oleh

Pemuda Sultra harap Menteri BUMN angkat Putra Daerah menjadi Komisaris Independen PT. Antam

POROSMEDIA.COM – KENDARI: Antam merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dibidang pertambangan yang lokasinya berada diberbagai daerah bahkan sampai di Pelosok Daerah Nusantara tak terkecuali di Sulawesi Tenggara.

Sejatinya, dengan hadirnya PT. Antam di Bumi Anoa Sulawesi Tenggara dapat mengurangi pengangguran dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun apa yang diharapkan oleh masyarakat tidak sesuai harapan.

Pasalnya, Persoalan yang terjadi pasca hadirnya PT. Antam itu banyak menuai pro kontra, bagaimana tidak, munculnya PT. Antam tersebut justru tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapinya.

Atas dasar itu, Ormas Kepemudaan di Sulawesi Tenggara berharap agar Menteri BUMN mengangkat Komisaris Independen PT. ANTAM dari kalangan masyarakat sekitar yang lebih mengetahui kondisi adat istiadat lingkungan setempat.

Menurut Ketua POROS MUDA Sulawesi Tenggara, Jefri Rembasa, S.T bahwa program pemberdayaan masyarakat dilingkup PT. Antam jangan hanya dibidang pekerja kasar saja, harus ada masyarakat putra daerah yang menduduki jabatan strategis untuk menjadi corong aspirasi lingkar perusahaan khususnya PT. Antam.

“Selama ini masyarakat Sultra hanya diberdayaan seputar pekerja kasar saja. Sementara untuk jabatan strategis tidak diberikan, padahal sudah banyak putra daerah sultra yang mampu dan berkompeten”. Tegas Bung Jeff

Pengurus Taman Pemuda dan Mahasiswa Suku Tolaki (TAMALAKI) Sultra ini berharap agar pengangkatan Komisaris Independen dapat diberikan oleh Putra daerah Sulawesi Tenggara yang berkompeten.

“di Sultra ini sudah banyak Putra Daerah yang berkompeten, seharusnya Menteri BUMN bisa mempertimbangkan hal itu, apalagi dengan banyaknya persoalan ditubuh PT. Antam itu sendiri tentunya hanya Putra daerah yang mampu menjadi ujung tombak dalam menyelesaikan persoalan tersebut”. Ujar Mantan Aktivis HMI Kendari ini.

Jefri melanjutkan, bahwa realita yang terjadi saat ini putra daerah hanya menjadi penonton saja, dilibatkan hanya pada saat menyelesaikan persoalan, tapi tidak pernah diberikan ruang untuk menduduki jabatan strategis.

Padahal, kata jefri, jika putra daerah yang menduduki jabatan strategis ditubuh PT. Antam saya yakin tidak akan ada lagi persoalan yang akan terjadi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed