Berita  

Gara-Gara Mengusir Wartawan Saat Meliput Acara Bupati Purwakarta, Staf Prokompim Bisa Dibui Dua Tahun

Avatar photo
Wartawan tersebut diusir saat hendak meliput kegiatan syukuran atas pelantikan Sekretaris Daerah Kabupaten Purwakarta.

Porosmedia.com, Purwakarta – Staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kabupaten Purwakarta bisa dibui dua tahun gara-gara mengusir wartawan saat hendak meliput kegiatan Bupati Purwakarta.

Diketahui, staf Bagian Prokompim berinisial S itu sempat mengusir wartawan media online bernama Rizal saat akan meliput kegiatan Bupati Purwakarta yang digelar di Bale Yudistira pada Jumat 30 September 2022.

Sementara, dilihat dalam UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 18 Ayat (1) tertulis:

“Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah).”

Sedangkan Pasal 4 berbunyi:

(1)Kemerdekaan pers dijamin sebagai hak asasi warga negara.
(2)Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan atau pelarangan penyiaran.
(3)Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.
(4)Dalam mempertanggungjawabkan pemberitaan di depan hukum, wartawan mempunyai Hak Tolak.

Baca juga:  Buntut Laporan Dugaan Pemotongan Dana Jaspel, Kadinkes Purwakarta Dipanggil Kejari

Diberitakan sebelumnya, seorang wartawan media online yang diketahui bernama Rizal mengaku mengalami insiden pengusiran oleh salah seorang staf Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) Setda Kabupaten Purwakarta saat hendak meliput kegiatan Bupati Purwakarta di gedung Yudistira pada Jumat 30 September 2022.

Wartawan tersebut dilarang masuk ke gedung Yudistira oleh staf Prokompim dengan alasan, acara yang sedang berlangsung merupakan kegiatan internal.

“Awalnya saya dilarang berada di pintu karena area itu khusus untuk protokoler,” kata Rizal, Jumat 30 September 2022.

Setelah itu, Rizal meminta izin untuk masuk gedung dari pintu belakang. Namun staf protokol berinisial S melarang dirinya untuk masuk karena acara tersebut acara internal dan hanya dihadiri pegawai.

“Karena katanya acara internal akhirnya saya memilih untuk duduk di luar,” ujar Rizal.

Saat sedang duduk di luar gedung, tambah Rizal, salah seorang staf Diskominfo bertanya kepada dirinya kenapa tidak meliput ke dalam.

Rizal pun menjawab jika dirinya dilarang masuk dan meliput karena acara yang ada di dalam gedung acara internal.

Baca juga:  Bupati Pekalongan Lantik 7 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

“Staf Diskominfo itu ngomong ke saya kalau acara di dalam bukan acara internal dan bisa diliput oleh wartawan,” ucap Rizal.

Mendengar hal tersebut, Rizal lalu menemui staf protokoler yang melarang dirinya masuk ke gedung Yudistira.

Rizal mengaku sempat bertanya kepada staf protokoler tersebut kenapa dirinya dilarang.

Namun, staf protokoler tersebut membantah pernah melarang Rizal. Padahal Rizal memiliki rekaman suara orang tersebut saat melarang Rizal untuk masuk ke dalam gedung.

“Saya sempat temui lagi staf protokoler yang melarang saya masuk gedung untuk liputan. Namun pada saat saya bertanya staf itu malah ngotot dan mengaku tidak pernah melarang saya. Dari pada ribut akhirnya saya pergi bersama salah satu ASN di bagian Kesra,” ungkap Rizal.