Penikaman Salman Rushdie, Bagaimana Menurut Islam?

Penikaman Salman Rushdie, Bagaimana Menurut Islam
Penikaman Salman Rushdie, Bagaimana Menurut Islam? (Foto: Indianpost/via PR)

Porosmedia.com, Opini – Melansir CNNIndonesia.com, Jum’at, 12 Agustus 2022, sastrawan kontroversial penulis The Satanic Verses atau Ayat-ayat Setan, Salman Rushdie, mengalami penyerangan di atas panggung saat hendak memberikan kuliah di salah satu acara di New York, Amerika Serikat.

Salman Rushdie memang menjadi penulis kontroversial setelah The Satanic Verses memicu kecaman terutama dari umat muslim dunia. Karyanya tersebut bahkan telah mendapat larangan beredar dan publikasi di Iran sejak 1988.

Reporter Associated Press menyaksikan seorang pria menyerbu panggung acara dan mulai meninju atau menikam Rushdie saat pembawa acara sedang memperkenalkannya. Salman Rushdie langsung terjatuh ke lantai usai mendapat penyerangan tersebut.

Buku Rushdie, “The Satanic Verses” telah mendapat larangan di Iran sejak 1988, karena banyak kaum muslimin menganggapnya sebagai penghujatan. Setahun kemudian, mendiang pemimpin Iran Ayatollah Ruhollah Khomeini mengeluarkan fatwa, atau dekrit, yang menyerukan kematian Salman Rushdie.

Hadiah lebih dari US$3 Juta juga telah menjadi penawaran bagi siapa saja yang dapat membunuh Rushdie. Pemerintah Iran telah lama menjauhkan diri dari keputusan Khomeini itu, tetapi sentimen anti-Rushdie tetap ada.

Baca juga:  Cara Menggunakan Kartu Kredit di Luar Negeri dan Biayanya

The Satanic Verses adalah novel keempat karya Salman Rushdie. Pertama kali terbit pada bulan September 1988, buku ini terinspirasi oleh kehidupan Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam namun dengan plot cerita dan gambaran yang negatif serta cenderung menghina.

Sistem Kapitalisme Sekuler Menyuburkan Penista Agama

Salman Rushdie bukanlah satu-satunya penista agama yang menghina Rasulullah SAW. Beberapa tahun lalu, Charlie Hebdo, sebuah media satire asal Prancis juga melakukan penistaan terhadap Nabi Muhammad Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wassalam.

Baru-baru ini, sebuah perusahaan minuman, Holywings Indonesia juga melakukan hal yang tak jauh berbeda. Mengapa penistaan agama Islam dan penghinaan terhadap Baginda Rasulullah Shalallahu ‘alayhi wassalam seolah begitu mudah terjadi?

Tentunya hal ini tidak lepas dari sistem yang tengah berkuasa di seluruh dunia saat ini, Kapitalisme Sekuler. Sistem yang menjadi urat nadi dari seluruh kehidupan hari ini, berbasis pasar, ekonomi dan keuntungan.

Sistem ini mewajibkan setiap individu yang berkecimpung di dalamnya untuk hidup dengan memisahkan aturan agama dan kehidupan. Mengecilkan peran agama dalam kehidupan sehari-hari sehingga kehidupan bukan lagi terhubung dengan agama, melainkan keuntungan semata.