Markotop dan Kemetak: Sak Karepe Gusti Allah

Markotop dan Kemetak: Sak Karepe Gusti Allah
Markotop dan Kemetak: Sak Karepe Gusti Allah. (Ilustrasi: warungsatekamu.org)

Porosmedia.com, Sak Karepe Gusti Allah – Seperti biasa dua sahabat, Markotop dan Kemetak berbincang-bincang di pos ronda.

“Mar, apakah Allah mempunyai sifat sak karepe (terserah) Allah? ” tanya Kemetak kepada Markotop.

Markotop pun menjawab, “Selain memiliki sifat wajib dan sifat mustahil yang wajib diyakini dan diimani oleh setiap umat Islam. Allah juga memiliki sifat jaiz, Tak. Sifat jaiz Allah hanya ada satu saja yaitu, Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu.”

“Sifat jaiz bagi Allah adalah sifat yang mungkin boleh dimiliki dan boleh tidak dimiliki oleh Allah, maksudnya disini boleh melakukannya atau meninggalkannya. Sak karepe.”

“Terjadinya sesuatu atau tidak terjadinya sesuatu mutlak ada pada kekuasaan Allah.”

“Allah sangat berkuasa untuk membuat sesuatu atau tidak membuatnya. Tetapi bukannya semena-mena, melainkan sesuai dengan perbuatannya manusia.”

Seperti yang tadi sifat jaiz Allah hanya ada satu yaitu Fi’lu kulli mumkinin au tarkuhu, artinya Allah itu berwenang untuk menciptakan dan berbuat sesuatu atau tidak, sesuai dengan kehendak-Nya.”

Baca juga:  DLH Lakukan Pembinaan, Joko: Dulu Pernah Ada Pemulung Terkena Ekskavator dan Terserempet Truk

“Sifat ini menegaskan bahwa Allah berhak penuh untuk melaksanakan sesuatu sesuai kehendaknya tanpa ada paksaan, tidak ada satupun di dunia ini yang bisa memaksa Allah dengan cara apapun, karena terjadinya sesuatu atau tidak terjadinya sesuatu mutlak ada pada kekuasaan Allah atau terserah Allah.”

“Bisa juga dikatakan bahwa tidak wajib bagi Allah membuat sesuatu seperti menghidupkan atau mematikan, tetapi Allah mempunyai hak mutlak untuk menghidupkan atau mematikan. Hal-hal yang berkaitan dengan sifat jaiz Allah bisa dilihat dari beberapa firman Allah dalam Al-Quran, Tak.”

“Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya.”

“Ada beberapa ayat-ayat yang menjelaskan mengenai sifat jaiz Allah yaitu bagaimana Allah berkuasa atas segala sesuatunya. ‘Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).’ (Al-Qashash 68).”

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang di antara keduanya; Dia menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (al-Ma’idah: 17).

Baca juga:  Menjadi Manusia Baru Pasca Ramadan

“Katakanlah, ‘Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.’ (Q.S. Ali-Imran 26).”

“Jangan pernah kita memandang orang dari luarnya saja.”

“Intinya adalah Allah maha berkuasa atas segala sesuatu yang terjadi dan Allah berhak dan berwenang untuk melakukan sesuatu, karena Dialah Tuhan yang maha kuasa atas segala sesuatunya.”

“Sebagai seorang muslim kita hanya diperintahkan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Segala sesuatunya Allah yang menentukkan amalan kita diterima atau tidak. Sak Karepe Gusti Allah.”

“Dan sebagai muslim juga jangan pernah kita memandang orang dari luarnya saja. Contohnya melihat orang tidak sholat atau mabuk-mabukan terus kita mencela-cela, siapa tahu mereka lebih bersih hatinya dari pada kita dan Allah lebih suka sama dia, karena yang dilihat itu hatinya.”

Baca juga:  Terjadi Penambahan Biaya Haji Senilai Rp1,5 Triliun, Gus Muhaimin Minta Menag Profesional

“Kita yang kelihatan rajin belum tentu hatinya bersih, contohnya dengan melakukan riya’, ghibah, iri, dengki, hasud dan merasa pinter sendiri, sehingga selalu meremehkan orang lain. Wallahu a’lam,” jelas Markotop bercerita.

Grrr. Kemetak pun tertidur pulas sambil mendengkur mendengarkan penjelasan Markotop.

“Owalah, Semprul kamu, Tak.” Markotop sewot ternyata panjang lebar menjelaskan, ditinggal tidur Kemetak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *