Apakah Benar Obat Sirup Picu Gagal Ginjal Akut Pada Anak?

Apakah Benar Obat Sirop Picu Gagal Ginjal Akut Pada Anak?

Porosmedia.com – Dengan merebaknya kasus gagal ginjal akut pada anak, berbagai pihak yang terkait dengan masalah kesehatan di Indonesia saat ini sedang meniliti apa penyebab dari munculnya berbagai kasus gagal ginjal akut pada anak tersebut. Saat ini data sementara dari Permprov DKI Jakarta pertanggal 21 Oktober 2022, kasus gagal ginjal akut pada anak bertambah dari 49 kasus menjadi 71 kasus. Dan sayangnnya sebanayak 40 orang telah dinyatakan meninggal dunia.

Sementara itu data yang diperoleh dari Kemenkes saat ini sudah ada 115 anak yang meninggal dunia dari 208 kasus yang tersebar di 20 provinsi. Juru bicara Kementrian Kesehatan dr. Muhammad Syahril mengatakan  sekitar 58% pasien yang terkena penyakit gagal ginjal akut pada anak ternyata meninggal dunia. Syahril juga menambahkan dengan kasus ini dan juga berkaca dengan apa yang terjadi di Gambia, gagal ginjal akut pada anak ini memang sangat berkaitan dengan konsumsi obat-obatan sirup yang mengandung etilen glikol (EG), dietilen glikol (DG),  dan ethylene glycol butyl ether (EGBE).

Baca juga:  Ini Dia Urutan Pangkat TNI

Walaupun obat-obatan anak di Gambia sebetulnya tidak beredar di Indonesia, namun sejatinya tiga zat berbahaya tersebut sangat mungkin terkandung dalam obat-obatan berbentuk sirup yang dijual di Indonesia. Hal ini dimungkinkan karena 3 zat kimia berbahaya tersebut sering digunakan sebagai pencahar atau pelarut agar obat-obat utamanya dapat menjadi sirup.

Terkait zat pencahar atau pencampur ini memang bagian dari kewenangan BPOM untuk mengawasi dan melarang zat-zat yang berbahaya dalam kandungan makanan dan obat-obatan.

Menurut data Kemenkes lebih dari 50% pasien gagal ginjal akut pada anak dirujuk dang ditangani oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Sejatinya Rumah Sakit Cipto Mangunkusumoa telah menerima pasien anak sejak dari bulan Januari 2022. Namun lonjakan kasus terjadi pada bulan Agustus 2022 sampai dengan bulan Oktober 2022.

Direktur RSCM dr Lies Dina Liastuti menghimbau kepada orang tua agar tidak langsung memberikan obat-obatan terutama yang berbetul sirup kepada anaknya yang tengah demah. Langkah-langkah preventif dapat dilakukan orang tua dengan memberikan asupan cairan terlebih dahulu. Jika pun diperlukan penangan obat-obatan dipastikan obat-obatan tersebut adalah yang diterima dari resep dokter.

Baca juga:  7 Fungsi Kandungan Skincare yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Membelinya

Dalam kesempatan tersebut dr Lies Dina Liastuti juga tengan berkoordinasi dengan Kemenkes untuk menghentikan peredaran obat-obatan sirup ditengah masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menekan angkan melonjak nya kasus gagal ginjal pada anak.