Berita  

Kejari Purwakarta Panggil Sejumlah Anggota DPRD Soal Dugaan Gratifikasi

Avatar photo
Kejari Purwakarta Panggil Sejumlah Anggota DPRD Soal Dugaan Gratifikasi
Kejari Purwakarta Panggi Sejumlah Anggota DPRD Soal Dugaan Gratifikasi. Foto: Net.

Porosmedia.com, Purwakarta – Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwakarta panggil sejumlah Anggota DPRD Purwakarta kaitan Dugaan Gratifikasi yang terjadi di lingkungan DPRD di wilayah ini.Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta Rohayatie, melalui Kasi Intelijen Febrianto Ary Kustiawan mengatakan
pemanggilan sejumlah Anggota dewan tersebut baru dalam tahap undangan wawancara guna kelengkapan data.

“Kali ini kami mengundang para Anggota DPRD untuk diwawancarai dalam rangka pemenuhan Data dan Bahan Keterangan (Baket),” Febrianto Ary Kustiawan, Rabu 18 Januari 2023.

Ia juga mengatakan hari ini ada 4 Anggota DPRD Purwakarta yang diwawancarai oleh Kejaksaan Negeri Purwakarta.

Sebelumnya, Kejari Purwakarta menegaskan bahwa pihaknya masih memproses adanya laporan masyarakat kaitan Dugaan Gratifikasi kepada sejumlah anggota DPRD Purwakarta.

“Masih proses Lapdu (Laporan Pengaduan) dugaan gratifikasi di DPRD Kabupaten Purwakarta,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Purwakarta Rohayatie, Kamis 5 Januari 2023 lalu.

Rohayatie mengatakan Kejari Purwakarta melalui bidang Intelijen akan mengundang anggota DPRD yang bersangkutan untuk dimintai keterangan atau diwawancarai.

Ia juga menegaskan Bidang Intelijen Purwakarta ini hanya sebatas mengundang bukan memanggil ia juga berpesan agar awak media jangan sampai salah menulis. “Ingat ya Bidang Intelijen mengundang bukan memanggil, rekan-rekan media jangan salah tulis,” ucap Rohayatie.

Baca juga:  Jasa Tirta II Raih Penghargaan dalam BUMN Branding & Marketing Award 10th

Sekedar informasi, sebelumnya Kejari Purwakarta menerima laporan pengaduan dari masyarakat kaitan dugaan sejumlah anggota DPRD Purwakarta sengaja tidak menghadiri rapat paripurna yang bertujuan untuk menggagalkan pembahasan anggaran perubahan tahun 2022.

Adapun, bagi para anggota DPRD yang sengaja tidak hadir dalam rapat paripurna tersebut juga diduga memperoleh uang pengganti.