Desa Wisata Kampung Tajur, Meriahkan Puncak Acara Urban Village Telkom University

Avatar photo
Desa Wisata Kampung Tajur, Meriahkan Puncak Acara Urban Village Telkom University
Booth Nusaena Tajur pada Festival Urban Village 2022, Telkom University. (Foto: Fbrzio Tjg/Porosmedia)

Porosmedia.com, Bandung – Desa Wisata Kampung Tajur turut memeriahkan Festival Urban Village Telkom University (Tel-U) 2022 yang diselenggarakan di Lapangan Parkir Gedung Fakultas Komunikasi dan Bisnis (FKB) Telkom University, Sabtu (07/01/2023).

Kegiatan yang digelar oleh mahasiswa-mahasiswi semester 5 Fakultas Komunikasi dan Bisnis Tel-U ini merupakan puncak acara Urban Village Tel-U 2022 dengan menghadirkan 8 desa wisata budaya yang memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.

Desa Wisata Kampung Tajur, dengan mengusung branding “Nusaena Tajur” merupakan salah satu desa yang ikut memeriahkan festival Urban Village ini. Desa Wisata ini berlokasi di Desa Pasanggrahan, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Dalam acara ini, tim Nusaena Tajur membuat miniatur desa wisata Kampung Tajur untuk mengenalkan kepada pengunjung gambaran tentang Desa Pasanggrahan yang menjadi desa Wisata yang ada di Jawa Barat.

Keunikan yang ditonjolkan dari Kampung Tajur ini adalah rumah adatnya (homestay) yang bernama “Julang Ngapak”. Dalam bahasa Indonesia, Julang Ngapak memiliki arti seekor burung yang sedang mengepakkan sayapnya. Hal itu terlihat dari bentuk atap rumah Julang Ngapak yang melebar ke samping kiri dan kanan. Selain itu, jika dilihat dari depan bentuk atapnya menyerupai sayap salah satu jenis burung yang bernama burung Julang. Warna yang digunakan pun mempunyai ciri khas tersendiri yakni dengan warna hitam dan putih.

Baca juga:  Hebat! RSUD Bayu Asih Purwakarta Raih Predikat Paripurna Bintang Lima

Kepala Divisi Public Relation Nusaena Tajur, Ilona Pinka Setiawan menjelaskan beberapa kegiatan atau games yang dapat dilakukan pengunjung di Booth Nusaena Tajur, di antaranya Nosaena, Finding Aron Bora, Tutunggulan dan Mini Tajur.

“Di dalam booth kami itu ada beberapa permainan yang bisa menonjolkan atau bisa mengajak audience untuk merasakan gimana sih tinggal di Kampung Tajur itu sendiri?” ungkap Ilona.

Ilona juga menjelaskan masing-masing dari permainan yang disuguhkan di dalam booth Nusaena Tajur, seperti Mini Tajur yang merupakan permainan untuk merangkai rumah Kampung Tajur.

“Kalau Finding Aron Bora ini permainan untuk menemukan maskot dari tim kami yaitu Aron dan Bora. Nanti audience itu akan mencari mana yang benar dari maskot kami,” tutur Ilona.

Ilona menambahkan bahwa Aron dan Bora ini merupakan representasi dari hasil alam yang dihasilkan Kampung Tajur sendiri, yakni ada Beras Rogol dan Gula Aren.

Lebih lanjut, Ilona menerangkan permainan Tutunggulan yakni alat musik yang berasal dari Kampung Tajur. Nantinya para audience akan diajak memukul irama Tutunggulan itu sendiri.

Baca juga:  Groundbreaking ducting di Kawasan Dago, Kota Bandung, Meningkat Signifikan

Tak hanya itu, tim Nusaena Tajur juga menyuguhkan performance yang menampilkan cerita tentang gambaran desa Kampung Tajur.

Dalam kegiatan ini, turut hadir perwakilan Disperindag Provinsi Jawa Barat, para dosen serta Mojang Jajaka Bandung.

Saat dikonfirmasi mengenai pemilihan desa yang diangkat dalam festival Urban Village ini, Ilona mengatakan bahwa yang menentukan pemilihan desa yakni dari Prodi Ilmu Komunikasi sendiri.

“Jadi kita gak bisa milih, udah ditentuin sendiri,” tambah Ilona.