Beli Pertalite Pakai Aplikasi Tak Memberikan Solusi, Kok Bisa?

Aplikasi pertalite

Beli Pertalite Menggunakan Aplikasi Akan Segera Diberlakukan

Porosmedia.comSeminggu lebih berlalu PT Pertamina lewat Pertamina Patra Niaga, menerapkan mekanisme baru pembelian BBM, yakni dengan cara pendaftaran BBM lewat situs subsiditepat.mypertamina.id khusus untuk kendaraan roda empat (mobil).

Penetapan putusan mengenai pembelian Pertalite harus memakai aplikasi myPertamina sayangnya tidak membuat rakyat senang, apalagi menjadi tenang, justru membuat rakyat semakin merasa kesusahan dan membingungkan.

Bagaimana tidak merasa kesusahan dan membingungkan, anjuran pembelian Pertalite atau BBM bersubsidi seperti itu, harus melakukan pembayaran melalui aplikasi yang sudah ditentukan, jadi waktu beli BBM harus sudah ada aplikasi itu.

Sementara fakta di lapangan, tidak semua kalangan masyarakat memiliki HP, khususnya masyarakat menengah kebawah punya HP Android. Dan kalau pun punya, tidak semua kalangan masyarakat paham bagaimana teknisnya seperti kesulitan mendaftar, mengunduh aplikasi, hingga persoalan barcode.

Semua ini jelas makin menyulitkan rakyat mengakses Pertalite yang saat ini pun keberadaannya mulai langka. Maka dipastikan saja akan menambah masalah baru, tidak pakai aplikasi saja udah ngantri panjang, apalagi kalau pakai aplikasi akan tambah panjang. Sebab tadi, tidak semua masyarakat paham akan cara kerja aplikasi itu.

Baca juga:  Presiden Bagikan BLT Di Wilayah Daerah Militer Pangdam III/Slw

Iya dibantu petugas, tapi kebayang kan, ngasih informasi kepada satu pembeli saja mungkin butuh waktu beberapa menit, belum kalau tidak ada sinyal, belum lagi aturan kalau di POM Bensin tidak boleh main handphone sebab berbahaya. Bukankah itu akan tambah ruwet.

Dalam aplikasi tersebut, selain harus mengisi identitas diri pada aplikasi tersebut, para pengendara wajib mengisi nomor polisi dari kendaraan masing-masing.

Jadi bagi pengendara yang tidak mengisi nomor polisinya tidak bisa mengisi BMM Pertalite dan Solar bersubsidi, pengendara harus mengisi BBM yang non subsidi. Bukankah itu secara tidak langsung aplikasi ini membatasi masyarakat untuk menggunakan BBM bersubsidi.

Maka wajar jika masyarakat menganggap bahwa pembayaran melalui aplikasi adalah sebagai modus semata untuk menghilangkan pertalite. Apalagi di tengah naiknya harga minyak dunia yang pastinya akan sangat membebani rakyat kecil dan pada akhirnya mereka akan dipaksa untuk membeli Pertamax karena mudah didapatkan. Kondisi ini persis saat mau menghilangkan premium ke pertalite.

Pada akhirnya mau tidak mau rakyat beralih ke pertalite secara terpaksa. Dan sekarang pun ketika pertalite susah didapatkan ditambah dengan ribetnya harus memakai aplikasi, maka mau tidak mau rakyat memilih yang mudah didapatkan yaitu beralih ke Pertamax.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *