17 Agustus, Benarkah Kemerdekaan Hakiki?

17 Agustus, Benarkah Kemerdekaan Hakiki
Sumber gambar: foto pribadi kontributor di wilayah Jagabaya, Kabupaten Bandung

 

Porosmedia.com, Opini – 17 Agustus 2022, kita semua tahu di hari inilah dirgahayu kemerdekaan Indonesia ke-77 dirayakan. Namun benarkah 17 Agustus tersebut merupakan kemerdekaan yang hakiki?

Berbagai berita marak melaporkan banyaknya perlombaan dan antusias masyarakat menyambut hari ulang tahun kemerdekaan ini. Namun sejatinya, benarkah Indonesia telah merdeka?

Hal ini tentunya juga menjadi pertanyaan di benak sebagian besar masyarakat yang merasakan sulitnya kehidupan hari ini di Indonesia. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, kesehatan, maupun politik dan hukum.

Masih Dalam Penjajahan Asing

Mungkin memang benar bahwa Indonesia telah meraih kemerdekaan secara fisik dari para penjajah. Namun, setelah tujuh puluh tahun lebih berlalu, nyatanya penjajahan non fisik masih tetap berlangsung di negeri-negeri muslim, salah satunya Indonesia.

Saat ini, lebih dari 50 persen aset sumber daya alam Indonesia berada di bawah kepemilikan asing. Minyak bumi, emas, batu bara, kelapa sawit dan masih banyak lagi rata-rata berada dalam genggaman perusahaan luar yang memiliki investasi di Indonesia.

Baca juga:  Semangat Gotong Royong Masyarakat Dusun Lianain Melakukan Kerja Bakti

Sementara masyarakat pribumi yang sejatinya adalah pemilik sah dari sumber daya alam tersebut, malah tidak mendapatkan apa-apa. Selain dari kesulitan hidup yang makin besar dan biaya kebutuhan yang semakin mahal.

Jika demikian, layakkah negeri ini dikatakan telah merdeka? Merdeka dari apa? Sebab kenyataannya rakyat tidak bebas dari kewajiban membayar pajak, dari sulitnya menyekolahkan anak, atau bahkan untuk menjalankan aturan agama sesuai syariat. Negeri ini mungkin memang telah bebas dari penjajahan fisik Belanda, namun sayangnya, masih menggunakan hukum dan undang-undang yang adalah warisan Belanda.

Dengan demikian, masyarakat perlu membuka mata dan telinga, serta menyerap informasi seluas mungkin. Bahwa sesungguhnya saat ini negeri-negeri muslim belum merdeka. Kita pun sebagai masyarakat muslim belumlah merdeka.

Masyarakat masih berada di bawah penjajahan dalam bentuk lain, yakni dalam bentuk penjajahan ekonomi, politik dan pemikiran. Hingga hari ini, rakyat masih terbuai dalam kemerdekaan semu berupa lomba makan kerupuk dan balap karung. Padahal semua hal tersebut hanyalah angan-angan palsu yang menutupi kepahitan hidup saat ini.

Baca juga:  Laporkan Aksi Praktek Vandalisme Di Kota Bandung, Kami Tak Segan

Merdeka Sih, Tapi…. Bingung

Sudah bukan suatu rahasia lagi bahwa utang negara saat ini mencapai ribuan triliun rupiah. Sehingga setiap rakyat Indonesia yang baru lahir saja langsung menanggung utang. Belum lagi, banyaknya kebijakan tak terstruktur yang blunder dari penguasa menyebabkan rakyat semakin mengalami banyak kesulitan.