Buat Publik Geram, Ketua DPRD Purwakarta Disebut Konyol dan Memalukan

Avatar photo
Ketua DPRD Purwakarta Bantah Diperiksa Kejari Soal Dugaan Gratifikasi
Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi. Foto: Istimewa.

Porosmedia.com, Purwakarta – Belakangan ini sikap Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi yang menolak memimpin dan memilih untuk meninggalkan rapat paripurna lanjutan dengan dalih tahapan persidangan tersebut belum sesuai aturan membuat publik geram.

Dampak aksi meninggalkan ruang sidang paripurna itu, beberapa kali agenda paripurna terhambat. Tak hanya Ahmad Sanusi, sejumlah anggota DPRD Purwakarta kontra Bupati Anne juga nampak bolos. Sehingga paripurna gagal digelar karena peserta tidak quorum. Menyeruak kabar, kondisi ini sengaja disetting pihak tertentu karena kepentingannya di T.A 2023, belum diakomodir Bupati Anne.

Selain itu, Ketua DPRD Purwakarta juga menuding puluhan anggota dewan yang ngotot ingin paripurna tetap digelar itu tak dilandasi oleh kepentingan rakyat.

Politisi partai Golkar yang kerap disapa Amor itu juga menilai puluhan anggota dewan yang ngotot ingin paripurna tetap digelar itu hanya demi kepentingan pribadi menyangkut soal honor dewan.

“Maka fraksi yang ngotot terhadap paripurna PPA itu bukan demi kepentingan rakyat, tapi mereka takut kehilangan honor kegiatan. Ayo fraksi berkata jujur itu untuk kepentingan rakyat atau takut kehilangan pendapatan,” Kata Amor di Gedung DPRD Purwakarta, Rabu 14 September 2022 kemarin.

Baca juga:  Pusdikarmed Akan Melakukan Berbagai Strategi Guna Terciptanya WBK dan WBBM

Karena aksi meninggalkan ruang sidang paripurna itu, beberapa kali agenda paripurna terhambat. Bahkan sampai saat ini, tak hanya Amor, sejumlah anggota DPRD Purwakarta kontra Bupati Anne juga terlihat bolos paripurna. Dampaknya paripurna gagal digelar karena peserta tidak quorum.

Sementara menyeruak kabar, kondisi ini diduga sengaja disetting pihak tertentu atas kepentingannya di T.A 2023 yang belum diakomodir Bupati Anne Ratna Mustika.

Saat ini kepemimpinan Amor di DPRD sementara diambil alih oleh Sri Puji Utami, Wakil Ketua DPRD dari fraksi Gerindra.

Puji saat ini bahkan mengkonsolidir para anggota dewan lainnya untuk melayangkan sikap mosi tidak percaya terhadap Amor.

Dibawah komando Puji, DPRD kembali mengagendakan paripurna pada Rabu, 15 September 2022 bersama Bupati. Namun, hingga pukul 23.59 WIB, peserta rapat tetap tidak quorum yang membuat paripurna gagal lagi digelar.

Mengomentari hal tersebut, Koordinator Gerakan Moral Masyarakat Purwakarta (GMMP) Hikmat Ibnu Aril menyebut sikap Ketua DPRD Purwakarta Ahmad Sanusi sangat memalukan. Apalagi, dalih meninggalkan paripurna karena alasan masih ada tahapan rapat yang terlewati. Sehingga paripurna belum layak dilaksanakan. Padahal, Amor disebut hadir dalam sejumlah rapat pra paripurna seperti banggar dan rapat gabungan.

Baca juga:  Upayakan Pembangunan Pasar Banjarsari, Walikota Pekalongan Segera Audensi dengan Kementerian Perdagangan

“Memalukan menurut saya. Apalagi dengan alasan seperti tadi,” kata Aril Kamis 15 September 2022.

Selain itu, sikap Amor yang sampai menyerang anggota dewan lain dengan menyebut sebagian dewan semangat paripurna karena motivasi mengejar honor dan bukan demi kepentingan rakyat juga telah menyinggung anggota dewan lainnya.

“Saya sangat yakin, anggota dewan lain pun tidak terima dan bakal tersinggung,” demikian Aril.