 2022.

Selain itu, kata Rohayatie, saat ini Kejari Purwakarta juga sedang melakukan penyidikan 3 perkara terkait dugaan tindak pidana korupsi.

Ia menuturkan dari tiga perkara yang sudah dalam tahap penyidikan tersebut, salah satunya adalah dugaan tindak pidana korupsi dana anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) Covid-19 Tahun 2020 Kabupaten Purwakarta.

Dalam perkara ini, ratusan orang saksi juga telah dilakukan pemeriksaan. “Dari 1.000 orang saksi sudah diperiksa 950 orang saksi dan tersisa 50 saksi lagi yang akan diperiksa,” kata Rohayatie.

Baca juga:  Hakordia 2022, Inspektorat: Kota Bandung Bersih dari Korupsi

Kemudian perkara keduanya yakni, dugaan tindak pidana korupsi pemotongan dana kapitasi, non kapitasi, biaya operasional kesehatan dan pengadaan barang habis pakai pada Puskesmas Plered, Kabupaten Purwakarta, tahun anggaran 2021 sampai dengan 2022.

Dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi di Puskesmas Plered ini dijelaskan 53 saksi sudah diperiksa dari total saksi yang jumlahnya ada 65.

Kemudian perkara ketiga yakni dugaan tindak pidana korupsi penerimaan jasa pelayanan oleh petugas kesehatan pada Puskesmas Plered tahun anggaran 2015 sampai dengan 2017 serta pungutan liar biaya pendaftaran pasien pada Puskesmas Plered tahun anggaran 2013 sampai dengan 2017.

“Untuk dugaan tindak pidana korupsi ini penyidik Pidsus Kejari Purwakarta dalam proses pemeriksaan saksi-saksi yang direncanakan 70 orang saksi,” jelas Rohayatie.

Menutup, Rohayatie menambahkan, jajaran Kejari Purwakarta juga mengikuti acara puncak peringatan Hakordia tahun 2022 secara daring.

“Pagi tadi kita jajaran Kejari Purwakarta juga mengikuti acara puncak peringatan Hakordia tahun 2022 secara daring melalui aplikasi zoom meeting yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dibuka oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’aruf Amin dan Ketua KPK Firli Bahuri,” tandas Rohayatie.