Berita  

Nakes Pelapor Dugaan Pemotongan Dana Kapitasi di Puskesmas Plered Ke Kejaksaan Diberhentikan

Avatar photo
Nakes Pelapor Dugaan Pemotongan Dana Kapitasi di Puskesmas Plered Ke Kejaksaan Diberhentikan
Foto: Dian Karsoma Nakes di Puskesmas Plered, Purwakarta yang diberhentikan.

Porosmedia.com, Purwakarta – Nakes pelapor dugaan pemotongan Dana Kapitasi Puskesmas Plered Purwakarta, Dr. Dian Karsoma pada awal tahun 2023 ini diberhentikan alias tak mendapat perpanjangan kontrak kerja oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta.

Dian Karsoma resmi diberhentikan sebagai tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas Plered berdasarkan surat keputusan Kepala Dinas Kesehatan Purwakarta nomor: 440./7/42 _Dinkes/1/2023 Tentang Pemberhentian Kontrak Kerja Dengan Hormat Tenaga Non ASN Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta Tahun 2023.

Dalam Surat Keputusan tersebut, ada 11 Nakes non ASN yang di berhentikan atau tak mendapat perpanjangan kontrak kerja dari Dinas Kesehatan Purwakarta. Ke 11 nakes non ASN yang diberhentikan tersebut masing-masing diantaranya di posisi jabatan 2 Apoteker, 2 Bidan, 2 Dokter, 1 Perawat, 1 Analis Keuangan dan 3 Nutrisionis.

Kaitan pemberhentian kontrak kerja ini, Dian Karsoma sebagai salah satu Nakes Non ASN yang diberhentikan menilai pemutusan kerja ini dilakukan secara tidak profesional. Pasalnya, ia sendiri hanya mendapat pemberhentian pemutusan kerja itu melalui pesan WhatsApp dari Kepala Puskesmas Plered tanpa adanya surat resmi.

Baca juga:  6 Nakes di Tangsel Raih Penghargaan dari Pemkot

“Kita menerima pemberitahuan melalui pesan WhatsApp dan itupun informasi diberikan oleh Kepala Puskesmas (kapus), pada Minggu 15 Januari 2023 bukan pada jam kerja. Dan ini saya sangat menyayangkan sekali,” ujar Dian Karsoma Senin 16 Januari 2023.

Adapun dengan adanya pemberhentian ini, Dian Karsoma meminta kepada Dinas Kesehatan Purwakarta untuk segera mengembalikan beberapa dokumen yakni, Surat Tanda Registrasi (STR), Surat Izin Praktek (SIP) dan SK pengangkatan.

“Kenapa saya minta dokumen itu untuk segera dikembalikan. Itu untuk menghindari penyalahgunaan dan menjaga penyelewengan karena dokumen tersebut menyangkut perhitungan dana kapitasi BPJS. Nah, kalau THL nya tidak diperpanjang SIP nya masih di pakai di BPJS apa tidak?,” Katanya.

Ia juga mempertanyakan kenapa Kepala Puskesmas Plered yang saat ini sedang dalam proses kasus hukum tidak di mutasi, ia juga mengaku heran hingga saat ini Kepala Puskesmas Plered masih dijabat oleh Erna Siti Nurjanah.

Sementara ketika dimintai keterangan oleh awak media mengenai pemberhentian atau pemutusan kontrak kerja ini, Kepala Puskesmas Plered Erna Siti Nurjanah enggan memberikan jawaban kaitan pemberhentian ini.

Baca juga:  Warga Binaan Lapas Pekalongan Ikuti Vaksin

Sekedar informasi, sebelumnya Dian Karsoma sebelumnya sempat melaporkan dugaan pemotongan Dana Kapitasi yang diduga terjadi di Puskesmas Plered ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta, pada hari Jumat, 13 Mei 2022 lalu.