Berita  

Menyongsong Hari Anti Korupsi, Bupati Belu Bicara Korupsi Di Podcast Batas

Menyongsong Hari Anti Korupsi, Bupati Belu Bicara Korupsi Di Podcast Batas

Porosmedia.com , ATAMBUA – Menyongsong Hari Anti Korupsi Dunia yang jatuh pada tanggal 9 Desember 2022, Kantor Bea Cukai Atambua menghadirkan Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus sebagai Pemateri Anti Korupsi di Acara Ngobrol Bebas Podcast Batas, Selasa (6/11/2022).

Berbicara Pencegahan Korupsi di Kabupaten Belu dalam Ruang Ngobrol Bebas Podcast Batas, Bupati Belu dipandu oleh Host, Nasa Pradnyaparamita.

Pada kesempatan itu, Bupati Belu mengatakan, masalah korupsi yang masih menggurita menjadi perhatian dan keprihatinan seluruh elemen masyarakat Indonesia.
“Kita bisa juga melihat berbagai macam berita dan kasus korupsi yang masih marak sampai saat ini, bahkan KPK sudah berusaha melakukan berbagai macam tindakan,” katanya.

Bupati Belu juga menginformasikan kehadiran Komisioner KPK di Kupang saat Rapat Koordinasi Pemberantasan Korupsi Terintegrasi bersama Kepala Daerah se-NTT.
“Sebagai kepala daerah, kami berkomitmen bersama untuk memberantas korupsi di NTT dan khususnya kabupaten ini, mengingat korupsi itu kejahatan luar biasa yang harus dibasmi,” ujar Bupati Belu kepada Host Nasa Pradnyaparamita.

Baca juga:  Jasa Tirta II Masuk Dalam Jajaran 19 BUMN Informatif

Dijelaskan Bupati, ada trisula pencegahan dan pemberantasan korupsi yang tengah dilakukan di Indonesia, yakni melalui pendidikan, pencegahan dan penindakan.
“Saya pikir, tiga hal ini merupakan komitmen yang harus dilaksanakan bersama sama,” katanya.

Menyinggung pencegahan korupsi di lingkup Pemerintah Kabupaten Belu, Bupati Taolin menjelaskan bahwa pemerintah memiliki indikator atau instrumen untuk mencegah korupsi.
“Kita lakukan melalui survey penilaian integritas dan monitoring/MCP (Monitoring Center for Prevention). Kita sudah laksanakan berbagai macam regulasi, Peraturan Bupati, pedoman SOP dan digitalisasi dalam perencanaan,” jelas Bupati.

Lanjut Bupati Belu, pemerintah juga melakukan perencanaan guna meningkatkan kesejahteraan ASN dilingkup Pemerintah Kabupaten Belu, sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat menjadi lebih baik.
“Kita juga membangun zona integritas di kantor-kantor pelayanan publik, agar sama-sama melakukan pengawasan dan pencegahan. Selain itu kita membentuk satgas sapu bersih pungutan liar dengan tujuan untuk menekan angka korupsi di Kabupaten Belu ini,” tandasnya.