Markotop dan Kemetak: Biar Tidak Repot, Kawin Lagi

Markotop dan Kemetak: Biar Tidak Repot, Kawin Lagi
Markotop dan Kemetak: Biar Tidak Repot, Kawin Lagi. (Ilustrasi: KLY)

Porosmedia.com, Biar Tidak Repot, Kawin Lagi.

“Kalau sudah tiada baru terasa.
Bahwa kehadirannya sungguh berharga.
Sungguh berat aku rasa kehilangan dia.
Sungguh berat aku rasa hidup tanpa dia.”

Itulah sepenggal lagu dari Rhoma Irama yang berjudul Kehilangan. Sungguh begitu dalam maknanya. Tanpa disadari setiap manusia banyak yang mengalami kejadian ini. Entah itu ditinggal pacar, istri, suami, teman, atau orang tua.

Sudrun datang untuk mencurahkan hati kepada temannya, si Markotop, bahwa sekarang dia merasa sangat kehilangan istrinya yang meninggal karena sakit. Selama sebulan dia murung dan sering melamun.

Entah dia menyesal karena belum bisa membahagiakan istrinya atau menyesal karena selama hidup dengan istrinya selalu berbuat semaunya, tidak menghargai istri, dan selalu merendahkan istrinya.

Hanya Sudrun yang tahu dan dirinya tidak menjelaskan mengenai hal itu, yang dijelaskan kepada Markotop hanya merasa kehilangan setelah ditinggal mati istrinya, gitu saja.

“Drun, kamu tidak usah bersedih. Semua yang hidup itu pasti akan mengalami mati, jadi dengan kepergian istrimu, janganlah kamu murung dan bersedih hati. Saya percaya pasti kamu merasa kehilangan, tetapi kalau kamu merenungi nasib seperti ini terus , semangat hidupmu akan berkurang dan berdampak negatif kepada dirimu sendiri serta anak-anakmu. Cobalah bangkit dan bangkitlah, tatap ke depan, bahagiakan anakmu,“ Markotop mencoba menghiburnya.

Baca juga:  Syarat Dalam Memenuhi Pelaksanaan Shalat

Pekerjaan rumah istri begitu berat

Lalu dia mengakui, “Mar, saya merasa kehilangan begini, karena disaat istriku masih hidup, saya tidak pernah menghargai istriku, saya selalu memarahi istriku, padahal dia selalu meladeniku membuat minum, memasak, mencuci, dan momong anak, tetapi tak sedikit pun aku hargai dia. Dan saya baru sadar setelah kepergiannya. Ternyata pekerjaan rumah seperti yang dilakukan istriku itu begitu berat. Saya merasakan sendiri sebulan ini repotnya minta ampun.”

Kemetak pun ikut menyela sambil meledek, “Drun, gampang biar kamu ngga’ repot. Kamu kawin lagi saja. Hehehe.”

“Tak, kamu jangan begitu. Sudrun ini lagi sedih malah kamu ledek begitu. Harusnya kamu memberi semangat dong, kok malah meledek,“ Markotop mencoba menasehati Kemetak.

“Lha itu saya kan ngasih semangat dia biar tidak bersedih dan tidak repot lagi, makanya saya menganjurkan untuk menikah biar ada yang ngeladeni lagi. Hehehe,” Kemetak membela diri sambil tersenyum.

“ Saya belum bisa melupakan wajah istri saya, Tak, dan saya juga masih merasa bersalah padanya,“ kata Sudrun.

Baca juga:  Tak Disangka! 10 Hal Ini Bisa Merusak Ginjal

Meminta maaflah melalui doa

“Begini Drun, wajarlah setiap suami atau istri kalau ditinggal oleh pasangannya itu pasti sedih, tapi janganlah berlarut-larut karena efeknya banyak. Bisa-bisa kamu sakit dan anak-anakmu tidak terurus. Kalau kamu masih merasa bersalah segeralah meminta maaf dengan cara kamu mendo’akan istrimu,“ kata Markotop memberi semangat Sudrun.

“Iya, Mar,“ jawab Sudrun.

“Eh, Mar, Drun, saya pulang dulu ya? Mau ngangkat jemuran dulu,“ kata Kemetak mau pamit pulang.

“Tak, memangnya istrimu kemana? Kok kamu mau pamit ngangkat jemuran segala,“ tanya Markotop.

“Sudah dua hari ini istriku ikut ziarah ke wali songo bersama jamaah majlis taklimnya,“ jawab Kemetak.

Lalu Sudrun ikut bertanya, “Lha anak-anakmu bagaimana? Pekerjaan rumah yang mengerjakan siapa, Tak? ”

Kemetak pun menjawab, “Selama dua hari ini, saya yang memasak untuk anak-anak, mencuci, mengepel, menyiapkan dan mengantar anak ke sekolah. Wah repot dan capeknya luar biasa, Drun.”

Markotop dan Sudrun pun berkata sambil tertawa, “Tak, gampang, biar kamu ngga’ repot dan tidak capek. Kamu kawin lagi saja. Hehehe.”

Baca juga:  Sekolah Membiasakan Hijab, Dianggap Perundungan?

Kemetak pun nyengir sambil ngeluyur pulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *