7 Tahapan dalam Melakukan Ta’aruf Menuju Pernikahan

7 Tahapan dalam Melakukan Ta’aruf Menuju Pernikahan

Porosmedia.com – Islam sebagai agama yang mengatur segala aspek kehidupan telah memberikan tata cara bagi setiap pemeluknya untuk melakukan berbagai hal didalam kehidupan yang dijalaninya. Tak terkecuali dalam perkara mencari jodoh, Islam pun telah memberikan panduan dengan begitu terperinci terkait pencarian jodoh tersebut. Simak tahapan dalam melakukan ta’aruf berikut hingga akhir.

Dalam mencari jodoh di dalam aturan Islam ada istilah yang disebut dengan ta’aruf. Istilah ta’aruf secara bahasa dapat dikatakan pengenalan, namun jika di tempatkan dalam konteks pencarian jodoh maka ta’aruf dapat dimaknai sebagai proses saling mengenal antara pria dan wanita yang telah siap untuk menuju kepada jenjang pernikahan.

Tahapan dalam Melakukan Ta’aruf Menuju Pernikahan

Berikut kami sampaikan beberapa tahapan yang perlu diperhatikan di dalam proses melakukan ta’aruf pernikahan.

1. Yakin Telah Siap

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah bertanya kepada diri kita sendiri mengenai seberapa besarkah kesiapan diri kita untuk menuju jenjang pernikahan. Kesiapan ini tak perlu sempurna dalam semua halnya, namun yang jelas kita harus memiliki kesiapan bukan sekedar hanya rasa ingin menikah saja.

Baca juga:  Polresta Surakarta Turunkan 1.364 Personel Gabungan Dalam Acara Pernikahan Adik Presiden Jokowi

2. Siapkan CV

Hal selanjutnya yang harus kita siapkan adalah CV, mirip seperti kala kita membuat CV untuk melamar kerja namun dengan tambahan visi dan misi yang kita inginkan dalam pernikahan.

Pembuatan CV ini menjadi penting dalam proses ta’aruf, karena dalam ta’aruf mengenal calon pasangan dimulai dengan melihat biodata calon pasangan. Maka buatlah CV yang semenarik mungkin, informatif namun dengan penuh kejujuran.

3. Cari Perantara yang Amanah

Dalam ta’aruf adanya seorang perantara menjadi hal yang cukup krusial. Pihak perantara sendiri diharapkan adalah orang yang telah berumah tangga dan dinilai memiliki karakter yang amanah. Karena nantinya peran perantara selain mungkin akan mencarikan calon pasangan untuk kita, mereka juga akan berperan menjadi jembatan komunikasi antara kita dengan sang calon pasangan.

4. Pelajari CV Calon Pasangan

Mempelajari CV calon pasangan sangat diperlukan, karena hal ini akan menjadi bahan pertimbangan bagi kita untuk terus memilih melanjutkan ataupun memutuskan berhenti dalam sebuah proses ta’aruf.

Karena di dalam proses ta’aruf komunikasi dibatasi dalam perkara yang urgent saja, maka dari itu pengenalan melalui pertukaran CV memiliki porsi tersendiri. Jadi karenanya mempelajari CV calon pasangan menjadi hal yang perlu diperhatikan dengan seksama dalam tahapan melakukan ta’aruf.

Baca juga:  Jalin MoU untuk Cegah Perkawinan di Bawah Umur

5. Nadzor

Jika kita sudah cocok dengan berbagai informasi yang tertera dalam CV sang calon pasangan, dan calon pasangan pun memilih untuk melanjutkan proses ta’aruf dengan kita maka hal yang selanjutnya adalah masuk ke tahapan nadzor.

Istilah nadzor ini dapat diartikan sebagai aktivitas melihat calon pasangan kita secara langsung, dimana sang calon pria berkunjung ke rumah sang calon wanita. Maka sangat dianjurkan sang calon mempelai wanita telah berkomunikasi dengan baik dengan keluarganya sebelum proses nadzor ini dilakukan.

Bisa jadi calon pasangan kita dalam proses ta’aruf ini telah kita lihat sebelumnya atau telah kita kenal sebelumnya, namun sangat mungkin terjadi sang calon pasangan adalah orang yang cukup asing di dalam kehidupan kita. Maka proses nadzor ini memang cukup krusial untuk dilakukan.

6. Khitbah

Setelah proses nadzor dilakukan, dan ternyata kedua belah pihak baik itu pria maupun wanita telah sepakat untuk tetap melanjutkan proses ta’aruf tersebut. Maka tugas sang pria adalah melakukan khitbah kepada sang calon istrinya.

Baca juga:  Lestarikan Desa Wisata Berbasis Budaya, Mahasiswa Universitas Telkom Gelar Festival Road to Urban Village

Proses khitbah ini menjadi tanda bagi kedua belah pihak bahwa mereka selangkah lagi menuju sebuah akad pernikahan. Setelah proses khitbah terjadi, baik calon mempelai wanita dan calon mempelai pria dilarang untuk membuka pintu bagi pihak lain untuk melakukan proses ta’aruf yang baru dengan diri mereka.

7. Akad

Akad pernikahan dalam proses ta’aruf sebaiknya dilakukan tidak terlalu jauh ketika khitbah telah terjadi. Jangan sampai tanggal akad pernikahan melebihi rentan waktu lebih dari 6 bulan setelah proses khitbah atau lamaran terjadi.

Dan untuk menjadikan akad kita menjadi lebih sempurna dan pernikahan kita menjadi berkah, hal yang paling urgent selanjutnya adalah melakukan resepsi pernikahan yang syar’i.

Itu dia beberapa tahapan yang mungkin terjadi dalam sebuah proses melakukan ta’aruf, karena dalam pacara islam melarang komunikasi yang tak perlu dengan lawan jenis apalagi sampai dengan berpacaran. Maka proses ta’aruf ini adalah jalan yang sangat dianjurkan bagi kaum muslim untuk mendapatkan pasangan dalam fase pernikahan.