Saat Reses, Nina Heltina Serap Aspirasi Masyarakat Desa Bunder, Susah Kerja Meski di Lingkungannya Ada Pabrik

Avatar photo
Melalui Reses, Nina Heltina Serap Aspirasi Warga Jatiluhur Susah Kerja Meski di Lingkungannya Ada Pabrik
Reses Anggota DPRD Kabupaten Purwakarta, Nina Heltina. Foto: Ist

Porosmedia.com, Purwakarta – Lewat agenda reses anggota dewan, warga Desa Bunder, Kecamatan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta ngadu ke anggota dewan soal sulitnya masyarakat disana mendapat pekerjaan meskipun di lingkungan tersebut terdapat sebuah pabrik yang cukup besar.

Aduan tersebut disampaikan warga Desa Bunder khususnya warga RW 06 kepada Nina Heltina anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi Gerindra saat sedang melaksanakan agenda reses masa sidang III tahun 2022 di wilayah tersebut. Pada hari Kamis 18 Agustus 2022.

“Saya menerima aspirasi masyarakat soal sulitnya lapangan kerja, kebanyakan dari mereka mengeluhkan betapa sulitnya mendapat pekerjaan meskipun di wilayahnya ada pabrik,” kata Nina Heltina.

Kata anggota DPRD yang mewakili masyarakat dapil Kecamatan Jatiluhur, Sukasari dan Kecamatan Sukatani itu. Selain soal lapangan pekerjaan, ia juga menyerap aspirasi masyarakat soal pembangunan jalan, pembangunan saluran drainase hingga tempat pemakaman umum.

“Selain itu, kondisi jalan lingkungan termasuk drainase dan tempat pemakaman umum yang sudah hampir penuh juga turut disampaikan oleh masyarakat. Aspirasi-aspirasi yang disampaikan masyarakat itu menjadi kewajiban kami untuk memperjuangkannya,” katanya.

Baca juga:  Pemkab Purwakarta Raih Anugerah Pengisian JPT Kategori Baik dari KASN

Sementara, soal minimnya lapangan kerja yang terjadi di lingkungan masyarakat, Nina Heltina meminta masyarakat untuk dewasa dan tak berasumsi negatif menyikapi hal tersebut.

“Mungkin dari perusahaan-perusahaan memang belum ada penambahan lagi tenaga kerja, atau memang sedang terjadi banyak pengurangan karyawan karena dampak Pandemi Covid-19 yang  belum lama berlalu, tapi yang pasti kami yang ada di DPRD akan mendorong persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat agar dapat segera teratasi,” tambah Nina Heltina.

Anggota dewan yang juga menjabat sebagai Ketua MPC Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta itu juga menegaskan, reses ini tak hanya sekedar mensosialisasikan perda prodak dewan. Tapi lebih kepada silaturahmi dan melepas kerinduan dengan kader dan konstituen.

“Formalnya, reses adalah kegiatan legislatif dan merupakan kewajiban anggota DPRD untuk bertemu konstituennya. Untuk menyampaikan program-program kerja pemerintah dan menyerap aspirasi dari warga sesuai dapilnya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, suara atau aspirasi dari masyarakat sangat penting didengarkan dalam reses, termasuk apa saja sebenarnya yang dibutuhkan masyarakat dan aspirasi itu harus diperjuangkan.

Baca juga:  Grebek Sarang Prostitusi di Tangsel, 23 PSK Diamankan

Kegiatan reses, lanjut Nina, merupakan kewajiban bagi anggota DPRD yang digelar secara berkala. Anggota dewan turun ke dapilnya untuk bertemu konstituen, menjaring informasi, menghimpun seluruhnya untuk kemudian diajukan.

“Reses ini sama kekuatannya dengan Musrenbang Kecamatan yang nantinya akan masuk kedalam Musyawarah Kabupaten. Tinggal bagaimana hari ini keberpihakan pemerintah terhadap aktualisasi hasil reses. Jangan sampai rekomendasi hasil reses hanya berakhir hanya jadi kertas bungkus gorengan,” demikian Nina Heltina.