Berita  

Diseminasi Hasil Kajian AMP, Bupati Belu : Bidan Dan Dokter Harus Tinggal Di Tempat Tugas

Diseminasi Hasil Kajian AMP, Bupati Belu : Bidan Dan Dokter Harus Tinggal Di Tempat Tugas

Porosmedia.com, ATAMBUA – Sebanyak ratusan orang yang terdiri atas Bidan Rumah Sakit dan Puskesmas se-Kabupaten Belu mengikuti kegiatan Desiminasi Hasil Kajian Audit Maternal Perinatal (AMP) di Aula Susteran SSPS Atambua, Rabu (30/11/2022).

Kegiatan ini dibuka oleh Bupati Belu, dr. Taolin Agustinus, Sp.PD-KGEH, FINASIM, didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Belu, drg. Ansilla F. Eka Mutty.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber, dr. Guntur Sembiring, Sp.OG, sebagai pemateri Pelayanan Kesehatan Tingkat Pertama, meliputi Pelayanan Rawat Jalan dan Rawat Inap, yang diberikan oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKTRL).

dr. Rasco Sihombing, Sp.PD. membawakan materi Percepatan Kematian Maternal Melalui Skrining Penyakit Pada Ibu Hamil dan dr. Sieeny, Sp.A, membawakan materi tentang Rekomendasi Penyebab Kematian Perinatal.

AMP merupakan serangkaian kegiatan penelusuran penyebab kesakitan dan kematian ibu, perinatal dan neonatal guna mencegah kesakitan dan kematian serupa di masa yang akan datang.

Tujuan dilaksanakan AMP antara lain menentukan sebab dan faktor terkait dalam kesakitan dan kematian ibu dan perinatal, sekaligus menentukan jenis intervensi & pembinaan yang diperlukan.

Baca juga:  Forkopimda Sumedang Cek Sejumlah Titik Rawan Jalur Mudik Lebaran 2022

Bupati Belu menjelaskan, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, telah menggariskan arah pembangunan bidang kesehatan dengan visi meningkatkan pelayanan kesehatan melalui jaminan kesehatan nasional. RPJMN tersebut tertuang dalam 6 pilar transformasi.
“Kebijakan dalam RPJMN ini difokuskan pada lima hal yaitu meningkatkan kesehatan ibu, anak, keluarga berencana dan kesehatan reproduksi, mempercepat perbaikan gizi masyarakat, meningkatkan pengendalian penyakit, gerakan masyarakat hidup sehat (GERMAS) dan memperkuat sistem kesehatan dan pengendalian Obat dan Makanan,” katanya.

Disampaikan pula, Angka Kematian Ibu (AKI) & Angka Kematian Bayi (AKB) merupakan salah satu indikator untuk menilai derajat kesehatan masyarakat.

Tingginya AKI & AKB memberikan gambaran masih rendahnya kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi disuatu daerah.

Oleh karena itu, pengukuran dan analisis kematian ibu dan bayi merupakan cara strategis dalam menilai pencapaian kinerja bidang kesehatan dan pembangunan umum lainnya.
“AMP sebagai salah satu upaya pencegahan sekaligus penerapan aturan untuk menurunkan resiko kematian ibu dan bayi. Kegiatan audit ini berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dengan pendekatan pemecahan masalah,” terangnya.

Baca juga:  Diduga Konsumsi Miras Berlebihan, Warga Batuputih Ditemukan Tewas

Lanjut Bupati, terdapat 6 kasus kematian ibu dan 74 kasus kematian bayi yang terjadi di wilayah Kabupaten Belu sepanjang bulan Januari sampai dengan Oktober 2022.

Menurutnya, kita tidak bisa melampaui kuasa Tuhan dengan standar operasional prosedur pelayanan, karena mati itu urusan Tuhan. Tetapi Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi bukan hanya merupakan indikator kesehatan ibu dan anak, namun juga dapat menggambarkan tingkat akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan, efisien dan efektifitas dalam pengelolaan program kesehatan yang masih jauh dari harapan.
“Oleh karena itu, bidan dan dokter harus tinggal ditempat mereka bertugas. Hal itu dilakukan untuk memperlancar kegiatan pelayanan kesehatan ditengah-tengah masyarakat,” katanya.

Ia menuturkan, salah satu metode yang digunakan untuk melakukan analisis komprehensif adalah melaksanakan audit maternal perinatal survailans dan respons (AMP-SR).

Melalui pelaksanaan AMP-SR, diharapkan agar kualitas pengumpulan informasi terkait kematian menjadi lebih baik, serta dapat mengidentifikasi penyebab kematian dan faktor faktor yang berkaitan dengan kematian melalui pengkajian yang berkualitas.
“Sehingga dapat menghasilkan rekomendasi yang terukur dan mampu dilaksanakan serta diikuti dengan komitmen tindak lanjut atas rekomendasi yang dihasilkan,” pungkasnya.

Baca juga:  Hasil Penangkapan Dua Pengedar Narkoba di Medan, Polisi Musnahkan 18 Kilogram Sabu-Sabu

Turut hadir, Pimpinan OPD, Direktur RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD Atambua, para Ketua Organisasi Profesi, Camat Se-Kabupaten Belu, Anggota TP PKK Kecamatan, dan Kepala UPTD Puskesmas se-Kabupaten Belu.