oleh

Paksa Mobilisasi Alat Berat Tanpa Persetujuan Pemerintah dan Masyarakat Laonti, PT. GMS di Soroti

POROSMEDIA.COM – LAONTI : Masyarakat Lingkar Tambang melalui perwakilan dari 3 Desa yakni Desa Sangi-sangi, Ulusawa dan Desa Tue-tue Kec. Laonti menyampaikan penolakan terhadap salah satu perusahaan pertambangan yang rencananya akan melakukan aktifitas pertambangan di IUP PT. Gerbang Multi Sejahtera.

Sikap penolakan tersebut dimuat dalam Pernyataan Sikap yang disampaikan melalui GERAKAN MASYARAKAT LINGKAR TAMBANG tertanggal 13 Maret 2021 saat sosialisasi salah satu perusahaan pertambangan di Rujab Camat Laonti.

Beberapa poin utama dalam Pernyataan Sikap diantaranya :

1. Meminta kepada PT. Gerbang Multi Sejahtera agar konsisten dengan konsep lingkar tambang yang hanya melibatkan 4 desa,

2. Mendesak PT. Gerbang Multi Sejahtera untuk melakukan sosialisasi dengan 4 Desa Lingkar Tambang,

3. Mendesak PT. Gerbang Multi Sejahtera agar merealisasikan seluruh kewajiban dan tanggung jawab lainnya yang tertuang di dalam MoU serta pembahasan addendum dalam MoU tersebut.

“Masyarakat Desa Sangi-sangi, Ulusawa dan Desa Tue-tue yang notabene Desa Lingkar Tambang Kecamatan Laonti secara jelas dan tegas menyatakan sikap tidak terlibat dalam agenda sosialisasi yang dilaksanakan pada hari minggu tanggal 14 Maret 2021, masyarakat meminta agar PT. Gerbang Multi Sejahtera melakukan sosialisasi bersama Masyarakat 4 Desa Lingkar Tambang yakni Desa Sangi-sangi, Ulusawa, Lawisata dan Desa Tue-tue”. Ungkap Muhammad Roy, S.Sos

Lanjut Roy (sapaan akrabnya) Perlu diketahui bersama bahwa disini terdapat sistem yang telah berjalan sejak awal masuknya PT. Gerbang Multi Sejahtera, salah satunya adalah adanya Surat Perjanjian Kerjasama/MoU antara PT. GMS dan Masyarakat Lingkar Tambang, banyak hal yang perlu dibahas kembali antara PT. GMS dan Masyarakat Lingkar Tambang, baik evaluasi realisasi kewajiban perusahaan yang tertuang dalam MoU maupun pembahasan addendum poin-poin MoU jika terdapat usulan baru saat sosialisasi.

Selanjutnya diketahui bahwa MoU antara PT. GMS dan Masyarakat Lingkar Tambang tidak terealisasi secara maksimal sehingga Masyarakat Lingkar Tambang (MLT) mendesak kepada PT. GMS untuk tidak melakukan aktifitas pertambangan sebelum melakukan sosialisasi internal bersama Masyarakat Lingkar Tambang dan hasil sosialisasi dianggap clear.

“Masyarakat Lingkar Tambang tidak menginginkan adanya aktifitas pertambangan di site area PT. GMS amesiu sebelum mengindahkan tuntutan mereka terkait sosialisasi di internal Desa Lingkar Tambang dan pembahasan MoU beserta addendumnya”. Tegas¬† Alumni UHO ini

Pernyataan Sikap

Bukannya mengindahkan Pernyataan Sikap dan tuntutan masyarakat, malah PT. GMS rencananya akan melakukan mobilisasi alat berat ke site area PT. GMS di Kec. Laonti. Hal ini dilakukan tanpa menimbang riak dan tuntutan masyarakat, sehingga kuat dugaan kami bahwa rencana tersebut akan memicu amarah Masyarakat Lingkar Tambang.

“Terkait dengan tuntutan masyarakat lingkar tambang itu, sampai saat ini tidak ada tindak lanjut dari pihak PT. GMS, malahan informasinya mereka (PT. GMS) akan melakukan mobilisasi alat berat tanpa memperhatikan tuntutan masyarakat lingkar tambang. Rencana ini tentu akan mengundang amarah dari masyarakat”. Beber Pengurus POROS MUDA Sultra ini

Apa susahnya, Lanjut Roy, mereka bersabar untuk menambang sembari menyelesaikan riak dan dinamika di masyarakat.

*RED

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed